Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stres Kerja Perawat Meningkatkan Gejala Sindrom Pramenstruasi di Rumah Sakit X Bekasi Yulianingsih, Ratih; Agus, Yenita; Maftuhah, Maftuhah
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi perawat berisiko terhadap stres kerja yang dapat mencetuskan sindrom pramenstruasi. Sindrom pramenstruasi yang terjadi ketika perawat bekerja akan berdampak pada penurunan produktivitas dan risiko terjadinya kecelakaan kerja, maka kondisi tersebut akan membahayakan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres kerja perawat, sindrom pramenstruasi, dan hubungan stres kerja perawat dengan sindrom pramenstruasi. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 160 perawat dalam usia subur di Rumah Sakit (RS) X Bekasi dan sebanyak 12 perawat termasuk ke dalam kriteria ekslusi penelitian yakni mengonsumsi kontrasespi oral atau menderita sindrom polikistik ovarium. Stres kerja perawat dibagi dalam 8 subskala yaitu beban kerja, konflik, kurangnya dukungan, ketidakpastian mengenai pengobatan pasien, berurusan dengan kematian dan sekarat, keputusan organisasi, persiapan yang tidak memadai, dan pelecehan seksual. Analisa univariat meliputi skor numerik dan persentase masing-masing skor subskala stres kerja perawat dan sindrom pramenstruasi. Hubungan antara skor stres kerja perawat dan 8 subskala stres kerja dengan sindrom pramenstruasi menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan nilai stres kerja perawat sebesar 42,55 dan sebanyak 133 (89,9%) perawat mengalami stres kerja ringan. Nilai rata-rata sindrom pramenstruasi sebesar 38,6 dan sebanyak 113 perawat (76,4%) megalami gejala ringan. Subskala beban kerja, konflik, kurangnya dukungan, keputusan organisasi dan pelecehan seksual menunjukkan hubungan bermakna dan positif dengan sindrom pramenstruasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja perawat dan sindrom pramenstruasi (p=0,002 ; r=0,250). Hasil penelitian menunjukkan semakin meningkatnya skor stres kerja maka semakin tinggi skor sindrom pramenstruasi. Perawat diharapkan mampu untuk mengendalikan stres di tempat kerja sehingga dapat mencegah terjadinya sindrom pramenstruasi yang berefek pada keselamatan pasien.
MENINGKATKAN PUBLIC SPEAKING SELF-EFFICACY PADA REMAJA MELALUI ROLE MODELING DAN PENDEKATAN PSIKOPEDAGOGIS Rambe, Aprilia; Daka, Rohman; Putri, Nadia; Nasirun, Hafiz; Hamid Zubair, M. Abdul; Puspitasari, Iis; Rajni Fathariq, Ganar; Cahyani, Reztika; Wati, Rahma; Afifah, Nur; Antonius Muga, Marianus; Yulianingsih, Ratih
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan oleh remaja, untuk mendukung pengembangan diri, keberhasilan akademis, dan partisipasi sosial. Namun, banyak remaja masih mengalami kecemasan tentang berbicara di depan umum karena rendahnya efikasi diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri remaja dalam berbicara di depan umum melalui kombinasi teladan dan pendekatan psikopedagogis. Program ini dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah di Desa Suka Maju, Depok, selama dua sesi dengan 19 remaja berusia 13–19 tahun. Metode pelaksanaannya meliputi ceramah interaktif, praktik langsung, dan penyediaan modul pelatihan. Observasi lapangan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri, keterampilan artikulasi, dan penguasaan teknik komunikasi verbal dan nonverbal. Hasil refleksi menunjukkan bahwa metode teladan efektif dalam memberikan contoh konkret dan menumbuhkan motivasi, sementara pendekatan psikopedagogis membantu peserta mengelola emosi mereka dan mengembangkan pola pikir positif terkait keterampilan berbicara. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan remaja dalam berbicara di depan umum.