Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Objektivikasi di Balik Subjektivikasi Perempuan dalam Iklan Pantene: Interview Kerja yang Terberat Valentina Edellwiz Edwar; Abi Ihsanullah; Siti Eka Rahayu
Jurnal Wanita dan Keluarga Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Studi Wanita dan Keluarga UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.504 KB) | DOI: 10.22146/jwk.1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perempuan-perempuan yang dinarasikan di dalam iklan Pantene. Iklan rambut adalah salah satu iklan yang banyak mengekspos bagian tubuh perempuan sebagai yang dikomersialisasikan sekaligus digunakan untuk mengobjektivikasi perempuan. Iklan tersebut dipilih karena mengangkat isu-isu perempuan dalam interview kerja. Interview kerja ini menjadi penting karena menempatkan perempuan dalam ranah publik. Konsep Gaye Tuchman tentang symbolic annihilation dan konsep Laura Mulvey tentang male gaze and visual pleasure digunakan untuk mempresentasikan bagaimana perempuan dinarasikan menjadi objek untuk dinilai dan dievaluasi berdasarkan atribut semu dalam iklan tersebut. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analysis isi. Aspek-aspek objektivikasi terhadap perempuan dikoleksi dari iklan-iklan tersebut. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa perempuan hanya dinilai dari bentuk tubuh yang secara langsung membuatnya kembali menjadi objek lewat media.
PEREMPUAN DALAM CERITA CALON ARANG KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER PERSPEKTIF FEMINIS SASTRA Valentina Edellwiz Edwar; Sarwit Sarwono; Yayah Chanafiah
Jurnal Korpus Vol 1, No 2: DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.437 KB) | DOI: 10.33369/jik.v1i2.4137

Abstract

Tujuan penelitian  untuk mendeskripsikan dominasi patriarki terhadap perempuan dan sikap serta keputusan perempuan atas dominasi patriarki yang dialaminya dalam  Cerita Calon Arang (CCA) karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan adalah analisis isi atau konten. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk dominasi patriarki dalam CCA dapat dilihat dari tiga bagian, yakni (1) Status sosial perempuan dalam masyarakat, (2) Kondisi inferior perempuan, (3) Relasi perempuan dan laki-laki dalam CCA. Adapun, sikap-sikap perempuan terkait dominasi yang dialaminya dilihat dari gugatan perempuan. Status sosial, kondisi inferior, dan relasi masing-masing perempuan dengan tokoh lain di dalam CCA telah membentuk sikap-sikap yang berbeda. Sikap masing-masing perempuan dalam CCA dengan kedudukannya telah menyebabkan gugatan yang dilakukan berbeda-beda pula. Calon Arang sebagai tokoh utama dalam CCA telah menjadi ikon yang  menggugat masyarakat dan pihak kerajaan atas kondisi inferior yang dialaminya. Lain halnya dengan Ratna Manggali yang mewakili perempuan dengan penerimaannya atas status dan kondisinya di dalam masyarakat. Gugatan lain juga ditunjukkan oleh Wedawati yang memilih untuk tidak menikah dan menjadi pertapa perempuan. Selanjutnya adalah sikap yang ditunjukkan oleh tokoh Ibu Tiri Wedawati yang turut melanggengkan kondisi inferior perempuan dengan mengamankan posisinya dalam keluarga. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa CCA banyak menunjukkan peristiwa-peristiwa yang dapat dianalisis dengan perspektif feminis sastra terkait dengan kedudukan dan peran perempuan dalam karya sastra. Kata kunci: Kedudukan perempuan, dominasi patriarki, feminis sastra, cerita Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer.
Kritik Sosial dalam Cerpen “Maskapai Liong Mabur” Karya Sujiwo Tejo Safitri, Fajar Diana; Nabila, Atika Silma; Fakhrunnisa, Ritma; Edwar, Valentina Edellwiz
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v6i2.24304

Abstract

Penelitian ini mengkaji kritik sosial yang terdapat dalam cerpen "Maskapai Liong Mabur" karya Sujiwo Tejo. Cerpen tersebut merupakan bentuk transformasi dari teks hipogram yang terdapat dalam lakon wayang Gatotkaca Winisuda. Berdasarkan analisis, Sujiwo Tejo meneruskan dan melakukan penyimpangan terhadap naskah hipogram. Penerusan dan penyimpangan teks tersebut digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial kepada pemuda Indonesia. Sujiwo Tejo menjadikan Gatutkaca sebagai sosok idealis bagi pemuda Indonesia. Hal tersebut karena tokoh Gatutkaca diciptakan oleh penyair Jawa secara sempurna sebagai pribadi yang kuat, sukses, dan produktif. Selain itu, melalui sudut pandang tokoh Gatutkaca yang hidup di zaman kerajaan dan zaman modern, Sujiwo Tejo melakukan kritik sosial kepada masyarakat. Sujiwo Tejo menyayangkan sikap masyarakat Indonesia yang latah terhadap tren/isu, terlalu santai dalam menghadapi perubahan, dan mulai melupakan ilmu bertahan hidup di alam karena kecanggihan teknologi.
Kekuasaan Biopolitik Negara dalam Novel Pengacara Jalanan Karya John Grisham: Kritik Homo Sacer Giorgio Agamben Valentina Edellwiz Edwar; M Alfian
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.1006

Abstract

This research reveals the american state's political strategy in managing the law for citizens, as well as citizen resistance in the American political and legal space in Pengacara Jalanan. The research question asked is (1) what is the life form of homeless politically and legally?; and (2) how does homelessness act to save his life in the political and legal space of the country? This problem of biopolitic space (politics and law) was analyzed using Giorgio Agamben's theory of political philosophy manifested in the concepts of sovereign power, bare life, and homo sacer. The research method used is qualitative descriptive. Data is collected through library studies and listening techniques. Data analysis is carried out by content analysis: data reduction, data classification, and data analysis. The results of the study are (1) homeless life experiences ambivalence because it is inside the legal space of the country, as well as being outside the state law because of the impact of political suspension of the law. The ambivalent life of homelessness results in the death of homelessness as a legal-juridical prevalence; (2) The act of homelessness to obtain a happy form of life is realized by moderate actions and radical actions, both of which are faced with sovereign power. John Grisham's novel Pengacara Jalanan is a representative critique of America's democratic pattern of governing the social body and political body of its citizens.
Reflection of Religious Practices of Indonesian Society in Joko Pinurbo’s Poetry Edwar, Valentina Edellwiz; Fakhrunnisa, Ritma; Safitri, Fajar Diana; Nabila, Atika Silma
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/gjbs.v5i2.38557

Abstract

This study aims to analyze the empty space in Joko Pinurbo’s poetries with Iser's reception theory, especially the concept of unbesthimmheit (empty space), which can be filled by interpreting the text based on the reader's repertoire. The research method is descriptive qualitative. The analysis is carried out by identifying the repertoire, empty space, filling the empty space, actualizing meaning, and interpreting the aesthetic effect. The results of the study are: 1) visual form, titimangsa, and diction are clues that refer to the repertoire, namely religious practices in Indonesia in 2015-2016, 2) empty space in the form of metaphorical ambiguity and the absence of explanation of causal relations in the text, 3) empty space is filled with SARA conflicts and identity polarization, especially the case of Ahok and Meiliana as defendants in blasphemy, 4) aesthetic interpretation in the form of reflection on religious practices that are trapped in rituals so that they are vulnerable to intolerance, the solution is the actualization of love for others.