Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS SCATTER DAN POWDER FACTOR PADA PELEDAKAN DI TAMBANG AIR LAYA PT BUKIT ASAM, TBK Hulwani, Zati; Oziana, Deea Rizki; Muchlis, Muchlis
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i1.42412

Abstract

Peledakan merupakan metode penting dalam aktivitas pemberaian batuan pada pertambangan karena ekonomis dan efisien. PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) menggunakan metode peledakan untuk memberai batuan tanah penutup (interburden) di Tambang Air Laya disebabkan penggunaan alat mekanis dianggap tidak efektif. Teknik peledakan berbasis delay diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pemberaian dan mengurangi dampak getaran tanah. Penelitian ini bertujuan menghitung jumlah lubang ledak yang meledak bersamaan (scatter) berdasarkan surface delay, serta menghitung powder factor pada kegiatan peledakan di PTBA. Penelitian menggunakan metode perhitungan spreadsheet sederhana sebagai alternatif perangkat lunak komersial yang mahal. Metode penelitian meliputi studi literatur, pengamatan lapangan, serta pengumpulan data primer dan sekunder di Tambang Air Laya Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lubang ledak yang paling banyak meledak bersamaan adalah pada tanggal 14 September 2015 yaitu sebanyak 37 lubang, semakin banyak lubang ledak yang meledak bersamaan maka getaran yang dihasilkan juga besar.  Dari hasil pengambilan data di lapangan didapatkan powder factor terbesar, diasumsikan terbaik, ada pada peledakan ke-5, tanggal 17-09-2015, dengan powder factor bernilai 0,283 kg/ton dan 0,290 kg/ton. Kata kunci: Getaran Tanah, Peledakan, Powder Factor, Scatter, Tambang Air Laya
Analisis endapan emas plaser di daerah Kecamatan Sungai Mas dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh Ramadhan, Muhammad Wahyu; Aziz, Mochammad; Hulwani, Zati; Oziana, Deea Rizki; Akbar*, Muhammad Arief
Acta Geoscience, Energy, and Mining Vol 3, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Departemen Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/actaGEM.v3i3.36750

Abstract

Kecamatan Sungai Mas merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Barat yangKecamatan Sungai Mas merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Aceh Barat yang terletak di area Patahan Sumatera. Jalur ini merupakan daerah yang cukup potensial untuk pembentukan mineralisasi, termasuk emas. Kondisi geomorfologi daerah penelitian terdiri dari perbukitan yang tererosi dan dataran aluvial. Endapan emas plaser merupakan endapan yang terbentuk akibat adanya arus transportasi yang sangat kuat melewati barisan gelombang di perbukitan yang terdapat kandungan emas primer dan telah mengalami pelapukan, akibat arus yang kuat ini menghasilkan gaya turbulensi yang menyebabkan mineral-mineral logam berat terbawa oleh arus dan mengendapkan kembali di area sekunder dengan arus yang lebih lemah. Berdasarkan hal ini maka penelitian ini akan berfokus kepada pemetaan geologi permukaan dan kerakteristik pengendapan aluvial serta pesebaran mineral berat yang ada pada daerah penelitian menggunakan metode analisis grain counting sebagai pemanfaatan sumber daya mineral berdasarkan aspek plaser deposit yang terjadi pada lokasi penelitian dan analisis kondisi PH air dengan menggunakan kertas lakmus untuk mengetahui sifat keasaman air dalam aspek lingkungan pertambangan dan sekitarnya. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian berdasarkan kondisi geologinya yaitu kondisi geomorfologi pada lokasi penelitian yang terdiri dari bentuklahan tubuh sungai, bentuklahan zona point bar dan channel bar, bentuklahan terrace river, bentuklahan kaki gunungapi dan bentuklahan perbukitan denudasional gunungapi. Kondisi pesebaran satuan batuan di lokasi penelitian terdiri dari satuan andesit, satuan aglomerat, satuan konglomerat, satuan limonit dan satuan endapan aluvium muda. Sedangkan hasil dari analisis grain counting mendapatkan bahwa lokasi penelitian didominasi oleh mineral magnetik, mineral kuarsa, mineral pirit, mineral kalkopirit dan mineral emas. Kondisi air daerah penelitian memiliki tingkat PH berkisar antara 4,5 - 5,5 yang menunjukan sifat ke-asam.
SLOPE STABILITY ANALYSIS OF DISPOSAL AREA WITH GROUNDWATER TABLE AND MATERIAL DENSITY VARIATIONS USING THE BISHOP METHOD Oziana, Deea Rizki; Ramadhandi, Farhan; Hulwani, Zati; Harisman, Hendra; Alam, Pocut Nurul
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 23, No 01 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v23i01.7365

