Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kaji Eksperimental Termoelektrik Sebagai Penghasil Air Dengan Variasi Kecepatan Udara Tresna, Agisnia; Prasetyo, Bowo Yuli; Simbolon, Luga Martin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5366

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup. Namun, ketersediaan air saat ini menjadi perhatian khusus. Proses kondensasi dapat dimanfaatkan menjadi sumber air baru, melalui penggabungan titik-titik embun. Penelitian ini akan mengkaji secara langsung pendinginan yang dihasilkan oleh termoelektrik, untuk menghasilkan air. Disamping performansi, kapasitas pendinginan dan laju pengembunan juga akan diamati. Pengujian dilakukan melalui pengaturan kecepatan udara, tegangan kerja dan jumlah modul termoelektrik dengan total 16 variasi, masing-masing variasi dilakukan selama 2 jam. Hasil yang diperoleh pada pengkajian ini menjelaskan bahwa semakin besar kecepatan yang diatur dengan tegangan kerja lebih besar maka nilai kapasitas pendinginan, laju pegembunan akan semakin besar. Kapasitas pendinginan terbesar bernilai 0.00807 kJ/s, nilai laju pengembunan terbesar bernilai 0.00221 kg/s, terdapat pada variasi ke-16 dengan kecepatan udara yang digunakan 0.5 m/s. Nilai COP terbesar bernilai 1.87 pada variasi ke-1 dan COP terendah bernilai 0.58 pada variasi ke-4. Hasil eksperimen juga menunjukan bahwa kecepatan udara berbanding terbalik terhadap jumlah air yang dihasilkan. Jumlah air terbanyak terdapat pada variasi ke-8 sebanyak 12.2 ml/2jam dengan konsumsi energi listrik 100.1 watt, kecepatan udara sebesar 0.3 m/s. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa termoeletrik dapat dimanfaatkan sebagai penghasil air baru melalui hasil pengujian yang telah ditunjukan.
Kaji Eksperimental Pengaruh Variasi Durasi Pemvakuman terhadap Performansi AC berdasarkan Metode CSPF Septiyany, Risma; Setyawan, Andriyanto; Simbolon, Luga Martin; Najmudin, Hafid
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5381

Abstract

Menghilangkan udara, uap air serta gas-gas tidak terkondensasi lain yang mungkin terperangkap pada sistem selama proses instalasi berlangsung adalah tujuan utama dari proses pemvakuman unit AC split. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya serta kondisi di lapangan, ditemukan adanya variasi pada durasi pemvakuman. Hal ini tidak hanya berdampak pada jumlah udara, uap air serta gas-gas tidak terkondensasi lain yang dihilangkan oleh pompa vakum, tapi juga performansi dari sistem itu sendiri. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya, dilakukan uji performansi pada suatu unit AC split dengan memvariasikan durasi pemvakuman mulai dari 0, 15, 30, 45 hingga 60 menit. Selama pengujian, indoor chamber dipertahankan pada TDB 27°C dan TWB 19°C sementara outdoor chamber pada TDB 35°C dan TWB 24°C. Adapun metode perhitungan yang digunakan yaitu Cooling Seasonal Performance Factor (CSPF) berdasarkan standard ISO 16358-1. Hasil pengujian menunjukan bahwa sistem yang tidak divakum menghasilkan performansi terendah dengan nilai CSPF 3,72. Sedangkan sistem yang divakum menunjukan hasil yang lebih baik dengan nilai CSPF tertinggi sebesar 3,85 pada variasi 60 menit. Artinya, proses pemvakuman dapat meningkatkan performansi suatu unit AC hingga 3,5%. Selain itu juga ditunjukkan bahwa pemvakuman dengan durasi 15 menit menghasikan kenaikan performansi yang signifikan jika dibandingkan dengan unit yang tidak divakum.
Kaji Eksperimental Pengaruh Variasi Massa Refrigeran terhadap Kinerja AC Split menggunakan Metode CSPF Julyanti, Annissa Ayu; Setyawan, Andriyanto; Simbolon, Luga Martin; Najmudin, Hafid
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5382

