Rima Margareta Retnyo Gumelar
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Karakterisasi dan Respon Pemangkasan Tunas Air terhadap Produksi serta Kualitas Buah Genotipe Tomat Lokal Rima Margareta R. Gumelar; Surjono H. Sutjahjo; Siti Marwiyah; Anggi Nindita
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.772 KB) | DOI: 10.29244/jhi.5.2.73-83

Abstract

ABSTRACTThis research  was  aimed  to obtain  information  on the  performance  of the five  local tomato genotypes  and  to  study  the  effect  of  side  shoot pruning on  the  production  and  fruit  quality.  The research was  started  from January to  May  2014  in Leuwikopo  Teaching  Farm and  Post Harvest Laboratory IPB using Randomize Complete Block Design  with  two factors and  three replications. The first factor was genotype  consisting  of five different genotypes  i.e  Aceh 5, Kudamati 1, Lombok 1,  Makassar  3,  and  Situbondo GL.  The  second  factor  was  side  shoot  prunning  consisting  of two different treatments  i.e  without  side  shoot  pruning  and  side  shoot  pruning. Kudamati  1  has  high yield potential, Situbondo GL has earlier flowering and harvesting and also resistant to wilt disease. Lombok  1  has  good  fruit quality.  Plants  without  side  shoot  pruning  treatment  has  high yield potential,  and  has  medium-susceptible  resistance  to  wilt  disease. Leaf  type,  attitude  of  leaflets  in relation to main axis, fruit shape  fruit cross-sectional, end of the shaft depression, fruit-tip shape, predominant number of locules, and green shoulder indicating diversity.Keyword: tomato, pruning, yield, fruit quality ABSTRAKPenelitian  ini  bertujuan  memperoleh  informasi  keragaan  lima  genotipe tomat  lokal  dan mempelajari  pengaruh  pemangkasan  tunas  air  terhadap produksi  dan  kualitas  buah.  Penelitian dilaksanakan  pada  bulan  Januari sampai  Mei  2014  menggunakan  Rancangan  Kelompok  Lengkap Teracak dengan dua faktor dan tiga ulangan yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Pasca Panen IPB. Faktor pertama adalah genotipe yang terdiri atas 5 taraf yaitu Aceh 5, Kudamati 1, Lombok 1, Makasar 3, dan Situbondo GL. Faktor kedua adalah pemangkasan tunas air  yang  terdiri  atas dua  taraf  yaitu  tidak  dipangkas  dan  dipangkas.  Kudamati  1  memiliki potensi hasil tinggi, Situbondo GL memiliki umur berbunga lebih awal, umur panen lebih awal (genjah) dan tahan  terhadap  penyakit  layu.  Lombok  1 memiliki  kualitas  buah  yang  baik.  Tanaman  dengan perlakuan tanpa pemangkasan tunas air memiliki potensi hasil lebih tinggi dan memiliki ketahanan medium  rentan  terhadap  penyakit  layu.  Tipe  daun,  letak  anak daun  terhadap  tulang  daun  utama, bentuk  buah,  irisan  melintang  buah, ujung  tangkai,  bentuk  ujung  buah,  jumlah  rongga  buah,  dan buah hijau menunjukkan keragaman.Kata kunci: tomat, pemangkasan,hasil, kualitas buah satu batang
KAJIAN PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KADAR GISI PADI MERAH (Oryza nivara L.) PAMELEN PADA PEMUPUKAN NPK Evi Setiawati; Rima Margareta Retnyo Gumelar; Djoko Heru Pamungkas
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1290

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi jenis dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi merah (Oryza nivara L) varietas pamelen. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktorial 3 x 3, yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama: macam pupuk majemuk yang terdiri dari 3 level, yaitu NPK Phonska (15:15:15), NPK Mutiara (16:16:16), dan NPK YaraMila (25:7:7). Faktor kedua: dosis pupuk majemuk yang terdiri dari 3 level, yaitu 300, 400, dan 500 kg/ha. Variabel pengamatan: tinggi tanaman, jumlah anakan total, dan dan berat kering tanaman; komponen hasil padi: persentase anakan produktif, persentase gabah isi, berat 1000 gabah kering, hasil per hektar; komponen gisi: kadar karbohidrat, protein, lemak, vitamin B dan amilosa. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data dianalisis menggunakan analisis varian taraf signifikan 5%, dilanjutkan uji DMRT 5%. Kombinasi perlakuan jenis dan dosis pupuk NPK pada tanaman padi merah varietas pamelen pengaruhnya tidak terjadi interaksi terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan, hasil, dan kadar gisi gabah. Perlakuan jenis pupuk NPK tidak berbeda terhadap parameter pertumbuhan, hasil, dan kadar gisi gabah Perlakuan dosis pupuk NPK tidak beda nyata terhadap semua variabel pertumbuhan, hasil, dan kadar gisi gabah.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN HERITABILITAS PADA KARAKTER VEGETATIF CABAI RAWIT GENERASI PERTAMA (M1) HASIL IRRADIASI SINAR GAMMA Rima Margareta Retnyo Gumelar; Sri Kuning Retno Dewandini; Nailan Nabila; Amalia Nurul Huda
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3496