Abstract

Slope stability is crucial in mining activities, particularly in disposal areas composed of loose materials with varying geotechnical conditions. Groundwater level and material density are significant factors that influence slope stability. This study aims to analyze the effects of groundwater level variations and material density on the safety factor of disposal slopes using the Bishop method within the GeoStudio SLOPE/W software framework. The research was conducted in a coal mine disposal area, divided into three cross-sections: A–A’, B–B’, and C–C’. Simulations were performed under three conditions: unsaturated (normal), saturated (due to intense rainfall), and threshold (the maximum critical condition still considered stable). The results show that rising groundwater levels significantly reduce the slope’s safety factor (SF). Under saturated conditions, the SF for all three cross-sections dropped below 1.0, indicating unstable slopes. Specifically, the SF declined from 1.15 to 0.72 for section A–A’, from 1.16 to 0.55 for B–B’, and from 1.18 to 0.81 for C–C’. In contrast, an increase in wet material density led to only moderate reductions in SF, with values remaining above 1.0. The combination of high groundwater levels and increased material density poses a critical risk factor for potential slope failure. Continuous hydrogeological monitoring is therefore essential to ensure the long-term stability of mine disposal areas. Keywords: slope stability, groundwater table, material density
ANALISIS SCATTER DAN POWDER FACTOR PADA PELEDAKAN DI TAMBANG AIR LAYA PT BUKIT ASAM, TBK Hulwani, Zati; Oziana, Deea Rizki; Muchlis, Muchlis
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i1.42412

Abstract

Peledakan merupakan metode penting dalam aktivitas pemberaian batuan pada pertambangan karena ekonomis dan efisien. PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) menggunakan metode peledakan untuk memberai batuan tanah penutup (interburden) di Tambang Air Laya disebabkan penggunaan alat mekanis dianggap tidak efektif. Teknik peledakan berbasis delay diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pemberaian dan mengurangi dampak getaran tanah. Penelitian ini bertujuan menghitung jumlah lubang ledak yang meledak bersamaan (scatter) berdasarkan surface delay, serta menghitung powder factor pada kegiatan peledakan di PTBA. Penelitian menggunakan metode perhitungan spreadsheet sederhana sebagai alternatif perangkat lunak komersial yang mahal. Metode penelitian meliputi studi literatur, pengamatan lapangan, serta pengumpulan data primer dan sekunder di Tambang Air Laya Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lubang ledak yang paling banyak meledak bersamaan adalah pada tanggal 14 September 2015 yaitu sebanyak 37 lubang, semakin banyak lubang ledak yang meledak bersamaan maka getaran yang dihasilkan juga besar.  Dari hasil pengambilan data di lapangan didapatkan powder factor terbesar, diasumsikan terbaik, ada pada peledakan ke-5, tanggal 17-09-2015, dengan powder factor bernilai 0,283 kg/ton dan 0,290 kg/ton. Kata kunci: Getaran Tanah, Peledakan, Powder Factor, Scatter, Tambang Air Laya
Data Mining dan Big Data Dalam Dunia Industri putera, Muzakkir; Newton, Newton; Parkhurst, Helen; Rezaldi, Muhammad; Lestari, Sri Indah; Oziana, Deea Rizki; Hulwani, Zati
Jurnal Industri dan Inovasi (INVASI) Vol 3, No 1 (2025): Vol 3, No 1 (September 2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/invasi.v3i1.12756

Abstract

salah satu metode klastering yang paling populer dan banyak digunakan dalam analisis data tak berlabel. Metode ini bertujuan untuk membagi sekumpulan data ke dalam sejumlah klaster yang telah ditentukan sebelumnya, berdasarkan kedekatan data terhadap pusat klaster (centroid). Proses K-Means dimulai dengan menentukan jumlah klaster (k), kemudian memilih centroid awal secara acak. Setiap data kemudian diklasifikasikan ke klaster terdekat berdasarkan jarak Euclidean. Selanjutnya, centroid diperbarui berdasarkan rata-rata data dalam masing-masing klaster, dan proses ini diulang hingga pusat klaster tidak lagi berubah secara signifikan. Kelebihan metode ini adalah kesederhanaannya dan efisiensi komputasinya, namun K-Means juga memiliki keterbatasan seperti kepekaan terhadap pemilihan centroid awal dan ketidaksesuaian dalam menangani data non-linier atau berbentuk kompleks. Metode ini banyak diaplikasikan dalam segmentasi pasar, pengenalan pola, analisis citra, dan pengelompokan dokumen.
Production Optimization Analysis Based on Effective Working Hour of Mobile Crusher Unit 02: Case Study in PT Mifa Bersaudara, West Aceh Oziana, Deea Rizki; Syafitri Amanda; Nurul Aflah; Pocut Nurul Alam; Nurul Kamal
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Mifa Bersaudara is a coal mining company located in Meureubo, West Aceh, Indonesia. This study evaluates and optimizes the Effective Working Hours (EWH) of Mobile Crusher 02 (MC02), one of the key units in the coal crushing process. The primary constraint identified is the inability to achieve production targets due to excessive downtime, particularly standby time and equipment breakdowns, which significantly reduce operational efficiency. A quantitative descriptive approach was applied using primary field observations and secondary production data from May to June 2025. The analysis focused on downtime components, effective working hours, and equipment availability based on Mechanical Availability (MA), Physical Availability (PA), Utilization of Availability (UA), and Effective Utilization (EU). Results indicate that MC02 operated for an average of only 7 effective working hours out of 10.05 available hours, reflecting an efficiency level of 69.65%. Standby time accounted for the largest portion of downtime at 141.86 hours. Following the implementation of operational improvements aimed at reducing delays, overall efficiency increased, and production rose from 128,505 tons to 168,864 tons, achieving 112% of the targeted output. These findings demonstrate that improving EWH has a direct and significant impact on crusher productivity and provides a foundation for future operational optimization in the coal processing system.