Maria Lidya Wenas
Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi Manajemen Berbasis Sekolah di Era Merdeka Belajar Darmawan, I Putu Ayub; Wenas, Maria Lidya; Kurniawan, Aran Hendri; Purwanto, Harry
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 7, No 2: September 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v7i2.142

Abstract

The development of the world of education now continues to strive to improve the quality of the implementation of the learning process to produce graduates who can compete in the world of work, and have creativity and critical thinking skills. The government also plays a role in improving the quality of school management through decentralization of education in the form of school-based management and the provision of an independent learning curriculum. The aim of independent learning is the development of superior quality human resources. Therefore, this article aims to answer the question of how to optimize school-based management in the era of independent learning. The purpose of this study is to describe the optimization of school-based management in the era of independent learning. The research method used is a literature study by exploring various data sources and the results of research that has been carried out on school-based management and the independent learning curriculum. The results showed that school-based management supports the process of implementing learning in improving the quality of education in Indonesia. By taking into account the current educational curriculum, freedom of learning, becomes a guideline for managers of educational institutions to produce graduates of superior quality. Two important aspects of school-based management in improving the quality of education are managerial aspects and learning aspects.
Nilai-Nilai Kristiani Bagi Kompetensi Kepribadian Guru Maria Lidya Wenas; Elsi Susanti Br Simamora; Maharin Maharin; Joni Apri Candra; Rifka Priskila
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.344 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i1.3

Abstract

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, seorang guru harus memiliki kompetensi yang dihayati dan dikuasainya. Salah satu kompetensi dalam profesi seorang guru adalah memiliki kepribadian yang mantap, selain kecakapan dalam mengajar. Sebagai guru Agama Kristen maka penting untuk membangun konsep kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai kekristenan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan penelitian pustaka yang diambil dari berbagai sumber pustaka termasuk beberapa penelitian yang terpublikasi. Guru agama Kristen adalah guru yang mencerminkan sosok pribadi Yesus sebagai teladan. Guru agama Kristen harus mengenal dirinya dan panggilannya sebagai seorang yang dipilih Tuhan untuk menjadi pendidik dan pengajar; mampu menguasai diri dalam segala keadaan, baik keinginan dan harapan serta memiliki kestabilan emosi; memiliki kasih sejati yang terpancar dalam kehidupan kesehariannya dengan sesama; kematangan dalam kehidupan spiritualnya; serta terus mengembangkan diri dalam menjalankan tugas profesinya sebagai guru.
Karakter Pembelajar Yesus dan Implementasi bagi Guru Pendidikan Agama Kristen di Indonesia Leiria Meisyani; Nesen Nesen; Maria Lidya Wenas
Anoteros: Jurnal Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66511/anoterosjt.v3i2.76

Abstract

Christian education in Indonesia encounters difficulties in character development, necessitating an analysis of the attributes of Jesus as a learner to serve as a paradigm for educators. This study seeks to delineate the essential characteristics of Jesus as a learner—openness, empathy, consistency, creativity, and exemplarity—and to recommend their application for Christian Religious Education instructors in Indonesia. The research method used is a theological literature review by analyzing biblical texts and relevant journal articles sourced from databases. Jesus demonstrated openness through dialogue, empathy in service, consistency in integrity, creativity through parables, and exemplary behavior. Practical implementations include interactive classrooms and empathetic teaching. Adopting these attributes enhances the effectiveness of Christian religious education teaching and student character development. Providing actionable guidelines for Christian religious education teachers, it advances contextual theological education in Indonesia.   Pendidikan Kristen di Indonesia menghadapi tantangan dalam pembentukan karakter, mendorong pemeriksaan karakteristik pelajar Yesus sebagai model bagi guru. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat-sifat utama Yesus sebagai pembelajar—keterbukaan, empati, konsistensi, kreativitas, dan keteladanan—dan mengusulkan implementasinya untuk guru Pendidikan Agama Kristeni di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur teologis dengan menganalisis teks Alkitab dan artikel jurnal yang relevan yang bersumber dari basis data. Yesus menunjukkan keterbukaan melalui dialog, empati dalam pelayanan, konsistensi dalam integritas, kreativitas melalui perumpamaan, dan teladan dalam tindakan; implementasi praktis termasuk ruang kelas interaktif dan pengajaran empati. Mengadopsi sifat-sifat ini meningkatkan efektivitas pengajaran Pendidikan Agama Kristen dan pengembangan karakter siswa. Memberikan pedoman yang dapat ditindaklanjuti untuk guru Pendidikan Agama Kristen, memajukan pendidikan teologi kontekstual di Indonesia.