Abstract

Increasing production and yield quality of cayenne pepper can be done by assembling superior varieties through plant breeding programs. Information related to genetic diversity and heritability is very important for establishing a variety. This research aims to obtain information about genetic diversity and heritability values in the vegetative characters of the first generation (M1) cayenne pepper mutant genotype. The research was carried out from May to September 2023 at the Wedomartani Experimental Garden, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta using 70 mutant genotypes (M1) and three comparison varieties, namely Ori 121, Kaliber, and Cempluk for a total of 73 genotypes. The experimental design used was an Augmented Design with a Randomized Complete Block Design (RCBD) as the environmental design. The results of the research show that the characteristics of stem diameter, petiole length and leaf length in cayenne pepper have extensive genetic diversity and have high heritability. These characters can be used as selection criteria because they are more influenced by genetic factors than environmental factors.Keywords: mutation, genetic diversity, heritability INTISARIPeningkatan produksi dan kualitas hasil pada cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Informasi terkait keragaman genetik dan heritabilitas sangat penting untuk perakitan suatu varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keragaman genetik dan nilai heritabilitas pada karakter vegetatif genotipe mutan cabai rawit generasi pertama (M1). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2023 di Kebun Percobaan Wedomartani Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta menggunakan 70 genotipe mutan (M1) dan tiga varietas pembanding yaitu Ori 121, Kaliber, dan Cempluk sehingga total terdapat 73 genotipe. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Bersekat (Augmented Design) dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) sebagai rancangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter diameter batang, panjang tangkai daun, dan panjang daun pada cabai rawit memiliki nilai keragaman genetik yang luas serta memiliki nilai heritabilitas tinggi. Karakter-karakter tersebut dapat dijadikan kriteria seleksi karena lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik daripada faktor lingkungan. Kata kunci: mutasi, keragaman genetik, heritabilitas
PELATIHAN PENGEMASAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR DI KELOMPOK TANI MEKAR SARI DUSUN KELOR BANGUNKERTO TURI SLEMAN Wahyurini, Endah; Suryawati, Ami; Gumelar, Rima Margareta Retnyo; Huda, Amalia Nurul; Nabila, Nailan
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v4i2.11240

Abstract

Kelor Bangunkerto Turi Sleman Hamlet has become a tourist spot, the people there are a group of farmers whose highlands are planted with snake fruit and horticultural crops. Plant waste in the form of dry leaves and household waste is processed into compost and liquid organic fertilizer, in an effort to reduce the use of chemicals on plants. The main problem faced by farmers is that the quality of organic fertilizer packaging is not yet optimal, which is attractive and can last a long time. The aim of this community service is to provide training and mentoring in technical skills for packaging solid and liquid organic fertilizers that are attractive and safe so that they are suitable for sale. The method used was socialization followed by training on packaging solid and liquid organic fertilizer, training on packaging design and procurement of packaging equipment. The results of this service are increased knowledge, skills and welfare of the community, solid organic fertilizer products in plastic packaging, liquid organic fertilizer products in plastic jerry can bottles, branding logo for fertilizer produced by KT MEKAR SARI Kelor, Bangunkerto Turi Sleman DIY.
STUDI RADIOSENSITIVITAS DAN RESPON PERTUMBUHAN STADIA AWAL DUA VARIETAS CABAI RAWIT (Capsicum Frustecens) HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Nabila, Nailan; Setyowati, Ratih; Gumelar, Rima Margareta Retnyo; Huda, Amalia Nurul
MEDIAGRO Vol 19, No 3 (2023): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v19i3.9410

