Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa Dakwah Struktural pada Debat Politik Para Nabi dalam Al-Qur’an Muhammad Hildan Azizi
Dakwah Vol 9 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v9i1.2207

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesantunan berbahasa para nabi ketika berdakwah struktural melalui debat politik terhadap penguasa pada zamannya. Dakwah harus dilakukan dengan baik, termasuk jika menggunakan metode debat, maka harus berbantah dengan santun. Bahkan ketika debat terhadap penguasa penentang kebenaran yang berimplikasi secara politik, seperti yang dicontohkan para nabi ketika berdebat dengan penguasa pada zamannya. Studi ini berdasarkan pada teori pragmatik dan konsep kesantunan komunikasi Islam, menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis debat para nabi terhadap penguasa sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an. Studi ini menyimpulkan bahwa sekalipun para nabi berada pada posisi benar namun tetap menerapkan prinsip kesantunan berbahasa ketika berdebat kepada pihak pemilik kekuasaan politik yang menentang kebenaran. Prinsip kesantunan paling utama yang diterapkan adalah qawlan sadida atau be clear terhadap kebenaran. Juga terdapat penerapan prinsip qawlan ma'rūfa, qawlan tsaqīla, qawlan maysūra atau be polite berdasarkan pertimbangan cost-benefit, indirectness, optionality; sehingga menekankan pada kesadaran daripada paksaan.
Pemetaan Pemangku Kepentingan dalam Komunikasi Organisasi Nabi Muhammad pada Peristiwa Sebab Turunnya QS. ‘Abasa: 1-16 Muhammad Hildan Azizi
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bhmh.v4i1.116

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan standar prioritas pemangku kepentingan organisasi dakwah berdasarkan studi kasus peristiwa yang melatarbelakangi turunnya QS. ‘Abasa 1–16. Kajian terhadap ayat tersebut selama ini cenderung berfokus pada aspek pendidikan dan inklusivitas bagi kaum difabel, sedangkan studi ini menegaskan adanya pelajaran mengenai praktik komunikasi organisasi. Penelitian berangkat dari asumsi bahwa kegiatan dakwah Nabi Muhammad berlangsung secara terorganisir. Teori stakeholder mapping digunakan sebagai pisau analisis dengan penekanan pada kuadran power–interest, attitude, dan relasi kuasa antarpemangku kepentingan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari kajian Asbabun Nuzul, tafsir, dan sumber sejarah yang memuat profil pemangku kepentingan terkait peristiwa tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa subject yang memiliki interest tinggi, power rendah, dan sikap positif jauh lebih menjadi prioritas dibandingkan context setter yang memiliki power tinggi tetapi tidak memiliki interest serta bersikap negatif terhadap organisasi. Prioritas ini juga lebih tinggi dibandingkan key player dengan sikap ambivalen. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa organisasi dakwah skala kecil bergantung pada penguatan subject positif internal, sambil menunda komunikasi intens yang lebih kompleks dengan key player ambivalen atau koalisi context setter negatif yang berpotensi menimbulkan tekanan politik yang berbahaya bagi organisasi dakwah kecil.