Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengukur Suhu Tubuh Otomatis Berbasis Identifikasi Objek Menggunakan Metode Image Processing Julhijah, Zenita Amalia; Setiadi, Budi; Binarto, Agus
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.447 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4172

Abstract

Di saat pandemi Covid-19, sistem pengukuran suhu secara manual menggunakan thermogun sudah sering di jumpai ketika akan memasuki suatu tempat (khususnya tempat umum). Mengukur suhu tubuh seperti itu (manual) dirasa kurang efektif karena membuat intensitas kontak secara langsung antara petugas dan pengunjung menjadi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan otomatisasi agar mengurangi kontak langsung antara petugas dan pengunjung. Tujuan penelitian ini, merancang dan membuat sistem pengukur suhu tubuh manusia dengan mengindetifikasi objek wajah manusia menggunakan metode pengolahan citra (image processing). Sistem ini menggunakan Raspberry Pi 3B sebagai processor yang terhubung dengan kamera webcam sebagai masukan untuk mengetahui objek wajah manusia menggunakan metode Viola Jones dan sensor suhu AMG8833 untuk mengukur suhu tubuh. Untuk outputnya berupa monitoring pada user interface di monitor (Personal Computer atau Laptop) dan buzzer sebagai alarm peringatan ketika terdeteksi suhu yang tinggi (>37 derajat Celcius). Hasil penelitiannya, sistem ini berhasil dirancang dan dibuat serta memberikan hasil pengukuran suhu tubuh manusia dengan akurasi sensor sebesar 99,28%.
The development of two-variable function derivative learning using Geogebra Hedi, Hedi; Mulyadi, Ahmad Deni; Suryani, Anny; Binarto, Agus; Agoes, Farida
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ijtmer.v6i3.233

Abstract

Mathematics learning model using GeoGebra software has become a handy tool in teaching mathematical concepts and applications. Students can conduct experiments and explore mathematical concepts in an interactive and fun way with GeoGebra software. Using GeoGebra in learning mathematics of two-variable functions can increase students' understanding on the topic discussed, strengthen mathematical computational and visualization skills, and motivate them to know more and better complex mathematical concepts. From this perspective, this study aims to know the impact of using GeoGebra on students' understanding of the derivative of a function of two variables. Furthermore, this study was conducted on two groups of students, namely the control group (not using GeoGebra) of 53 students and the experimental group (using GeoGebra) consisting of 50 students. Based on these results descriptively students in the experimental group have higher scores on the assessment of skills in determining partial derivatives and their application. Statistically, there is a difference between the experimental and control groups in understanding the function of the derivative of the two variables.
Peluang Ekonomi Budi Daya Maggot melalui Pemanfaatan Sampah Organik di RW 12 Desa Ciwaruga Sartika, Euis; Yuliah, Siti; Hadiani, Fatmi; Binarto, Agus; Lusiani, Anie
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.22885

Abstract

The main problem facing the city of Bandung is a sharp increase in the volume of waste, followed by a rapid increase in population and changes in people's lifestyles. The volume of waste in the city of Bandung will reach 1,594.18 tons per day in 2022, which is dominated by food waste at 44.52%. Thermal processing of waste, such as RDF (refuse-derived fuels) which can be used as fuel for PLTSa incinerators, is still hampered. Ciwaruga Village, RW 12 is a densely populated area, waste handling has not been managed well, plus immigrants are increasingly contributing to waste production. Polban plays a role in helping solve the waste problem through PKM activities. The methods used are socialization, training, technical guidance, mentoring, evaluation and program sustainability. PKM activities emphasize organic waste management through maggot cultivation. The existence of a community of catfish farmers in RW 12 is the reason why the idea of ​​cultivating maggots as an alternative to catfish feed emerged, considering that the price of catfish feed is increasing. The protein content of maggots is very good for the growth of catfish, as well as complementary food for chickens. Maggot leftover food (kasgot) can be used as fertilizer. Maggots consume twice their body weight in food a day. For this reason, maggot cultivation is the right solution to reduce organic waste. PKM activities focus on developing maggot cultivation on a larger scale, namely the RW scale. Supported by waste shredding machine technology so that waste is consumed more easily and quickly by maggots. Considering the benefits of maggots, it is hoped that this can motivate people to become entrepreneurs in maggot cultivation as additional income.
Penguatan Sistem Pelayanan Administrasi Desa Pameuntasan Berbasis Android Nuryati, Neneng; Lusiani, Anie; Sartika, Euis; Habinuddin, Endang; Binarto, Agus
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1654

