Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Kesetaraan Gender Dan Kekerasn Berbasis Gender Di SMP Provinsi Lampung Muhani, Nova; Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Dwiyana, M Rizal; Daka, Rohman
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.20262

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko dan kekerasan berbasis gender, terutama di tengah dinamika perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesetaraan gender serta pengalaman kekerasan berbasis gender pada siswa SMP di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 171 responden yang dipilih secara purposive. Hasil menunjukkan bahwa norma sosial, budaya, dan agama memengaruhi persepsi peran gender (71,9%), dan mayoritas siswa menyatakan memahami isu kekerasan berbasis gender (73,7%). Namun, masih ditemukan kasus perundungan (25,7%), pelecehan seksual (12,3%), dan pemerkosaan (1,8%). Sebanyak 38% responden juga menyatakan bahwa wilayah tempat tinggal mereka memiliki kasus kekerasan berbasis gender. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi ke dalam kurikulum serta membentuk unit khusus penanganan kekerasan.
Hubungan Tempat Tinggal (Urban dan Rural) Dan Penggunaan Media Sosial dengan perilaku berisiko seksual Remaja awal di provinsi Lampung Muhani, Nova; Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Dwiyana, M Rizal; Daka, Rohman
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i4.20263

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks dan rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tempat tinggal (urban dan rural) serta penggunaan media sosial dengan perilaku seksual berisiko pada remaja awal di Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 171 siswa SMP diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tempat tinggal dengan perilaku seksual berisiko (p-value = 0,12). Sementara itu, terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial yang mengandung konten pornografi dengan perilaku seksual berisiko (p-value = 0,01; OR = 3,6). Disarankan agar sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan lebih aktif dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial dan akses informasi remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis teknologi dan keluarga merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko di kalangan remaja.
Adolescent Mental Health In The Digital Age: A Systematic Review Of Social Media Impact And Psychosocial Determinants Daka, Rohman; Rambe, Aprilia; Ilma, Robbiyani; Jatusari, Bethani Putri; Putri, Nadia; Pratiwi, Dessy; Helmi, Tri Amelia Rahmitha
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI2 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI2.2025.201-208

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja di era digital dipengaruhi oleh media sosial dan faktor psikososial. Tujuan: Penelitian ini menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, kondisi psikososial, dan strategi pengelolaan kesehatan mental. Metode: Systematic Literature Review (SLR). Dari 270 artikel di Google Scholar (2019–2024), 10 artikel memenuhi kriteria inklusi (remaja berusia 12–24 tahun, membahas kesehatan mental dan media sosial, diterbitkan dalam bahasa Indonesia/Inggris). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan berkorelasi dengan kecemasan, depresi, dan harga diri yang rendah. Faktor psikososial seperti pola asuh, tekanan teman sebaya, dan dinamika keluarga juga memiliki pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: Strategi yang efektif untuk mengatasi hal ini meliputi intervensi keluarga, literasi digital, dan program dukungan psikologis di sekolah/masyarakat. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk menjaga kesehatan mental remaja di era digital. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Mental, Media Sosial, Psikososial, Psikologis
Transformasi Digital Kesehatan: Manfaat Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pelayanan Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas (Tinjauan Sistematis) Daka, Rohman; Jatusari , Bethani Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2926

Abstract

Kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan Aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan bagi orang disabilitas, yang sering menghadapi hambatan struktural dan sosial . Penelitian ini bertujuan merenungkan manfaat penerapan AI dalam layanan kesehatan bagi orang disabilitas berdasarkan sastra ilmiah terbaru. Metode : Tinjauan sistematis ini mengikuti panduan PRISMA 2020. Pencarian sastra dilakukan pada  Mei 2025 berdasarkan data PubMed dan ScienceDirect menggunakan kata kunci " Manfaat AI dalam kesehatan untuk orang disabilitas ". Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris , diterbitkan antara 2024–2025, dan fokus pada AI dalam layanan kesehatan untuk orang disabilitas. Seleksi dilakukan melalui doa tahap : penyaringan judul / abstrak dan Tinjauan teks lengkap , diikuti analisis deskriptif tematik. Hasil : Dari 555 artikel , lima memenuhi kriteria . Temuan menunjukkan bahwa teknologi AI, seperti sistem ICOPE, asisten virtual, AI generatif , sistem berbasis AI/ML, dan pemantauan EEG jarak jauh, meningkatkan deteksi dini , pemantauan real-time, akurasi diagnosis ( naik 35%), dan kemandirian pasien , sambil mengurangi waktu pemrosesan data hingga 40%. Namun, kekejangan literasi digital tetap menjadi hambatan utama . AI berpotensi mengubah layanan kesehatan bagi disabilitas, tetapi keberhasilannya memerlukan infrastruktur digital memadai, desain inklusif, dan kolaborasi lintas sektor untuk adopsi yang etis dan berkelanjutan.
PENYULUHAN BAHAYA GADGET BAGI KESEHATAN MATA TERHADAP ANAK-ANAK DI SD N 2 LANGKAPURA Aryastuti, Nurul; Daka, Rohman; Indrawati, Nuke; Fatmawaty, Desy; Amanda Sari, Fadilah; Adinda Pratiwi, Yolandha; Muhani, Nova; Dwi Nuryani, Dina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.586-596

