Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Socialization of Pregnant Mother's Behavior on the Positive Culture Related to Pregnancy in the Tambaksari Village: Sosialisasi Perawatan Ibu Hamil Tentang Budaya Positif Berkaitan Kehamilan Di Desa Tambaksari Kabupaten Ciamis Hindiarti, Yudita Ingga; Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/bpsb7313

Abstract

Pregnancy care is a period of high urgency in which pregnancy is a critical phase of the condition for both the mother and the fetus. Most of the causes of maternal death are due to direct obstetric deaths from complications during pregnancy, bleeding, eclampsia, infection and low thrombocyte syndrome (HELLP) in primipara. Qualified and culturally safe maternal foster care plays an important role in improving the health of pregnant mothers. Unfortunately, there is currently little empirical evidence that proves that culture-based maternity foster care can play a role in attempting to reduce maternal mortality through effective fostering, namely the care of pregnant mothers. With regard to the objectives of socialization of maternal care, it is expected to increase the knowledge, awareness and positive attitude of mothers and families towards the care of pregnant mothers. The method used in the implementation of these activities through socialization or dissemination. As a result of this community service, there has been an improvement in the knowledge of pregnant mothers, where before being educated about the positive culture of health care, the majority of pregnancy mothers know less than 70% and the evaluation results after the implementation of the most pregnant women know well as 80%.
Gambaran Perkembangan Anak Usia 0-59 Bulan di Posyandu Tulip Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung Hindiarti, Yudita Ingga; Amelia, Rika; Suminar, Ratna
Journal of Midwifery and Public Health Vol 5, No 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v5i1.16181

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan anak di Indonesia masih memerlukan perhatian yang serius karena angka keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi, dengan sekitar lima hingga sepuluh persen anak mengalami keterlambatan perkembangan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perkembangan anak usia 0-59 bulan di Posyandu Tulip di Desa Tuguraja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif untuk menggambarkan perkembangan anak usia 0-59 bulan di Posyandu Tulip, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung. Populasi penelitian terdiri dari 102 anak berusia 0-59 bulan. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling terhadap 50 anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan metode pengumpulan data langsung. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia 0-59 bulan di Posyandu Tulip mengalami perkembangan yang sesuai, dengan 3 anak (6.00%) dalam kategori meragukan, dan tidak ada yang mengalami perkembangan yang menyimpang (0.00%). Berdasarkan hasil tersebut, disarankan kepada para orang tua untuk terus memberikan stimulasi dan melakukan pemantauan secara rutin untuk mendeteksi adanya penyimpangan sejak dini.
Gambaran Perspektif Remaja Mengenai Kekerasan Seksual di Lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh Ramdani, Merlin Hana Aulia; Hindiarti, Yudita Ingga; Lestari, Ririn
Journal of Midwifery and Public Health Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v6i1.15880

Abstract

Kekerasan seksual merupakan permasalahan serius yang sedang marak terjadi di Indonesia. Kekerasan seksual bahkan kini sudah merambat ke lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif remaja tentang kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual sendiri ada dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perspektif remaja mengenai kekerasan seksual di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh. Manfaat dari penelitian ini dapat memberikan pengetahuan mengenai kekerasan seksual untuk meningkatkan kesadaran akan resiko dan kemampuan remaja agar dapat mengidentifikasi dan melindungi diri dari situasi yang berpotensi berbahaya. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner pernyataan dan sampel pada penelitian ini menggunakan total proportional random sampling sebanyak 100 remaja. Hasil penelitian menyatakan dari 100 orang remaja dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki perspektif baik sebanyak 67 orang (67%) dan responden dengan perspektif tidak baik sebanyak 33 orang (33%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas remaja di Fakultas Ilmu Kesehatan sudah memiliki perspektif yang baik mengenai kekerasan seksual.
Sosialisasi Tehnik Massage Efflurage Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Desminore Pada Remaja Putri di SMAN 1 Cihaurbeuti Mukti, Arifah Septiane; Hindiarti, Yudita Ingga; Heryani, Sri
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i1.14019