Abstract

Cayene pepper is national strategic vegetable commodity which is widely consumed by Indonesian. National pepper consumption has increased in line with increasing population so the production and quality of pepper need to be increased for creating national food security. Increasing the production and quality can be achieved through assembling superior varieties using mutation. The objective of this research are to evaluate the  growth response in early stages of two varieties cayenne pepper irradiated using gamma-ray mutagen and determine the optimal dose of gamma-rays that will increase the frequency of mutant occurrence. This study was conducted in May-July 2023 at the nursery in Wedomartani, Sleman using two factor completely randomized design, namely variety (Ori 212 and Caliber) and doses of gamma irradiation (0, 100, 200, 300, 400, and 500 Gy). Our finding showed that growth of cayenne pepper in the early stages was influenced by the interaction between varieties and doses of gamma-ray irradiation. Gamma rays irradiation by using 100 Gy and 200 Gy at Ori 212 variety and the Caliber variety at dose 100 Gy gave positive response to plant growth at early stage compared to controls. At doses of 400 and 500 Gy gamma rays on the Ori 212 variety, the germinated plants were unable to grow and the plants died. The recommended dose of gamma rays that would increase the frequency of occurrence of mutants were 249.97 – 288.48 Gy for the Ori 212 variety and dose of 383.29 – 521 Gy for the Caliber variety.
Pendugaan Parameter Genetik Cabai Keriting Hasil Iradiasi Sinar Gamma Nabila, Nailan; Gumelar, Rima Margareta Retnyo; Huda, Amalia Nurul
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62460

Abstract

Mutasi induksi dengan iradiasi gamma dapat menghasilkan variasi genetik pada tanaman cabai, namun tidak semua keragaman yang ada bersifat menguntungkan. Evaluasi parameter dan kemajuan genetik diperlukan untuk mengidentifikasi karakter yang bermanfaat dan diwariskan sehingga seleksi menjadi lebih efektif dan mempercepat perbaikan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter genetik dan kemajuan genetik karakter kuantitatif cabai keriting hasil iradiasi sinar gamma dan memperoleh genotipe putatif mutan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dibanding pembanding. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan augmented RKLT faktor tunggal dengan 8 ulangan. Bahan genetik yang digunakan yaitu 81 genotipe hasil iradiasi sinar gamma dan varietas pembanding berupa Iggo. Hasil dari penelitian ini yaitu Karakter lebar daun, bobot per buah, panjang buah, panjang tangkai buah, tebal daging buah, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman memiliki nilai ragam genetik luas dan heritabilitas arti luas tinggi. Bobot buah per tanaman adalah karakter dengan ragam genetik dan heritabilitas arti luas paling tinggi. Seleksi genotipe menggunakan karakter bobot buah per tanaman memiliki nilai differensial seleksi positif dan kemajuan genetik tinggi. Genotipe IG1 21, IG1 111, IG2 25, IG2 30, IG2 101, IG3 238, IG4 140 memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding dan berdasarkan analisis klaster dan biplot berada pada kelompok yang berbeda dengan pembanding dan perlu dievaluasi untuk generasi selanjutnya
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF PADA DUA VARIETAS CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Nabila, Nailan; Penggalih, Paksi Mei; Retnyo Gumelar, Rima Margaretha; Huda, Amalia Nurul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4646

Abstract

Plant performance, growth response, and chili production from curly chili varieties currently need to be improved and adapted to changes in the agroecosystem and agroclimate which are changing as a result of climate change. One of the methods that can be used is using gamma-ray irradiation. This research aims to determine the growth response of chili plants resulting from gamma irradiation and determine the plant genotypes that has the best growth from the Iggo and Thunder progenitors. The research used 107 genotypes resulting from gamma mutation with 3 control varieties, namely Iggo, Thunder, and Tavirus with an Augmented RKLT Design with eight replications. The results showed that the growth in height and diameter of plants in curly chilies resulting from gamma-ray irradiation aged 2-14 WAP followed a sigmoid curve. The lag phase occurs at 2-4 WAP, the log phase occurs at 4-8 WAP and the stationary phase occurs at 8-14 WAP. Giving high doses of gamma irradiation to Iggo and Thunder chili seeds resulted in slower plant growth compared to treatments without irradiation or low doses in terms of plant height and plant diameter. Genotypes that have good growth are IG-1 17, IG-2 107, IG-2 108, IG-3 129, and IG-3 241 for Iggo offspring and genotypes TH-1 365, TH-1 366, TH-2 482, TH-2 488, TH-4 339, TH-4 340, TH-4 338, TH-4 367, TH-4 336, and TH-6 482 for the Thunder offspring.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP RHIZO BAKTERIA DI TANAH ENTISOL Gumelar, Rima MR; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 1 (2020): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.741 KB) | DOI: 10.37159/jpa.v22i1.1103