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan kinerja AC Split adalah jumlah refrigeran dan besarnya kapasitas AC Split. Kinerja AC Split dapat dinilai pada kondisi kerja meliputi kapasitas pendinginan serta daya masukan yang dikonsumsi oleh mesin berdasarkan jumlah refrigeran yang masuk ke dalam sistem. Untuk mengetahui jumlah refrigeran tersebut pengisian refrigeran perlu dilakukan, salah satunya pengisian berdasarkan tekanan. Namun, jika tekanannya terlalu tinggi akan menyebabkan beberapa dampak buruk terhadap kondisi kerja AC Split. Agar AC Split dapat menghasilkan kondisi kerja terbaik, massa refrigeran yang masuk ke dalam AC Split perlu dipertimbangkan. Untuk menganalisis kondisi kerja tersebut, penulis melakukan penelitian berdasarkan standar ISO 5151 dengan menguji AC Split kapasitas 1 PK menggunakan refrigeran R-410A. Refrigeran divariasikan sebesar 70%, 80%, 90%, 100%, 110%, dan 120% dari massa pengisian idealnya dengan besar selisih tiap variasi sebesar 58 gram. Metode perhitungan kinerja yang dipilih yaitu Cooling Seasonal Performance Factor (CSPF) berdasarkan standar ISO 16538-1. Hasil pengujian ini menunjukkan seberapa besar pengaruh jumlah massa refrigeran terhadap kinerja AC Split dan hasil kinerja terbesar diperoleh pada massa pengisian 110% dari massa pengisian idealnya. Adapun persentase kenaikan kinerja AC Split pada massa pengisian 100% dan 110% memiliki selisih di bawah 1% sehingga tidak terjadi peningkatan kinerja sistem yang signifikan.
Kaji Eksperimental Pengaruh Perubahan Tegangan Suplai terhadap Performansi Sistem AC Split Febriani, Feby; Setyawan, Andriyanto; Simbolon, Luga Martin; Najmudin, Hafid
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5383

Abstract

Tegangan listrik yang disuplai ke rumah hunian sering kali berfluktuasi. Jatuh tegangan yang terjadi dapat menyebabkan besarnya tegangan yang diterima oleh konsumen tidak sebanding dengan nilai tegangan yang dikirim. Ketidaksesuaian tegangan suplai terhadap tegangan ratingnya akan berdampak pada kinerja suatu peralatan listrik, seperti pengkondisi udara (AC). Untuk memperoleh performa terbaiknya maka dilakukan kaji eksperimental terkait pengaruh perubahan tegangan suplai terhadap performansi AC Split yang berkapasitas pendinginan 1 PK dengan 8 variasi perubahan tegangan. Besarnya tegangan yang disuplai dalam pengoperasian AC diatur mulai dari 240 V ke 170 V, dengan penurunan sebesar 10 V menggunakan AC Power Source. Pengujian ini dilakukan di dalam psychrometric chamber yang dirancang sesuai standar ISO 5151 pada TDB,indoor side = 27⁰C, TWB,indoor side = 19⁰C, TDB,outdoor side = 35⁰C serta TWB,outdoor side = 24⁰C. Hasil dari pengujian ini didapatkan bahwa sistem bertegangan 220 V menghasilkan nilai EER paling optimum yakni sebesar 11,26 (Btu/hr)/W, sistem bertegangan 240 V mengalami penurunan hingga mencapai 10,96 (Btu/hr)/W sedangkan sistem bertegangan rendah 170 V memberikan pengaruh besar terhadap penurunan performansi hingga 7,6% yang hanya mencapai 10,38 (Btu/hr)/W.
Rancang Bangun Sistem Simulasi Pendeteksi Kebocoran Refrigeran Melalui WhatsApp pada Sistem Refrigerasi Putra, Teguh Erdinda; Erham, Eddy; Ayu, Wirenda Sekar; Simbolon, Luga Martin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5385

Abstract

Dalam bidang refrigerasi dan tata udara, kebocoran refrigeran merupakan hal yang seharusnya dihindari. Namun, ketika sudah terlanjur bocor maka diperlukan pendeteksian dini agar kebocoran dapat dihentikan. Untuk mencegah kebocoran yang lebih banyak serta mendeteksi adanya kebocoran tersebut maka dilakukan rancang bangun sistem simulasi pendeteksi kebocoran refrigeran. Untuk itu digunakan board ESP8266 sebagai mikrokontroler serta software Arduino IDE. Menggunakan sensor MQ-6 yang mampu mendeteksi gas yang mengandung LPG, butana, propana, dan LNG. Hasilnya adalah ketika refrigeran bocor telah mencapai nilai ambang batas yang dirancang, sistem ini akan memberikan peringatan berupa bunyi buzzer di sekitar lokasi peralatan dan secara bersamaan mengirimkan peringatan ini ke smartphone melalui WhatsApp dengan bantuan bot dari callmebot yang terus mengirimkan peringatan setiap 5 detik sekali selama refrigeran yang terdeteksi berada di atas nilai ambang batas.
Kaji Eksperimental Termoelektrik Sebagai Penghasil Air Dengan Variasi Bentuk Heat Sink Wardana, Muhammad Iqro Mahesa; Prasetyo, Bowo Yuli; Simbolon, Luga Martin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5396

