Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Sistem Tumpang Sari Kopi Robusta dan Nilam sebagai Upaya Diversifikasi Usaha Tani di Desa Teuladan Putera, Muzakkir; Zulfan, Zulfan; Wiguna, Husein Sadewa; Fajri, Muhammad Iqbal; Riady, Muhammad Antos; Newton, Newton
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v4i2.513

Abstract

Desa Teuladan, located in kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar Regency, has long been known as a center for patchouli cultivation, which has become the main source of income for the local community. However, limited processing facilities, particularly the lack of patchouli oil distillation equipment, have posed serious obstacles, leading to decreased farmer incomes. In an effort to maintain economic sustainability, some farmers have started to switch to cultivating robusta coffee, which is considered more stable in terms of market demand and selling price. Nevertheless, the desire to preserve patchouli as an identity commodity of the village remains strong. This community service activity was carried out to assist farmers in optimizing land use through the application of an intercropping system combining robusta coffee and patchouli. The stages of the activity included socialization of the intercropping concept, training on integrated cultivation techniques, preparation of seedlings, and discussions with farmers regarding the selection of appropriate planting patterns. Based on group discussions, the border method was considered easier to understand and apply, and more suitable for land conditions with existing natural shade trees. Therefore, the probability of adopting the border method as the main planting pattern is estimated at around 80%. This initiative is expected not only to help improve land productivity and diversify income but also to strengthen farmers’ capacity in managing a more adaptive and sustainable cultivation system.
Data Mining dan Big Data Dalam Dunia Industri putera, Muzakkir; Newton, Newton; Parkhurst, Helen; Rezaldi, Muhammad; Lestari, Sri Indah; Oziana, Deea Rizki; Hulwani, Zati
Jurnal Industri dan Inovasi (INVASI) Vol 3, No 1 (2025): Vol 3, No 1 (September 2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/invasi.v3i1.12756

Abstract

salah satu metode klastering yang paling populer dan banyak digunakan dalam analisis data tak berlabel. Metode ini bertujuan untuk membagi sekumpulan data ke dalam sejumlah klaster yang telah ditentukan sebelumnya, berdasarkan kedekatan data terhadap pusat klaster (centroid). Proses K-Means dimulai dengan menentukan jumlah klaster (k), kemudian memilih centroid awal secara acak. Setiap data kemudian diklasifikasikan ke klaster terdekat berdasarkan jarak Euclidean. Selanjutnya, centroid diperbarui berdasarkan rata-rata data dalam masing-masing klaster, dan proses ini diulang hingga pusat klaster tidak lagi berubah secara signifikan. Kelebihan metode ini adalah kesederhanaannya dan efisiensi komputasinya, namun K-Means juga memiliki keterbatasan seperti kepekaan terhadap pemilihan centroid awal dan ketidaksesuaian dalam menangani data non-linier atau berbentuk kompleks. Metode ini banyak diaplikasikan dalam segmentasi pasar, pengenalan pola, analisis citra, dan pengelompokan dokumen.
Penilaian Pemelihan Vendor Produksi Terbaik Menggunakan Metode Weighted Sum Model (WSM) putera, Muzakkir; Newton, Newton; Parkhurst, Helen; Meutia Hidayati, Dian
Jurnal Industri dan Inovasi (INVASI) Vol 3, No 1 (2025): Vol 3, No 1 (September 2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/invasi.v3i1.12814

Abstract

Pemilihan vendor yang tepat sangat krusial dalam mendukung kelancaran proyek pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan vendor terbaik dari tiga kandidat dengan menggunakan metode Weighted Sum Model (WSM). Empat kriteria digunakan dalam penilaian yaitu biaya, kualitas, waktu penyelesaian, dan reputasi, masing-masing dengan bobot 0.4, 0.3, 0.2, dan 0.1. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Vendor C memperoleh skor tertinggi yaitu 7.7, sehingga dinyatakan sebagai vendor terbaik.