Hirma Windriyati, Ratna Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Formulasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk Hayati-P60 Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Tomat Ceri (Solanum lycopersicum) Sistem Hidroponik Nurkholida Lisa Wulansari; Ratna Dwi Hirma Windriyati; Ari Kurniawati; Lafi Na’imatulbayinah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.966 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1059

Abstract

Tomat ceri merupakan jenis sayur yang dapat dibudidayakan dengan metode konvensional di dataran tinggi.  Seiring bertambahnya permintaan, pola budidaya tomat ceri hidroponik mulai dikembangkan budidaya dengan teknik hidroponik di dataran rendah. Pertumbuhan tomat ceri dengan teknik hidroponik tidak lepas dari serangan patogen. Salah satu patogen Phytopthora infestans yang menyerang tomat ceri yaitu atau dikenal sebagai penyakit hawar daun bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi dosis pengurangan AB-Mix dengan substitusi menggunakan pupuk organik cair dan pupuk hayati dalam menghambat patogen P. infestans. Metode pelaksanaan penelitian menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 5 perlakuan yaitu P1(100% dosis AB-Mix), P2 (75% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati), P3 (50% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati), P4 (25% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati), P5(0% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati).  dengan 6 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala serangan, masa inkubasi, intensitas penyakit, dan efektivitas penghambatan. Penyakit hawar daun bakteri pada tanaman tomat ceri yang disebabkan oleh patogen P. infestans memiliki ciri-ciri bercak coklat kehitaman pada daun, kemudian menyebar pada ranting dan batang. Gejala lanjut akan menyebabkan daun busuk dan akhirnya mengering. Penggunaan perlakuan mampu menunda masa inkubasi. Perlakuan P5 memiliki intensitas penyakit terendah yaitu 8,51% dan efektivitas penghambatan 81,21%. Hal ini berarti dengan pengurangan pupuk AB-Mix dan penambahan POC serta pupuk hayati pada sistem hidroponik efektif dalam menurunkan gejala penyakit hawar daun bakteri.
IDENTIFIKASI DAN INTENSITAS PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG DI DUA KETINGGIAN TEMPAT Ukhtani, Alma Endah; Djatmiko, Heru Adi; Hirma Windriyati, Ratna Dwi
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4790

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan pokok masyarakat Indonesia serta dimanfaatkan sebagai pakan ternak ataupun unggas. Produksi jagung di dunia menempati urutan ketiga setelah padi dan gandum. Kecamatan Sumbang merupakan Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang mempunyai luas pertanaman jagung tertinggi pada tahun 2015. Kendala dalam usaha budidaya jagung diantaranya adalah adanya penyakit. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui tingkat serangan bulai pada jagung di dua ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit bulai pada jagung dan membandingkan kerusakan jagung karena penyakit bulai di dua ketinggian tempat. Penelitian menggunakan metode Stratified Purposive Random Sampling, di lahan tanaman jagung Kabupaten Banyumas pada dua ketinggian tempat yaitu di Kelurahan Karangwangkal (114 mdpl) dan Desa Sikapat (355 mdpl). Setiap lahan dibagi menjadi 5 titik dan setiap titik diambil 10 sampel tanaman. Patogen yang menyebabkan penyakit bulai di Kelurahan Karangwangkal dan Desa Sikapat disebabkan oleh Peronosclerospora maydis. Kerusakan tanaman akibat penyakit bulai di Kelurahan Karangwangkal dan Desa Sikapat termasuk dalam kategori serangan berat dan sama antara dua ketinggian. Intensitas penyakit di Kelurahan Karangwangkal yaitu 61% dan di Desa Sikapat yaitu 51%.