Abstract

Pelayanan administrasi di tingkat desa seringkali dihadapkan pada inefisiensi proses manual, transparansi yang rendah, dan antrian yang panjang, seperti yang terjadi di Desa Pameuntasan. Penyelenggaraan layanan yang masih mengandalkan buku fisik berpotensi terhadap human error dan kelambatan, sehingga berdampak pada citra pemerintah desa. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan sistem pelayanan administrasi berbasis Android untuk mendigitalisasi pengajuan surat kependudukan, meningkatkan transparansi, dan mempercepat waktu proses. Metode pelaksanaan mengadopsi Software Development Life Cycle (SDLC) yang diawali dengan identifikasi kebutuhan melalui wawancara dan observasi, dilanjutkan dengan perancangan, implementasi purwarupa, serta diseminasi partisipatif. Hasil kegiatan berhasil menghasilkan purwarupa aplikasi multi-platform (web untuk operator dan mobile untuk warga) dengan progres pengembangan 60%. Evaluasi melalui kuesioner menunjukkan tingkat kebermanfaatan sistem yang sangat tinggi, yaitu 96,25%. Disimpulkan bahwa sistem ini tidak hanya berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan di Desa Pameuntasan, tetapi juga dapat diadaptasi dan direplikasi di desa lainnya sebagai bentuk transformasi digital layanan publik.
P PENINGKATAN TARAF EKONOMI MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SAMPAH PADA MASA PANDEMI DI RW 09 PADA MASA PANDEMI: Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Sartika, Euis; Murniati, Sri Murniati; Hadiani, Fatmi; Binarto, Agus; Dwi Jayanti, Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah meningkat di masa pandemic, akibat melonjaknya sampah domestik selama work from home (WfH) dan aktivitas belanja online sebesar 27%-35%, walaupun dapat menggerakkan perekonomian, tetapi sampah kemasan menumpuk. Desa Sukamenak RW 09, memiliki permasalahan sampah dan belum mempunyai sistem pengolahan sampah mandiri. Polban sebagai instansi perguruan tinggi, membantu menyelesaikan permasalahan sampah di wilayah ini, melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan program antara lain : edukasi, pelatihan, Bimtek, pendampingan, fasilitasi, dan evaluasi. Kegiatan meliputi sosialisasi pemilahan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle), pelatihan pengolahan sampah anorganik menjadi produk daur ulang, pelatihan sampah organic menjadi pupuk, pelatihan pembuatan paving blok, dan pembentukan bank sampah. Kegiatan dimulai dengan identifikasi kemampuan awal masyarakat melalui kuesioner, hasil menunjukkan, sekitar 70% masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik tentang sampah, namun sikap dan tindakan penanganan sampah sekitar 20%. Salah satu penyebabnya, belum pernah dilakukan sosialisasi pemanfaatan sampah. Pelatihan sampah anorganik terfokus kresek / plastic ( sampah dominan) yang disetrika sehingga menjadi bahan lain yang lebih tebal untuk dijadikan tas, dompet, sandal, bunga, dan lain sebagainya dan bernilai ekonomi. Pupuk dari sampah organic, dimanfaatkan sebagai media tanam untuk tanaman sayuran atau dapat dijual dalam skala besar dengan kemasan menarik. Bank sampah “RW 09 Berseri” diharapkan dapat meminimalisir volume sampah yang masuk TPA, tabungannya dapat diambil. Diharapkan setiap keluarga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, sebagian sampah anorganik dijadikan produk daur ulang, sebagian lagi ditabung, dan sisanya dibuang. Pemanfatan sampah plastik dalam skala besar adalah pembuatan paving blok, yang mempunyai kualitas lebih kuat, ringan, dan tahan bantingan. Kata Kunci: Sampah Organik, Sampah Anorganik, Bank Sampah, 3R (Reuse, Reduce, Recycle)