Abstract

Air merupakan bagian dari kehidupan makhluk hidup, diantaranya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Salah satu cara menghasilkan air yaitu dengan cara mengambil uap air yang ada di dalam udara. Kombinasi titik uap air dapat menjadi sumber air baru. Peneliti akan melakukan pengkajian terhadap termoelektrik sebagai penghasil air dengan variasi bentuk heat sink. Disamping pengaruh variasi heat sink terhadap air, laju pengembunan, besar kapasitas pendinginan, nilai COP yang dihasilkan termoelektrik, nilai BF heat sink akan diamati. Pengujian melalui pengaturan pada tegangan kerja termoelektrik dan bentuk heat sink yang digunakan berjumlah 3 buah, dengan total 12 variasi. Hasil yang didapat pada penelitian ini menjelaskan bahwa bentuk heat sink yang memiliki jumlah sirip yang lebih banyak akan mempengaruhi jumlah air dan laju pengembunan, sehingga besarnya jumlah air dan laju pengembunan akan berbanding lurus dengan jumlah sirip heat sink. Jumlah air terbanyak sebesar 14 ml/2jam, laju pengembunan terbesar sebanyak 0.00120 g/s, terdapat pada variasi ke-10 dengan menggunakan bentuk heat sink 3 dan 1. Nilai COP terbesar bernilai 2.16 pada variasi ke-1. Hasil eksperimen juga menunjukan bahwa posisi penempatan heat sink mempengaruhi nilai BF, nilai BF terkecil terdapat pada posisi belakang dengan variasi bentuk heat sink 1.
Pemanfaatan Panas Buang Dari Kondenser AC Split 2 PK untuk Penetasan Telur Bebek Fauziah , Mira; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Simbolon, Luga Martin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 15 No. 1 (2024): Prosiding 15th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v15i1.6324

Abstract

Kenaikan jumlah penduduk berdampak pada peningkatan konsumsi telur dan daging unggas, terutama daging bebek yang sebagai salah satu sumber protein, permintaan yang tinggi tidak dapat terpenuhi dengan mengandalkan induk bebek sebagai inkubator alami. Oleh karena itu, pada sistem refrigerasi ada komponen yang bisa menghasilkan panas yaitu kondenser, pemanfaatan panas buang dari kondenser bisa menjadi alternatif bagi para penetas yang bertujuan untuk membantu para peternak bebek dalam meningkatkan jumlah produksi bebek. Pada penelitian ini menggunakan kondenser dari AC Split 2 PK dengan metode mengalirkan panas buang kondenser melalui ducting ke inkubator buatan dan ke lingkungan. Telur bebek fertile membutuhkan temperatur tidak kurang dari 36ºC atau lebih dari 38ºC agar menetas, maka dari itu temperatur di inkubator dikondisikan menggunakan damper motor servo torsi 20 kg dengan bukaan damper 47%, begitupun dengan kelembaban yang harus dikondisikan tidak kurang dari 65% dan tidak lebih dari 85%. Selama masa inkubasi, 40% telur bebek fertile berhasil menetas, dengan efisiensi sistem 69%, EER 18,26 dan konsumi energi sebesar 577,74 kWh.
Comparison of Utilization an Absorption and Vapour Compression Chiller in Sub-Tropical Country Building – A Feasibility Study Simbolon, Luga Martin; Hikmat, Yudi Prana
Jurnal Internasional Penelitian Teknologi Terapan Vol 1 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Bandung State Polytechnic (Politeknik Negeri Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ijatr.v1i1.21

