Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Culture of Drinking Herbal Medicine in Pregnant Women: A Phenomenological Study Fadlilah, Nazilatul; Shrimarti Rukmini Devy; Mohammad Zainal Fatah; Mangestuti Agil; Ahmaniyah
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 11 No. 1SI (2023): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V11.I1SI.2023.63-71

Abstract

Background: Pregnant women who drink herbal medicine can increase the risk of meconium amniotic fluid, and meconium amniotic fluid is a risk factor for asphyxia in newborns. Objectives: Identify three forms of culture in drinking herbal medicine in pregnant women, namely the mother's values and ideas about drinking herbal medicine, herbal drinking activities, and material on the culture of drinking herbal medicine. Methods: This research is a qualitative method with a phenomenological approach. Informants in this study consisted of pregnant women and key informants consisted of families of pregnant women, cadres, ustadzah, midwives, and herbal medicine providers. Results: The cultural forms of drinking herbal medicine include: 1) Values and Ideas. Drinking herbal medicine for pregnant women is still practiced because of their subjective norms and normative beliefs from the surrounding environment. All informants believed that herbal medicine could provide benefits rather than negative effects, and only midwives stated that herbal medicine had negative effects, namely meconium amniotic fluid, and even asphyxia. 2) The activity of drinking herbal medicine. Pregnant women drink herbal medicine from the beginning of pregnancy until delivery. The frequency of taking herbal medicine was various. Religious figures and community leaders have an important role in the culture of drinking herbal medicine. 3) Herbal ingredients. The herbs consumed by each informant were different, there were informants who consumed homemade herbs and bought them at the market. Conclusions: The culture of drinking herbal medicine is still carried out because the local community's belief about the benefits of herbal medicine is still high, and lack of public knowledge about the effects of drinking herbal medicine on pregnant women.
SARI KACANG HIJAU DAN MADU MENINGKATKAN NILAI HEMOGLOBIN REMAJA KELAS XI: Green and Honey Bean Sari Increases Hemoglobin Value of Class XI Adolescents Kurniyati, Eka Meiri; Aulia; Setiawati, Arisda Candra; Suprayitno, Emdat; Indriyani, Ratna; Ahmaniyah
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 7 No. 1 (2021): JIKeb | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v7i1.670

Abstract

Defisiensi hemoglobin pada remaja mengakibatkan terganggunya pertumbuhan fisik, terganggunya perilaku dan psikologi sehingga dapat mengganggu proses sel otak yang mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh, cepat capek dan lapar, tidak fokus saat belajar, turunnya prestasi belajar dan juga dapat turunnya energy dalam bekerja. Hasil studi pendahuluan pada tanggal 12 Maret 2020 di SMAN Gapura pada 10 siswi kelas XI. 5 orang siswi mengatakan kalau sering pusing dan pandangan agak berkunang-kunang, apalagi pada saat menstruasi. 3 orang mengatakan kadang sering lelah disertai dengan jantung berdegub kencang dan 2 orang siswi mengatakan merasa lemas pada saat mentruasi. Ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pendekatan one group pre test – post test. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah semua siswi kelas XI yang mengalami anemia ringan sebanyak 35 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan lembar observasi, Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberi intervensi semua responden sebanyak 35 orang (100%) mengalami anemia ringan. Setelah diberi intervensi sebanyak 32 orang (91%) nilai Hbnya meningkat menjadi ? 12gr/dL. Hasil analisis dengan uji wolcoxon menunjukkan bahwa p=0,000(p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada efek mengkonsumsi sari kacang hijau bersama madu pada kenaikan nilai Hb siswi kelas XI di SMAN Gapura. Diharapkan siswi dapat melakukan upaya preventif terkait anemia pada dirinya Kata Kunci : Defisiensi Hb, Sari Kacang Hijau, Madu
Caregiver Support as a Predictor of Self-Care in Older Adult with Hypertension: A Cross-Sectional Analysis from West Sumatera Nursing Home Jepisa, Tomi; Syarli, Setiadi; Husni; Ahmaniyah
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v3i1.79