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang berada pada masa yang potensial, baik dilihat dari segi kognitif, emosi, maupun fisik.Salah satu masalah yang sering dialami oleh remaja terkait dengan menstruasi adalaha dismenohea. Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang menggunakan sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi dan membantu mempercepat pemulihan nyeri.. Effleurage merupakan manipulasi gosokan yang halus dengan tekanan relative ringan sampai kuat, gosokan ini mempergunakan seluruh permukaan tangan satu atau permukaan kedua belah tangan, sentuhan yang sempurna dan arah gosokan selalu menuju ke jantung atau searah dengan jalannya aliran pembulu darah balik, maka mempunyai pengaruh terhadap peredaran darah atau membantu mengalirnya pembulu darah balik kembali ke jantung karena adanya tekanan dan dorongan gosokan tersebut. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri terhadap penurunan nyeri desminore pada remaja. Hasil yang didapat dari pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang tehnik masssage efflurage untuk penurunan nyeri desminore pada remaja. Diharapkan ketika remaja mengalami desminore tidak dulu mengkonsumsi obat-obatan ataupun jamu-jamuan tapi menggunakan tehnik non farmakologis yang tidak menyebabkan efek samping.
PELATIHAN TERAPI PIJAT PUNGGUNG PADA IBU POSTPARTUM DI KAMPUNG ADAT KUTA TAMBAKSARI Purnamasari, Kurniati Devi; Fatimah, Siti; Hindiarti, Yudita Ingga
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11266

Abstract

Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan, ibu merasa ASI keluar sedikit, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan putting susu ibu dan pengaruh promosi susu pengganti ASI. Produksi ASI dapat ditingkatkan dengan metode farmakologi dan non farmakologi. Metode farmakologi dapat ditingkatkan dengan cara mengkonsumsi makanan atau obat untuk memperbanyak ASI, misalnya dengan pemanfaatan bahan alam sebagai sumber obat tradisional. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI dengan metode non farmakologi yaitu dengan pijat punggung. Back massage juga merupakan salah satu metode yang bersifat non invasif. Pijat Punggung bertujuan untuk menstimulus hormon oksitosin yang dapat meningkatkan kelancaran ASI. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap Ibu postpartum guna meningkatkan angka ketercapaian ASI Ekslusif di Kampung Adat Kuta. Melakukan focus group discussion (FGD) dengan sasaran bidan, kader dan Ibu postpartum. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik bidan, kader dan ibu postpartum dalam upaya pemenuhan ASI Ekslusif. Metode pelaksanaan dengan metode ceramah, tanya jawab/ diskusi dan demonstrasi. Setelah dilakukan pelatihan, peserta melakukan back massage pada ibu postpartum selama 15 menit pada pagi dan sore dalam jangka waktu 3 hari didapatkan hasil back massage mampu meningkatkan ASI pada ibu postpartum.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Sebagai Dasar Penguatan Intervensi Gizi Maternal di Desa Sukamulya Heriyanti, Silvia Widyani; Suminar, Ratna; Rohmah, Siti; Hindiarti, Yudita Ingga
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v8i1.23071

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women is a public health problem that increases the risk of low birth weight, prematurity, and maternal and neonatal morbidity and mortality. In Ciamis Regency, the prevalence of CED among pregnant women has shown an increasing trend. Sukamulya Village was selected as the study setting due to the continued occurrence of CED cases despite the availability of basic maternal health services, indicating the need for a community-based assessment. This study aimed to describe the characteristics of pregnant women with CED in Sukamulya Village, Ciamis Regency. This study employed a descriptive survey design. The study population consisted of all pregnant women with CED in Sukamulya Village, totaling 25 respondents, using total sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. Most respondents had primary school education (36%), were aged 20–35 years (44%), were primigravida (64%), and were unemployed (56%). Pregnant women with CED in Sukamulya Village were generally within the healthy reproductive age range but were predominantly characterized by low educational level, primigravida status, and unemployment. These findings provide practical implications for health workers, particularly midwives, to strengthen nutritional education, improve early antenatal care services, and optimize targeted and sustainable supplementary feeding programs.
Pelatihan Gizi dan Pembibitan Tanaman Rumah Tangga untuk Peningkatan Kualitas Gizi Keluarga Hindiarti, Yudita Ingga; Mukti, Arifah Septiane; Fatimah, Siti
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.651

