Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Individu dan Beban Kerja Terhadap Kelelahan Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Provinsi NTB Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu
Empiricism Journal Vol. 3 No. 2: December 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v3i2.1063

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Perawat merupakan garda depan dalam menolong masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan khususnya di RSUD Provinsi NTB. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja perawat di ruang isolasi covid19 2021 RSUD Provinsi NTB 2021. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh perawat di ruang isolasi covid19 2021 RSUD Provinsi NTB sebanyak 70 orang. Sampel yang di gunakan adalah total sampel sebanyak 70 perawat di ruang isolasi covid-19. Analisi yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar karyawan menunjukan responden dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak sebesar 41 orang (58,6%), status pernikahan responden lebih banyak menikah sebanyak 36 orang (51.4%),masa kerja pegawai paling banyak yaitu <5 tahun yaitu sebanyak 46 orang (65.7%), beban kerja yang dirasakan paling banyak yaitu beban kerja rendah sebanyak 37 orang (47.1%), dan kelelahan kerja yang sering dirasakan repoden yaitu kelelahan kerja tinggi sebanyak 47 orang (67.1%). Hasil yang didaptkan jenis kelamin  (p value=0.271), status menikah (p value=0,014), Masa Kerja (p value=0,312), beban kerja (p value=0,003) dengan kelelahan perawat di ruang isolasi covid19 2021 RSUD Provinsi NTB 2021. Bagi manajement RSUD Provinsi NTB Diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi bahan evaluasi dari manajemen RSUD Provinsi NTB dalam penambahan jumlah perawat agar beban dan kelelahan perawat di ruang isolasi teratasi. Relationship Individual Characteristics and Workload to Nurse Fatigue in The Covid-19 Isolation Room of NTB Province Hospital Abstract Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Nurses are the vanguard in helping people who come to health facilities, especially at the NTB Provincial Hospital. The study aims to determine the factors associated with work fatigue of nurses in the Covid-19 2021 isolation room at the 2021 NTB Provincial Hospital. The research method is an analytic survey with a cross sectional approach. The population of all nurses in the Covid-19 2021 isolation room at the NTB Provincial Hospital is 70 people. The sample used is a total sample of 70 nurses in the Covid-19 isolation room. The analysis used is the chi square test. The results showed that the majority of employees indicated that respondents with female gender were more than 41 people (58.6%), the marital status of the respondents was more married as many as 36 people (51.4%), the longest working period of employees was <5 years, namely as many as 46 people (65.7%), the most felt workload is low workload as many as 37 people (47.1%), and work fatigue that is often felt by respondents is high work fatigue as many as 47 people (67.1%). The results obtained were gender (p value=0.271), married status (p value=0.014), years of service (p value=0.312), workload (p value=0.003) with nurse fatigue in the covid19 isolation room 2021 NTB Provincial Hospital 2021 For the management of the NTB Provincial Hospital, it is hoped that the results of this research can be an evaluation material for the management of the NTB Provincial Hospital in increasing the number of nurses so that the burden and fatigue of nurses in the isolation room is overcome.
Survei Penilaian Rumah Sehat di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Astawan, Wanda Januar; Desimal, Iwan; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Zaidah, Una
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/yqph7924

