Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Profil Pengobatan Terapi Antihipertensi Pada Pasien Krisis Hipertensi Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Ismayati, Dwi; Endarti, Dwi; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.77852

Abstract

Krisis hipertensi merupakan suatu kelompok hipertensi berat yang dikategorikan menjadi hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya kerusakan organ. Hipertensi emergensi merupakan suatu kejadian hipertensi yang memerlukan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan mendeskripsikan pola penggunaan antihipertensi pada pasien krisis hipertensi selama 24 jam di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospektif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan medik pasien krisis hipertensi di RSUP Dr Sardjito pada periode Januari 2018 hingga Juli 2022. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini sebanyak 37 subjek yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien krisis hipertensi paling banyak terjadi pada rentang usia 41-60 tahun yaitu sebesar (59,46 %), kemudian usia lebih dari 60 tahun (29,73 %), dan usia 18-40 tahun (10,81%). Klasifikasi krisis hipertensi yang paling banyak yaitu hipertensi urgensi (64,86 %), sedangkan hipertensi emergensi (35,14 %). Gambaran terapi antihipertensi yang digunakan pada kasus krisis hipertensi di RSUP Dr. Sardjito terdiri dari kombinasi 2 antihipertensi sebesar (40%), antihipertensi tunggal (32%), kombinasi 3 antihipertensi (19%) dan kombinasi 4 antihipertensi, kombinasi 5 antihipertensi, kombinasi 6 antihipertensi masing-masing sebesar (3%).
Uji Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Bintang Laut Linckia Laevigata Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi: ANTIBACTERIAL POTENTIAL TEST OF ETHANOL EXTRACT OF STARFISH Linckia laevigata ON THE GROWTH OF Salmonella typhi BACTERIA Mahulauw, Muhammad Azril Hardiman; Rosita, Melia Eka; Ismayati, Dwi; Luik, Meirsia Liana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20751

Abstract

Linckia laevigata is a marine organism known for its potential use in traditional medicine. It contains several bioactive compounds with antibacterial properties, including alkaloids, saponins, and flavonoids. Salmonella typhi is a Gram-negative, facultatively aerobic bacterium responsible for typhoid fever. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of the ethanol extract of L. laevigata. Extraction was performed using the maceration method for phytochemical screening, followed by the agar diffusion method to assess antibacterial activity at concentrations of 10%, 30%, and 50%. The results showed that the extract exhibited inhibitory effects at concentrations of 30% and 50%, with average inhibition zone diameters of 10.33 mm and 21.33 mm, respectively. No inhibition zone was observed at the 10% concentration. Cotrimoxazole, used as a positive control, produced an inhibition zone of 31.17 mm, while the negative control (distilled water) showed no inhibitory effect. These findings indicate that the ethanol extract of L. laevigata possesses antibacterial activity against S. typhi. Statistical analysis using one-way ANOVA revealed a p-value of > 0.012, indicating a statistically significant difference among the tested groups
SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN TUBUH PADA LANSIA DI POSYANDU ANYELIR 2 KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Ismayati, Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3687

Abstract

Senam lansia adalah serangkaian gerakan tubuh yang terarah dan terencana, dirancang khusus untuk orang lanjut usia (lansia) untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan fungsional tubuh. Kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan fisik dan mental melalui latihan yang ringan dan tidak terlalu berat, fokus pada kelenturan, kekuatan otot, keseimbangan, serta fungsi jantung dan pernapasan. Tujuan utama senam lansia adalah meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental para lansia, dengan fokus pada penguatan otot dan tulang, peningkatan kelenturan dan keseimbangan, menjaga kesehatan jantung dan pernapasan, serta memperbaiki fungsi kognitif dan kualitas tidur. Selain manfaat individual, senam lansia juga bertujuan meningkatkan kebugaran fungsional sehingga lansia dapat tetap aktif dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh melalui senam lansia. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan senam lansia. Gerakan senam lansia yang dilakukan meliputi peregangan, latihan keseimbangan, dan penguatan otot. Gerakan tersebut antara lain peregangan leher dan bahu, mengangkat lutut dan telapak kaki, berdiri dengan satu kaki. Senam lansia terbukti efektif untuk meningkatkan kebugaran tubuh lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
EDUKASI PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT DI LAPANGAN KALPATARU, KEMILING, BANDAR LAMPUNG Ismayati, Dwi; Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Pulungan, Yulianasari; Sari, Novita; Puspita, Okta; Muzammil, A.; Suwartini
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3692

