Penelitian ini mengkaji kritik sosial yang terdapat dalam cerpen "Maskapai Liong Mabur" karya Sujiwo Tejo. Cerpen tersebut merupakan bentuk transformasi dari teks hipogram yang terdapat dalam lakon wayang Gatotkaca Winisuda. Berdasarkan analisis, Sujiwo Tejo meneruskan dan melakukan penyimpangan terhadap naskah hipogram. Penerusan dan penyimpangan teks tersebut digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial kepada pemuda Indonesia. Sujiwo Tejo menjadikan Gatutkaca sebagai sosok idealis bagi pemuda Indonesia. Hal tersebut karena tokoh Gatutkaca diciptakan oleh penyair Jawa secara sempurna sebagai pribadi yang kuat, sukses, dan produktif. Selain itu, melalui sudut pandang tokoh Gatutkaca yang hidup di zaman kerajaan dan zaman modern, Sujiwo Tejo melakukan kritik sosial kepada masyarakat. Sujiwo Tejo menyayangkan sikap masyarakat Indonesia yang latah terhadap tren/isu, terlalu santai dalam menghadapi perubahan, dan mulai melupakan ilmu bertahan hidup di alam karena kecanggihan teknologi.
Copyrights © 2025