Abstract

Rumah sehat merupakan determinan penting kesehatan masyarakat karena kualitas fisik bangunan, sanitasi dasar, dan perilaku penghuni memengaruhi risiko penyakit berbasis lingkungan. Secara nasional, masih terdapat proporsi besar rumah tangga yang tinggal di hunian tidak layak, sehingga pemetaan kondisi rumah sehat di tingkat lokal diperlukan sebagai dasar intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei pemenuhan kriteria rumah sehat pada rumah tangga di Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yanng digunakan dalam penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan desain potong lintang pada 15 rumah (purposive sampling) selama 10 Agustus–20 September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan checklist penilaian rumah sehat mengacu pada SK Menkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Skor total dikategorikan memenuhi syarat (1068–1200) dan tidak memenuhi syarat (<1068). Dari 15 rumah, 1 rumah (6,7%) memenuhi syarat rumah sehat dan 14 rumah (93,3%) tidak memenuhi syarat. Kekurangan dominan ditemukan pada komponen fisik (terutama ventilasi dan pencahayaan), sanitasi dasar (air bersih, jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah), serta perilaku penghuni yang belum konsisten mendukung kebersihan lingkungan rumah. Mayoritas rumah belum memenuhi kriteria rumah sehat sehingga diperlukan intervensi bertahap yang memadukan perbaikan fisik rumah dan sanitasi dengan edukasi perilaku berbasis komunitas untuk menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Healthy Home Assessment Survey in Lembar Village, Lembar District, West Lombok Regency Abstract Healthy housing is an important determinant of public health because the physical condition of the building, basic sanitation, and residents’ behaviors influence the risk of environment-related diseases. Nationally, a large proportion of households still live in substandard housing; therefore, mapping healthy housing conditions at the local level is needed as a basis for intervention. This study aimed to survey compliance with healthy house criteria among households in Lembar Village, West Lombok Regency. The method used was an observational descriptive study with a cross-sectional design involving 15 houses (purposive sampling) conducted from 10 August to 20 September 2025. Data were collected through observation and interviews using a healthy house assessment checklist referring to the Indonesian Ministry of Health Decree No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Total scores were classified as compliant (1068–1200) or non-compliant (<1068). Of the 15 houses, 1 (6.7%) met the healthy house criteria and 14 (93.3%) did not. The main deficiencies were found in physical components (especially ventilation and lighting), basic sanitation (clean water, latrines, wastewater disposal systems, and solid waste management), and residents’ behaviors that were not consistently supportive of a clean home environment. Most houses did not meet the healthy house criteria, indicating the need for phased interventions that combine improvements in housing and sanitation infrastructure with community-based behavior education to reduce the risk of environment-related diseases.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Asam Urat melalui Program Edukasi dan Aktivitas Fisik ‘ASIK’ di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur Mardiana, Laila; Rohmatillah, Laila Mardiana; Ningsih, Murtiana; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Rayani, Dewi; Ali, Nur Aini Abdurrahman; Alifariani, Aulia; Astawan, Wanda Januar; Herawati, Yunita; Sahrun, Lia; Mayani, Evi; Sinar, Wahyuni; Nuari, Iin Erlisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a1dh5c94

Abstract

Penyakit Asam Urat (Gout) adalah salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Data Puskesmas Mujur menunjukkan peningkatan kasus sebesar 304 dari tahun sebelumnya, hal ini dipicu oleh pola makan tinggi purin dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Mujur terhadap pencegahan dan penanganan asam urat melalui intervensi terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Pendem, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, dengan melibatkan 10 orang sasaran. Intervensi dilakukan melalui program ASIK (Asam Urat Sehat dengan Olahraga dan Informasi Kesehatan) yang meliputi penyuluhan kesehatan, aktivitas fisik berupa senam bersama, dan demonstrasi pembuatan jus sehat berbahan nanas, timun, dan jahe. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif menggunakan instrumen berbentuk kuesioner berupa pre-test dan post-test yang berisi 10 butir pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sasaran setelah intervensi, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari dominan kurang pada saat sebelum intervensi menjadi cukup dan baik pada saat setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disertai praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya terkait penyakit asam urat. Model intervensi yang mengintegrasikan edukasi, aktivitas fisik, dan promosi diet sehat merupakan pendekatan yang efektif dan direkomendasikan untuk mendukung program promotif-preventif di tingkat komunitas. Enhancing Community Knowledge of Gout through Integrated Education and Physical Activity in Mujur Village Abstract Gout is a non-communicable disease that continues to rise every year. Data from the Mujur Health Center shows an increase of 304 cases compared to the previous year, triggered by a high purine diet and low public awareness. This community service activity aims to increase knowledge and awareness among the people of Mujur Village about the prevention and management of gout through integrated interventions. The activity was held in Pendem Hamlet, Mujur Village, East Praya District, Central Lombok, involving 10 participants. The intervention was carried out through the ASIK program (Healthy Gout with Exercise and Health Information), which included health counseling, physical activities such as group exercise, and a demonstration of making healthy juice with pineapple, cucumber, and ginger. Evaluation was conducted quantitatively using a pre-test and post-test questionnaire containing 10 questions to measure the participants' level of knowledge. The results showed an increase in knowledge after the intervention, indicated by a shift in knowledge categories from predominantly low before the intervention to sufficient and good after the intervention. These findings suggest that health education, accompanied by direct practice, is effective in improving public understanding, particularly regarding gout. The intervention model that integrates education, physical activity, and the promotion of a healthy diet is an effective approach and is recommended to support promotive-preventive programs at the community level.