Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect of Definitive Antibiotic Appropriateness on therapeutic Outcomes in Diabetic Ulcer Patients Ulandari, Syaripah; Laksmi Meiliana, Made
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i1.336

Abstract

Diabetic ulcers are infections, wounds, or tissue damage of the lower extremities in patients with diabetes mellitus caused by neuropathy and peripheral vascular impairment, which can lead to amputation. Up to 40% of amputation risks can be prevented through the use of appropriate antibiotic therapy. This study was to analyse the effect of the approproate use of definitive antibiotics on therapeutic outcomes in diabetic ulcer patients undergoing inpatient treatment at Hospital X in Bandar Lampung in 2023. used an analytical observational design with a retrospective cohort approach. The study population comprised 112 hospitalised patients diagnosed with diabetic ulcers, from which 87 patients were selected using the Slovin formula. Data were analysed descriptively to present patient characteristics, and the One-way ANOVA was used to examine the relationship between definitive antibiotic appropriateness and therapeutic outcomes. The results showed that 50 patients (57,5%) were female, the majority were aged 56-65 years (46%), and 80 patients(90%) received beta-lactam antibiotics. The One-way ANOVA test demonstrated a significant effects of appropriate definitive antibiotic use and improved therapeutic outcomes (p < 0.05). Improvements were observed in random blood glucose, HbA1c, leukocyte counts, and body temperature. Based on the result of this study, the appropriate use of definitive antibiotics can significantly improve the therapeutic outcome of diabetic ulcer patients. It is recommended that hospital pharmacies conduct intensive monitoring of antibiotic use to prevent futher infections that could lead to amputation and treatment resistance.
SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN TUBUH PADA LANSIA DI POSYANDU ANYELIR 2 KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Ismayati, Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3687

Abstract

Senam lansia adalah serangkaian gerakan tubuh yang terarah dan terencana, dirancang khusus untuk orang lanjut usia (lansia) untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan fungsional tubuh. Kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan fisik dan mental melalui latihan yang ringan dan tidak terlalu berat, fokus pada kelenturan, kekuatan otot, keseimbangan, serta fungsi jantung dan pernapasan. Tujuan utama senam lansia adalah meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental para lansia, dengan fokus pada penguatan otot dan tulang, peningkatan kelenturan dan keseimbangan, menjaga kesehatan jantung dan pernapasan, serta memperbaiki fungsi kognitif dan kualitas tidur. Selain manfaat individual, senam lansia juga bertujuan meningkatkan kebugaran fungsional sehingga lansia dapat tetap aktif dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh melalui senam lansia. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan senam lansia. Gerakan senam lansia yang dilakukan meliputi peregangan, latihan keseimbangan, dan penguatan otot. Gerakan tersebut antara lain peregangan leher dan bahu, mengangkat lutut dan telapak kaki, berdiri dengan satu kaki. Senam lansia terbukti efektif untuk meningkatkan kebugaran tubuh lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
EDUKASI PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT DI LAPANGAN KALPATARU, KEMILING, BANDAR LAMPUNG Ismayati, Dwi; Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Pulungan, Yulianasari; Sari, Novita; Puspita, Okta; Muzammil, A.; Suwartini
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3692

Abstract

Pengetahuan tentang obat adalah keharusan bagi masyarakat, mengingat maraknya praktik pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kurangnya pemahaman tentang obat berisiko menyebabkan kesalahan fatal, mulai dari cara penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan obat yang benar, khususnya melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental. Peserta kegiatan yang hadir diberikan edukasi secara langsung oleh apoteker dengan metode ceramah dan menggunakan media informasi berupa leaflet. Leafleat ini memuat informasi tentang penggunaan obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Partisipan adalah masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar Lapangan Kalpataru. Sebanyak 30 partisipan hadir dan mengikuti kegiatan edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker. Partisipan menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan cara identifikasi tanggal kedaluwarsa dan dosis dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui rangkaian senam dan edukasi obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Masyarakat telah memperoleh informasi langsung mengenai praktik pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU.
Issues Regarding the Nomenclature of D3 Pharmacist in KEPMENDIKTISAINTEKS Number 337/M/KEP/2025: Problematik Nomeklatur D3 Apoteker dalam KEPMENDIKTISAINTEKS Nomor 337/M/KEP/2025 Ulandari, Syaripah; Meiliana, Made Laksmi; Ismayati, Dwi
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 14 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jkmp.v14i1.2068

Abstract

The issuance of Decree No. 337/M/KEP/2025 concerning Higher Education Providers for Medical and Health Personnel Conducting Competency Tests has sparked controversy due to the use of the nomenclature "D3 Pharmacist". Conceptually and normatively, the term combines the vocational education level (Diploma III) with a professional degree, which in the national higher education and health legal system is placed at the professional education level. This study aims to analyze the problematic nomenclature and its implications for legal certainty, regulatory coherence, and governance of the pharmaceutical profession. The study used a qualitative approach with a literature study method. Data were obtained from relevant laws and regulations, policy documents, and scientific articles, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the use of the term "D3 Pharmacist" is not aligned with the national qualification framework and regulations that clearly differentiate vocational and professional education. This inconsistency creates regulatory ambiguity, risks double interpretation in policy implementation, and disrupts the formation of professional identity. Furthermore, this contributes to scope-of-practice confusion, weakens licensing and degree protection mechanisms, and creates a legitimacy gap in the healthcare workforce. Therefore, immediate regulatory harmonization is crucial to ensure legal clarity, protect professional standards, and maintain the quality of healthcare services.