Abstract

The present study investigate the feasibility of absorption chiller utilization as part of trigeneration system that possibly applied in sub-tropical country building. Trigeneration is refer to the heat utilisation from electric generator (combined heat and power, CHP) to generate absorption chiller in order to produce chilled water for air conditioning system (combined cooling, heat and power, CCHP). Compare to the vapour compression system, absorption chiller that is mainly generated by heat waste, promised benefit economically and environmentally. Overall efficiency of CCHP can reach 71 % and possibly reducing emission until 146709.07 kg CO2. Economic analysis using the Payback period methodology has shown that the CCHP would produce a return on investment of 2.6 years. Improvements absorption chiller and support from government are expected to lead to increased return on investment and improved viability of the system.
Experimental Investigation on PM10 and PM2.5 Concentrations in North Bandung Wellid, Ismail; Nurfitriani, Nita; Falahuddin, Muhamad Anda; Simbolon, Luga Martin; Sunardi, Cecep; Nuryati, Neneng; bin Sukri, Mohamad Firdaus
Jurnal Internasional Penelitian Teknologi Terapan Vol 4 No 2 (2023): October 2023
Publisher : Bandung State Polytechnic (Politeknik Negeri Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ijatr.v4i2.124

Abstract

North Bandung is an area where there are several tourist attractions, including the Dago Dream Park. The main road to several locations in North Bandung is via the road in front of Terminal Dago. For this reason, the purpose of this study was to collect data on PM2.5 and PM10 concentrations at both locations, namely in front of Terminal Dago and Dago Dream Park. Data collection was carried out for seven days, from Monday to Sunday, from 08.00 to 16.00 local time. To evaluate air quality in these two places, the national standard, namely PPRI No. 22 of 2021 and international standards from WHO were applied. The measurement results show that the concentrations of PM2.5 and PM10 in these two locations are still within the national standard. Meanwhile, when evaluated with WHO standards, PM10 concentrations in both locations are still within standard, but for PM2.5, there are several days where the air quality is out of the standard. The average concentrations of PM2.5 and PM10 during the 7 days of measurement at Terminal Dago are 19.9 μg/m3 and 21.6 μg/m3, respectively. While the average concentration of PM2.5 and PM10 during 1 week of data collection were 18.9 μg/m3 and 19.9 μg/m3, respectively. This means that the concentration of PM2.5 and PM10 at Terminal Dago is slightly higher than that of at Dago Dream Park. In addition, based on an evaluation using national standards, Dago Dream Park tourist attractions still have good air quality and are safe for local residents and tourists. From the data recorded at the Health Centre (Puskesmas), the number of ARI cases in the two locations in 2020 and 2021 is relatively not much different.
Limestone Industry on PM2.5 Air Quality in Padalarang and Surrounding Areas Yuningsih, Nani; Simbolon, Luga Martin; Hidayat, Syarif; TRITJAHJONO, Rachmad Imbang; Sumeru, Husain Akbar; Raji, Lukman
Jurnal Internasional Penelitian Teknologi Terapan Vol 5 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Bandung State Polytechnic (Politeknik Negeri Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ijatr.v5i1.140

Abstract

The processing of limestone through the combustion process will cause air pollution at the combustion site and its surroundings. At the limestone processing site, Padalarang experiences relatively high air pollution. PM2.5 is one of the main pollutants produced by limestone burning, so it is very necessary to study the concentration of PM2.5 in the air in Padalarang and its surroundings. This study was conducted in Padalarang and its surroundings, where data collection was carried out in five locations, namely at the center of limestone burner, 1 km, 2 km, 3 km, and 4 km to the east of the burning center. Data collection was carried out for ten days, where each data collection was carried out for 12 hours, from 07.00 to 19.00. Based on the national standard of PPRI No. 22 of 2021, which is 55 µg/m3, the concentration in the limestone burning center and 1 km from burning center have exceeded the standard, which is 82.5 and 69.3 µg/m3. While PM2.5 concentrations at distances of 2 km, 3 km, and 4 km are below the national standard, namely 52.0, 51.6 and 50.2 µg/m3, respectively. Based on the Air Quality Index (AQI), the AQI at the burning center, distance of 1 km, 2 km, 3 km, and 4 km are Unhealthy, Unhealthy, Moderate, Moderate and Moderate, respectively. This means that areas less than 1 km away are not healthy places to live. The poor air quality in Padalarang is reflected in the much higher number of ARI cases compared to the surrounding sub-districts that do not have a limestone industry.