Abstract

Introduction: The stunting rate in West Java Province is higher than the national average and the highest of the 14 existing regions. Ciamis Regency, particularly Sindangkasih District, is among the highest (Health Office, West Java Province 2021). The process of stunting has been lasting since the pregnancy and it gets worse if it cannot be treated (catch-up growth) within the first 1000 days of life (1000 HPK). Low family awareness of nutrition will have an impact on the health and nutritional status of toddlers. Based on the research result related to stunting, knowledge-raising intervention for health cadres related to nutrition is very effective in increasing the practice of mentoring mothers of under-five toddlers. Therefore, it is necessary to increase cadres’ knowledge and understanding of locus stunting through nutrition training strategies and home plant cultivation as a preventive measure for the nutritional adequacy of under-five toddlers in 1000 HPK. Community service activities aim to realize community empowerment to use local food as the basis for sustainable home food. The targets in this community service are cadres and mothers of under-five toddlers. Objective: The purpose of this service was realize community empowerment to use local food as the basis for sustainable home food Method: The method of this community service uses nutrition training to increase the knowledge, capacity, and ability of village cadres and mothers of under-five toddlers regarding food diversification which is nutritious, balanced, and safe to consume as home plants. At the beginning of the activity, a pretest was carried out followed by the delivery of material, cooking demonstrations, and a post-test. Result: The results showed that there was a significant increase in mothers’ knowledge of under-five toddlers and cadres about the importance of nutrition in 1000 HPK. Conclusion: Nutrition training is a promotive activity, a basis for implementing other nutrition intervention programs, and a basis for a person's behavior.
Pendampingan Kader dalam Pengolahan Pemberian Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis Menggunakan Sumber Pangan Lokal Heriyanti, Silvia Widyani; Suminar, Ratna; Rohmah, Siti; Heryani, Sri; Hindiarti, Yudita Ingga
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.813

Abstract

Introduction: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a contributing factor to adverse maternal and fetal outcomes. The limited utilization of locally available nutrient-dense foods and the low capacity of community cadres to develop alternative high-protein supplementary foods (PMT) exacerbate this issue. Strengthening cadre competency in processing affordable and culturally appropriate local food sources is essential to support maternal nutritional improvement programs. Objective: The purpose of this service was to enhance the skills and knowledge of community health cadres in processing locally sourced supplementary foods (PMT) for pregnant women with CED, thereby increasing community-based nutritional resilience. Method: This public service was conducted by implementing a participatory training model involving demonstration, mentoring, and hands-on practice. Cadres were trained to process high-protein local food ingredients—especially fish and plant-based sources—into practical PMT products appropriate for pregnant women with CED. Pre–post assessments were used to measure cadre skill improvement, complemented by direct observation and documentation. Result: The service showed significant improvement in cadre competence related to selecting high-quality local food ingredients, applying hygienic food processing techniques, and producing high-protein PMT suitable for pregnant women with CED. Cadres successfully formulated several PMT variants such as shredded fish (abon lele), and fish nuggets. Post-intervention evaluation indicated increased cadre confidence, improved product safety, and greater readiness to support maternal nutrition programs at Posyandu. Additionally, cadres demonstrated improved understanding of balanced nutrition principles for pregnancy and the importance of local food optimization, with an average increase in knowledge of 32.3%. Conclusion: The mentoring program effectively strengthened cadre capacity in processing supplementary foods for pregnant women with CED using local food sources. This intervention contributes to improved community preparedness in addressing maternal nutrition problems and supports sustainable implementation of food-based solutions at the community level.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Produksi Nugget Ayam dan Jantung Pisang Kepok sebagai Inovasi Pangan Lokal untuk Mendukung Peningkatan Produksi ASI Heryani, Sri; Hindiarti, Yudita Ingga; Purnamasari, Kurniati Devi; Puspitasari, Anisa
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.820

Abstract

Introduction: Breast milk production plays a crucial role in supporting infant growth and immunity. One of the efforts to improve breast milk production is by optimizing the nutritional intake of breastfeeding mothers through the utilization of local food sources. Kepok banana heart (Musa paradisiaca) contains essential nutrients and natural lactagogue compounds that have the potential to stimulate prolactin and oxytocin hormones. This community service program introduces the innovation of chicken nuggets combined with kepok banana heart as an alternative nutritious local food product for breastfeeding mothers. Objective: The purpose of this community service was to empower breastfeeding mothers and health cadres through training on processing kepok banana heart into an innovative food product and to improve their knowledge, skills, and attitudes regarding local food utilization to support breast milk production. Method: This public service activity was conducted through several stages, including initial surveys, socialization, nutrition education, demonstration of processing techniques, hands-on practice, and evaluation. A total of 30 participants consisting of breastfeeding mothers and cadres took part in the program. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in knowledge, skills, and attitudes. Result: The training resulted in a significant improvement in participants’ abilities. Knowledge increased by 41.25% (p < 0.001), skills increased by 26.06% (p < 0.01), and attitudes increased by 13.06% (p = 0.018). Participants were able to independently process kepok banana heart into chicken nugget products and demonstrated positive interest in adopting local food innovations. The program also initiated the formation of a nutrition education group and prepared several academic outputs such as modules, HKI drafts, and documentation. Conclusion: The community empowerment program effectively enhanced participants’ knowledge, skills, and attitudes in utilizing local food ingredients, particularly kepok banana heart, as a nutritious innovation to support breast milk production. The activity shows strong potential for sustainability and can be replicated in other communities to promote food-based interventions for maternal and child health.