Abstract

Kesehatan mata sangat penting karena pengelihatan tidak dapat digantikan dengan apapun. Di Indonesia prevalensi gangguan kesehatan mata terus mengalami peningkatan sebanyak 1,5% dan tertinggi jika dibandingkan dengan negara di Asia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan  edukasi  tentang  bahaya penggunaan gadget terhadap kesehatan mata pada anak-anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah pre-test, presentasi, diskusi, tanya jawab, dan post-test. Kelompok sasarannya yaitu siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test didapatkan hasil nilai thitung dan ttabelsikap (0,594 2,018) disimpulkan bahwa HO diterima dan Ha ditolak. Sehingga tidak ada perbedaan rata-rata antara sikap pre test dengan post test. Pada nilai t hitung pengetahuan yaitu (3,090 2,018) disimpulkan bahwa HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengetahuan pre test dengan post test yang artinya ada pengaruh pnyuluhan bahaya gadget bagi anak-anak terhadap kesehatan mata. Pengetahuan merupakan faktor predisposing yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Dengan adanya pengetahuan yang baik, diharapkan ada perubahan perilaku yang positif seperti mampu mengelola waktu ketika bermain gadget dan membatasi durasi penggunaan gadget.
Upaya Penurunan Perilaku Merokok Masyarakat di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Tahun 2021 Aryawati, Wayan; Daka, Rohman; Rafika, Echa; Sari, Fadhilah Amanda; Yusuf, Ghina Gabriella
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1217

Abstract

Prevalensi perokok di provinsi Lampung tahun 2013 berada pada urutan ke-7 dari 33 provinsi yang ada di Indonesia. Dimana jumlah perokok tiap harinya sebanyak 26,5% di mana posisi ini di atas posisi rata - rata perokok Indonesia yaitu 24,3% Sementara untuk perokok pada usia 10 - 15 tahun, Lampung terletak pada urutan ke-13 dengan persentase sebanyak 12,1 % dimana posisi ini hampir mendekati persentasi rata rata yaitu sebesar 12,3 %. Perilaku tidak merokok masyarakat di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2021 yaitu 62,86% dengan target 80%. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan remaja terkaitan bahaya dan dampak merokok dengan menggunakan media leaflet sehingga dalam hal ini dapat berupaya dalam penurunan angka prilaku merokok masyarakat khusus nya remeja di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2021. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode edukasi dengan menggunakan media leafleat kepada lima belas yang berstatus sebagai pelajar di kota Bandar Lampung . Berdasarkan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pemegang program PHBS, “perilaku merokok masih tinggi dikarenakan sejak mewabahnya virus covid-19 pada tahun 2020 – 2021 di Indonesia, khususnya di Kota Bandar Lampung. Maka semua kegiatan yang berhubungan dengan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Kota Bandar Lampung tidak dilaksanakan berkaitan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membatasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selain itu, masyarakat yang ingin mengakses layanan kesehatan di puskesmas mengalami penurunan yang signifikan terutama yang ingin konsultasi berhenti merokok”. Sehingga dalam hal ini penulis menentukan satu prioritas masalah terpilih dalam upaya peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya remaja dalam menekan angka perilaku merokok di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung yaitu dengan mendesain leafleat terkait terkait bahaya dan dampak merokok bagi remaja. Diharapkan pemegang program pemegang program PHBS perilaku merokok dapat terus berupaya dalam memberikan edukasi secara berkala kepada remaja di Kota Bandar Lampung.