Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Designing of Evaporator Length in Very Low Temperature Chest Freezer by using Environmentally Friendly Refrigerant R290 Sumeru, Kasni; Nugraha, Ridwan; Badarudin, Apip; Simbolon, Luga Martin; bin Sukri, Mohamad Firdaus; Yuningsih, Nani
Jurnal Polimesin Vol 21, No 5 (2023): October
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i5.4103

Abstract

Chest freezers generally use R600a or R134a as working fluids. When using R600a, the minimum cabin temperature is only -10oC, whereas when using R134a, it can reach -25oC. The purpose of this study is to calculate the evaporator length of a chest freezer that uses R290 as a refrigerant so that its cabin temperature can reach below 35 oC, lower than the cabin temperature of a typical chest freezer. Calculation of the evaporator pipe length is done using the forced convection heat transfer equation to calculate the heat transfer coefficient inside the evaporator pipe and natural heat transfer to calculate the heat transfer coefficient outside the evaporator pipe.  Based on the calculations, the chest freezer has a compressor capacity of 200 W, an evaporator length of 3.57 m, and a diameter of 3/8 inch or 9.52 mm. The test results show that the temperature of the chest freezer cabin can reach -36oC in the 36th minute with a cooling capacity of 289 W, while the input power and COP are 198 watts and 1.46, respectively. Compared to R134a, the use of R290 is more advantageous. In addition to lower cabin temperatures, it is also much more environmentally friendly, because the GWP (global warming potential) value of R134a is much higher than that of R290. It means that the use of R290 as a working fluid in the chest freezer will significantly reduce emissions of gases that cause global warming.
Pencapaian dan Tantangan dalam Penerapan Alarm Management System (AMS) di Badak LNG Nugraha, Ridwan
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2019.11.1.3

Abstract

Kebutuhan akan efektivitas dan efisiensi dalam segala dimensi pada dunia industri yang kian kompetitif menjadi hal yang sangat penting. Untuk mencapai hal tersebut, interaksi antara manusia dan mesin harus berjalan seoptimal mungkin. Salah satu komponen penting dalam interaksi tersebut adalah sistem alarm. Oleh karena itu, dikembangkanlah Alarm Management System (AMS) yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas alarm agar Operator dapat bertindak dengan tepat saat dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat meningkakan keamanan dan kehandalan kilang, serta kualitas produk yang dihasilkan.Didorong oleh kebutuhan tersebut dan juga regulasi industri yang semakin ketat, maka sejak tahun 2013, Badak LNG mulai mengimplementasikan AMS secara bertahap. Penerapan AMS dilakukan berdasarkan standar ANSI/ISA-18.2 dan EEMUA-191. Perencanaan dan strategi berjangka diperlukan agar AMS dapat diterapkan secara sepenuhnya di seluruh area kilang Badak LNG.Makalah ini menjelaskan mengenai pencapaian dan tantangan Badak LNG dalam menerapkan AMS secara bertahap dari tahun ke tahun. Dimulai dengan identifikasi Bad Actors secara manual hingga dengan bantuan software, rasionalisasi alarm yang semakin efisien seiring bertambahnya pengalaman, hingga penentuan target-target di masa yang akan datang seperti salah satunya penerapan real-time Alarm Management di Badak LNG. Dengan demikian sistem alarm benar-benar dapat membantu Operator dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi di Badak LNG secara optimal.
Isu-Isu Kontemporer Dalam Dunia Kerja Nugraha, Ridwan; Pratiwi, Nia; Bachtiar, Machdum
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 1 (2026): Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/65eq7185

Abstract

Perubahan dunia kerja modern ditandai oleh perkembangan teknologi digital, globalisasi ekonomi, serta dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks. Berbagai isu kontemporer seperti outsourcing, kecerdasan buatan, otomatisasi, model kerja fleksibel dan hybrid, pemutusan hubungan kerja (PHK), serta sistem kompensasi menjadi faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai isu kontemporer dalam dunia kerja serta dampaknya terhadap organisasi dan tenaga kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, regulasi ketenagakerjaan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa outsourcing memberikan efisiensi operasional bagi perusahaan namun berpotensi menimbulkan ketidakpastian kerja bagi pekerja. Perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi meningkatkan produktivitas sekaligus memunculkan tantangan baru berupa perubahan struktur pekerjaan. Model kerja fleksibel dan hybrid memberikan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi, tetapi membutuhkan adaptasi kepemimpinan dan komunikasi organisasi. Selain itu, meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja berdampak pada kesejahteraan ekonomi dan mental pekerja, sementara sistem kompensasi yang adil menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan organisasi dan regulasi pemerintah yang adaptif untuk menciptakan keseimbangan antara efisiensi bisnis dan perlindungan tenaga kerja. Changes in the modern workplace are characterized by the development of digital technology, economic globalization, and increasingly complex industrial relations dynamics. Contemporary issues such as outsourcing, artificial intelligence, automation, flexible and hybrid work models, layoffs, and compensation systems are becoming crucial factors in human resource management. This study aims to analyze contemporary issues in the workplace and their impact on organizations and the workforce. The research method used is a literature review, reviewing various scientific journals, labor regulations, and relevant previous research. The study's findings indicate that outsourcing provides operational efficiency for companies but has the potential to create job insecurity for workers. Developments in artificial intelligence and automation increase productivity while simultaneously presenting new challenges in the form of changes in job structures. Flexible and hybrid work models provide work-life balance but require adaptations in leadership and organizational communication. Furthermore, the increasing number of layoffs impacts workers' economic and mental well-being, while a fair compensation system is a crucial factor in increasing motivation and productivity. Therefore, adaptive organizational policies and government regulations are needed to strike a balance between business efficiency and employee protection.