Abstract

Hypertension is a prevalent non-communicable disease in older adults that significantly affects functional abilities and quality of life. Half of the older adults had hypertension in nursing homes in West Sumatera. Caregiver support plays a crucial role as an external factor that can strengthen the motivation and ability of older adults to manage their health conditions independently. Most studies have focused on home-based care or informal caregivers. Therefore, this study aimed to assess the relationship between caregivers’ social support and self-care behavior in older adults with hypertension in nursing homes. This cross-sectional study, conducted from April to August 2025 at Sabai Nan Aluih Sicincin Nursing Home in West Sumatera, included 86 older adults with hypertension (aged ≥60 years) using total sampling. Data were collected via the 20-item Caregiver Social Support Questionnaire and the 25-item Hypertension Blood Pressure Self-Care Profile (HBP-SCP), both culturally adapted and reliable. Data were analyzed using descriptive analysis and chi-square tests. Result: Participants (mean age 72.4 years) were mostly female (61.6%) and widowed (74.4%). High caregiver support was perceived by 53.5% of the participants. Good self-care was demonstrated by 43.0% of participants, with the highest adherence in medication use and the lowest in blood pressure monitoring and physical activity. A significant association was found between caregiver support and self-care behavior (p=0.005). Conclusion: This study confirmed a significant positive association between caregiver support and self-care in older adults with hypertension in West Sumatra nursing homes. This underscores the critical role of formal caregivers in institutional settings. The findings highlight the need for comprehensive caregiver training in technical skills, communication, and motivational strategies. Future longitudinal research is recommended to explore causality and develop targeted interventions. Fostering robust caregiver support is essential for promoting independence and improving the quality of life of these individuals.      
Pernafasan Diafgragma Dalam Menangani Kecemasan Kala I Pada Inpartu Primigravida Ahmaniyah; Ratna Indriyani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan merupakan keadaan yang dialami oleh ibu mengalami persalinan secara pervaginam dan hal ini juga diikuti dengan rasa cemas yang sekitar 90% ibu bersalin, Keadaan psikologis ibu yang merasa takut atau cemas dapat mempengaruhi kenyamanan dan proses pembukaan serviks, hal ini yang nantinya akan berlanjut menjadi stress. Yang akan berdampak pada sekresi adrenalin meningkat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian quasy experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test design yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menilai satu kelompok saja secara utuh yaitu sebanyak 30 orang, dengan uji statistic Wilcoxon. Hasil: nilai rata-rata kecemasan sebelum dilakukan intervensi pernafasan diafragma 27,77 dengan standar deviasi 3,159. Setelah dilakukan intervensi pernafasan diafragma nilai rata-rata 20,60 dengan standar deviasi 1,276. Hasil uji statistik p value 0,00 dengan taraf signifikan p value 0,05 maka dapat disimpulkan berdasarkan instrument HARS bahwa terdapat pengaruh pernafasan diafragma pada ibu inpartu primigravida dengan kecemasan dalam menghadapi persalinan di kala. Kesimpulan : teknik relaksasi pernafasan diafragma pada inpartu kala I dapat menurukan tingkat kecemasan ibu inpartu. Dengan adanya penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan atau bidan dapat mempersiapkan dan mengajarkan ibu hamil dengan teknik relaksasi mulai dari masuk kehamilan trimester III sampai dengan proses persalinan.
Strategi Edukasi Pemberdayaan Keluarga Dalam Optimalisasi Pencegahan Preeklamsia (PE) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Pragaan Kabupaten Sumenep Ahmaniyah; Yenny Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsia merupakan manifestasi parah dari penyakit hipertensi maternal, yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang baru terjadi setelah 20 minggu kehamilan, disertai proteinuria dan/atau bukti cedera ginjal akut, disfungsi hati, ciri-ciri neurologis, hemolisis atau trombositopenia dan/atau hambatan pertumbuhan janin. Hal ini diperkirakan memengaruhi 2–8% kehamilan dan, selain beban penyakit maternal, morbiditas dan mortalitas janin terjadi akibat persalinan prematur iatrogenik, hambatan pertumbuhan janin, dan solusio plasenta. Namun, pemahaman ibu hamil tentang pencegahan preeklamsia sangat terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai mengenai pencegahan preeklamsi yang berbasis pemberdayaan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di puskesmas pragaan kabupaten sumenep, dengan metode edukasi. Hasil dari program pengabdian ini didapatkan meningkatnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga dalam pencegahan preeklamsi. Kesimpulan pencegahan preeklamsi dapat terlaksana jika ibu hamil dan keluarga berperan aktif. Saran untuk tenaga Kesehatan juga lebih aktif lagi untuk memberikan edukasi kepada keluarga selain kepada ibu hamil itu sendiri
Determinasi Preeklamsi Pada Ibu Hamil: Riwayat Preeklamsi, Dan Asupan Nutrisi Di Puskesmas Pragaan Ahmaniyah; Khairun Nisa
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v4i2.2073

Abstract

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan setelah usia gestasi ≥20 minggu yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal–perinatal. Identifikasi determinan yang dapat dikenali sejak awal, seperti riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi, penting untuk penguatan skrining risiko dan pencegahan di layanan antenatal. Tujuan penelitian menganalisis hubungan riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Pragaan. Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional dilaksanakan di Puskesmas Pragaan pada Mei–Agustus 2025. Populasi 259 ibu hamil, dengan sampel 71 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari 71 responden, 46 (64,8%) memiliki riwayat preeklamsia dan 25 (35,2%) tidak memiliki riwayat. Asupan nutrisi responden terbanyak berada pada kategori baik 37 (52,1%), diikuti cukup 22 (31,0%), dan kurang 12 (16,9%). Kejadian preeklamsia pada kehamilan saat ini ditemukan pada 27 responden (38,02%), sedangkan 44 (61,98%) tidak preeklamsia. Terdapat hubungan bermakna antara riwayat preeklamsia dengan kejadian preeklamsia (p=0,002), di mana seluruh kasus preeklamsia (27; 100%) memiliki riwayat preeklamsia. Terdapat pula hubungan sangat bermakna antara asupan nutrisi dengan kejadian preeklamsia (p=0,000), dengan mayoritas kasus preeklamsia terjadi pada kategori asupan nutrisi kurang (21/27; 77,7%), sedangkan pada kelompok tidak preeklamsia mayoritas memiliki asupan cukup (27/44; 61,4%) atau baik (16/44; 36,3%). Riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Pragaan. Riwayat preeklamsia merupakan faktor risiko kuat, dan ketidakcukupan asupan nutrisi berasosiasi dengan peningkatan kejadian preeklamsia. Temuan ini mendukung perlunya skrining risiko sejak awal, pemantauan ANC yang lebih ketat pada ibu berisiko, serta penguatan intervensi dan edukasi gizi selama kehamilan