Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Komunikasi Konsolidasi Organisasi Dakwah di Indonesia saat Merespons Tantangan Politik Muhammad Hildan Azizi
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.64

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk komunikasi konsolidasi pada Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang bertujuan menjaga eksistensi organisasi ketika menghadapi tantangan politik internal maupun eksternal. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif, serta melibatkan analisis isi dengan menggunakan pendekatan hermeneutika dalam mengkaji wacana dokumen-dokumen teks komunikasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat terjadi infiltrasi dari partai politik dan komunikasi Rais Aam PBNU saat menghadapi dinamika politik internal saat Muktamar NU ke-33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi konsolidasi politik dilakukan dengan mengedepankan ikatan sosial dan loyalitas anggota melalui komunikasi yang menyeluruh. Teknik konsolidasi yang digunakan meliputi penguatan nilai-nilai dasar organisasi, penggunaan sumber kekuasaan internal, serta penerapan instrumen konsolidasi struktural dan kultural. Kajian ini menyimpulkan bahwa konsolidasi dalam organisasi dakwah tidak hanya berfungsi untuk mengatasi konflik internal, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ikatan sosial-politik dalam organisasi. Kajian ini menyarankan pengembangan lebih lanjut mengenai variasi teknik komunikasi konsolidasi yang sesuai dengan jenis masalah organisasi dakwah.
Pragmatik dan Hermeneutik sebagai Kerangka Analisis Komunikasi Politik dalam Organisasi Islam Muhammad Hildan Azizi
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.71

Abstract

Kajian pragmatika dan hermeneutika yang kompleks perlu didudukkan dengan tepat agar kerangka keterampilan analisis komunikasi politik pada organisasi keislaman dapat diterapkan secara tepat dan cepat. Studi ini bertujuan mendudukkan kedua perangkat ilmu itu dengan menganalisis kasus pidato Ahok (2017) dan Abdullah bin Ubay (Ekspedisi Musthaliq). Berdasarkan metode kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini mengkaji pendapat ahli linguistik dan ahli komunikasi dalam memaknai teks politik yang didapatkan datanya dari salinan putusan pengadilan di website Mahkamah Agung dan artikel jurnal ilmiah nasional. Temuan menunjukkan bahwa pragmatika efektif mengidentifikasi tindak tutur terselubung seperti kampanye atau provokasi, sementara hermeneutika membantu memahami konteks di balik teks. Namun, kedua pendekatan memiliki kelemahan: analisis fragmen teks (hermeneutika) berisiko mengabaikan keseluruhan pesan, sedangkan pragmatika sering gagal mengaitkan tuturan dengan strategi politik. Studi ini menekankan pentingnya integrasi kedua pendekatan secara interdisipliner dengan teori kekuasaan untuk mengungkap relasi bahasa, konteks, dan agenda politik.