Abstract

Penelitian ini mempelajari reaksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap rhizobacteria. Penelitian ini dilakukan di Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta. Memiliki jenis tanah entisol, pH tanah 6.0 hingga 7.0, kurang lebih 50 meter di atas permukaan laut. Curah hujan tahunan rata-rata adalah 143.39 mm per tahun. Desain eksperimental menggunakan Randomized Complete Block Deign (RCBD) dari tiga ulangan. Konsentrasi rhizobakteria terdiri atas empat tingkatan, yaitu dua persen, empat persen, enam persen, dan delapan persen. Variabel pengamatan meliputi: berat kering tajuk per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat umbi kering per rumpun, dan hasil per hektar. Analisis varians (ANOVA) dan uji lanjut Duncan (DMRT) uji pada p <0,05 dilakukan untuk data yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rizobakteri enam persen dan delapan memberikan pertumbuhan dan menghasilkan bawang merah lebih tinggi daripada konsentrasi empat persen dan delapan persen. Konsentrasi rhizobacteria enam persen dan delapan persen memberikan indeks toleransi lebih tinggi daripada konsentrasi empat persen dan delapan persen.
IDENTIFIKASI GENOTIPE MELON (Cucumis melo L.) TAHAN TERHADAP PENYAKIT GUMMY STEM BLIGHT (GSB) Huda, Amalia Nurul; Ardela Nurmastiti; Rima Margareta Retnyo Gumelar; Nailan Nabila; Akhmad Izzul Farkhi; Eni Ismawati; Azeezah Mutiarani Rossi Hartanto; Osama Bintang
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i1.31

Abstract

The development of melon varieties (Cucumis melo L.) is not only carried out on improving fruit quality, but also on disease resistance, one of which is gummy stem blight (GSB). Gummy stem blight disease at high levels cause a decrease in quality to loss of yield, so the development of gummy stem blight-resistant varieties is necessary. The study was conducted in July - November 2024 in Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Central Java Province. The design used was a single-factor complete randomized block design (RCBD) with three replications using 21 melon genotypes planted in a greenhouse. Based on the incidence and severity of gummy stem blight disease observed in the generative phase through natural infection, it is known that there are very significant differences between the test genotypes. In this experiment, no genotypes were found to be highly resistant to gummy stem blight. Potential genotypes that showed moderate to low levels of disease incidence and severity included genotypes 44 (disease incidence: 53.33% and disease severity: 26%), 27 (disease incidence: 75.00% and disease severity: 25.33%), and 35 (disease incidence: 70.25% and disease severity: 37.00%). The broad-sense heritability values showed high values of 88.9% for disease incidence and 93.9% for disease severity. Potential genotypes from screening could be used in the development of lines for gummy stem blight resistance breeding.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI BUAH PADA GENOTIPE CABAI RAWIT HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Gumelar, Rima; Setyowati, Ratih; Nabila, Nailan; Huda, Amalia Nurul; Mumtaza, Suha Ra Idah
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6823

Abstract

Upaya meningkatkan produksi cabai rawit untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat perlu terus dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan perakitan varietas baru cabai rawit berdaya hasil tinggi melalui kegiatan pemuliaan tanamanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi buah pada cabai rawit hasil iradiasi sinar gamma. Indentifikasi atau karakterisasi penting untuk dilakukan karena informasi dari kegiatan tersebut akan membantu pemulia dalam mengidentifikasi dan memahami perbedaan karakter diantara genotipe. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Wedomartani Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, mulai bulan Juli 2023 sampai Januari 2024. Bahan genetik yang digunakan yaitu 87 genotipe M1 cabai rawit dan 2 varietas pembanding. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Bersekat (Augmented Design) dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) sebagai rancangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan keragaman pada karakter kuantitatif maupun kualitatif. Genotipe KL1-46 memiliki diameter buah, tebal daging buah, panjang buah, bobot/buah, jumlah buah/tanaman, dan bobot buah/tanaman nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kedua varietas pembanding. Beberapa genotipe M1 cabai rawit juga menunjukkan perbedaan dengan varietas pembanding pada karakter kualitatif bentuk buah, lengkung keriting buah, penampang melintang buah, bentuk ujung buah, dan warna buah tua. Sementara itu, hasil analisis klaster membagi genotipe-genotipe yang diamati dalam 5 klaster.