Abstract

Pengetahuan tentang obat adalah keharusan bagi masyarakat, mengingat maraknya praktik pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kurangnya pemahaman tentang obat berisiko menyebabkan kesalahan fatal, mulai dari cara penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan obat yang benar, khususnya melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental. Peserta kegiatan yang hadir diberikan edukasi secara langsung oleh apoteker dengan metode ceramah dan menggunakan media informasi berupa leaflet. Leafleat ini memuat informasi tentang penggunaan obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Partisipan adalah masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar Lapangan Kalpataru. Sebanyak 30 partisipan hadir dan mengikuti kegiatan edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker. Partisipan menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan cara identifikasi tanggal kedaluwarsa dan dosis dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui rangkaian senam dan edukasi obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Masyarakat telah memperoleh informasi langsung mengenai praktik pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi dengan Penyakit Penyerta Diabetes Mellitus: narrative review Ismayati, Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.943

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia yang mencapai 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi memberikan dampak pada kualitas hidup pasien dan beban ekonomi yang masif serta hilangnya produktivitas. Di Indonesia, hipertensi menempati urutan teratas pembiayaan kesehatan nasional mencapai Rp12,1 triliun. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan Cost Effectiveness Analysis (CEA) terapi antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif (narrative review). Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Dari 386 artikel yang teridentifikasi, terpilih 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (artikel orisinal, full-text, dan relevan dengan komorbid DM) untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis artikel menunjukkan variasi nilai ACER dan ICER. Monoterapi amlodipin menunjukkan efisiensi tinggi pada studi tertentu dengan ICER negatif. Pada terapi kombinasi, regimen ACEI-CCB dan ACEI-Diuretik Thiazide mendominasi sebagai pilihan paling cost-effective. Namun, studi lain juga menunjukkan keunggulan kombinasi CCB-ARB dibandingkan CCB-ACEI dalam hal efisiensi biaya. Penentuan terapi paling cost-effective bersifat spesifik tergantung regimen yang dibandingkan. Kesimpulan pada tinjauan ini menunjukkan bahwa secara umum, kombinasi ACEI-CCB dan ACEI-Thiazide memberikan keseimbangan optimal antara biaya dan efektivitas klinis. Nilai ICER negatif pada beberapa studi menandakan potensi penghematan biaya (cost-saving) yang signifikan dalam manajemen hipertensi-diabetes.
Issues Regarding the Nomenclature of D3 Pharmacist in KEPMENDIKTISAINTEKS Number 337/M/KEP/2025: Problematik Nomeklatur D3 Apoteker dalam KEPMENDIKTISAINTEKS Nomor 337/M/KEP/2025 Ulandari, Syaripah; Meiliana, Made Laksmi; Ismayati, Dwi
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 14 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jkmp.v14i1.2068

Abstract

The issuance of Decree No. 337/M/KEP/2025 concerning Higher Education Providers for Medical and Health Personnel Conducting Competency Tests has sparked controversy due to the use of the nomenclature "D3 Pharmacist". Conceptually and normatively, the term combines the vocational education level (Diploma III) with a professional degree, which in the national higher education and health legal system is placed at the professional education level. This study aims to analyze the problematic nomenclature and its implications for legal certainty, regulatory coherence, and governance of the pharmaceutical profession. The study used a qualitative approach with a literature study method. Data were obtained from relevant laws and regulations, policy documents, and scientific articles, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the use of the term "D3 Pharmacist" is not aligned with the national qualification framework and regulations that clearly differentiate vocational and professional education. This inconsistency creates regulatory ambiguity, risks double interpretation in policy implementation, and disrupts the formation of professional identity. Furthermore, this contributes to scope-of-practice confusion, weakens licensing and degree protection mechanisms, and creates a legitimacy gap in the healthcare workforce. Therefore, immediate regulatory harmonization is crucial to ensure legal clarity, protect professional standards, and maintain the quality of healthcare services.
Efficacy and Safety of Antihypertensive Drugs in Chronic Kidney Disease Patients at Menggala Regional General Hospital Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ismayati, Dwi; Ulandari, Syaripah; Puspita, Okta; Oktaviana, Rena
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 23 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis (JIFFK)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v23i1.14983

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a progressive condition characterized by a gradual decline in glomerular filtration rate, often accompanied by hypertension, necessitating antihypertensive therapy. This study aimed to evaluate the effectiveness of antihypertensive drugs in achieving blood pressure targets (<140/90 mmHg or a mean arterial pressure reduction of ≥20 mmHg) and to identify the incidence of adverse effects in CKD patients at Menggala Regional General Hospital during 2024. A retrospective observational study was conducted using medical records from 199 CKD inpatients selected via purposive sampling. Data analysis employed descriptive statistics, paired t-tests for effectiveness, and chi-square tests for associations between drug types. Results indicated that combination therapy with furosemide IV, candesartan, and amlodipine was the most common (77.4%) and demonstrated effectiveness in 50.8% of cases (p=0.01). Adverse effects occurred in only 1.0% of patients, primarily peripheral edema. The findings underscore the efficacy of combination therapies involving diuretics, ARBs, and CCBs in managing hypertension in CKD, with minimal adverse events. This research provides valuable insights for optimizing antihypertensive regimens in similar settings.