Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Astawan, Wanda Januar; Sofyandi, Arif
Empiricism Journal Vol. 5 No. 1: June 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i1.1923

Abstract

Timbulnya penyakit diare dipengaruhi oleh kualitas air minum yang terkontaminasi anorganik dan organik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya dalam penelitian ini adalah semua balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Masbagik Baru sebanyak 113 Orang, teknik pengambilan sampel menggunakan sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 orang. Variabel independent dalam penelitian ini adalah kualitas air minum yang didapatkan dari hasil pemeriksaan kandungan bakteri Escherichia Coli (E-Coli) dan variabel dependen adalah kejadian diare didapatkan dari data skunder (buku registrasi) Puskesmas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dari hasil uji kualitas air minum keluarga (E-Coli) dan data skunder berupa buku register dari Puskesmas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analsis bivariat, sedangkan uji statistik yang di gunakan yakni uji chi square. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai probabilitas value (p-value) sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05, karena 0,000 < 0,05, maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Masbagik Baru Tahun 2024. Semakin baik kualitas air minum yang dikonsumsi, maka resiko terjadinya diare akan semakin kecil. Disarankan kepada orang tua agar memberikan air minum yang memenuhi syarat seperti terbebas dari bakteri, zat kimia, racun, dan limbah untuk menghindari terjadinya diare. The Relationship between Drinking Water Quality and Incidence of Diarrhea in Toddlers the Working Area of Masbagik Baru Health Center Abstract The emergence of diarrheal diseases is influenced by the quality of drinking water contaminated with inorganic and organic substances. The aim of this study is to determine the relationship between drinking water quality and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of Masbagik Baru Health Center in 2024. The research method used in this study is observational analytic with a cross-sectional design. The population in this study includes all toddlers residing in the working area of Masbagik Baru Health Center, totaling 113 individuals. The sampling technique used is systematic random sampling, with a total sample size of 53 individuals. The independent variable in this study is the quality of drinking water, obtained from the examination of Escherichia Coli (E-Coli) bacterial content, and the dependent variable is the incidence of diarrhea, obtained from secondary data (registration books) from the health center. Data collection techniques in this study use observation sheets from the results of family drinking water quality tests (E-Coli) and secondary data in the form of registration books from the health center. Data analysis in this study employs univariate and bivariate analysis, while the statistical test used is the chi-square test. Based on the statistical analysis using the Chi Square test, a p-value of 0.000 was obtained with a significance level of 0.05. Since 0.000 < 0.05, it is concluded that there is a significant relationship between drinking water quality and the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of Masbagik Baru Health Center in 2024. The better the quality of drinking water consumed, the lower the risk of diarrhea. It is recommended that parents provide drinking water that meets the requirements, such as being free from bacteria, chemicals, toxins, and waste, to prevent the occurrence of diarrhea.
Edukasi PHBS dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Tatanan Rumah Tangga Sukanty, Ni Made Wiasty; Yunita, Lina; Rahmiati, Baiq Fitria; Astawan, Wanda Januar; Septian, Defel
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v3i2.2498

Abstract

Clean and healthy living behavior (PHBS) in the household is one of the government's programs to improve people's welfare. PHBS indicators in homes include using clean water, washing hands with soap and clean water, and using healthy latrines. Lack of knowledge and public awareness of the importance of PHBS and inadequate health support facilities and infrastructure can be a factor causing high rates of morbidity and mortality due to a disease. One of the means of supporting public health is the availability of water sources. The decrease in river water discharge in Lembah Sari Village can affect sanitation related to PHBS in the community. We have conducted PHBS counseling activities in Lembah Sari Village using PowerPoint media, posters, and teaching aids. It was an effort to help people know, want, and practice PHBS. After receiving counseling, the community became more aware of PHBS. The community seemed enthusiastic and participated in practicing washing hands with soap as an indicator of PHBS. This activity is expected to be applied by the community daily.
Sosialisasi Jamban Sehat di SMPN 2 Gunung Sari Astawan, Wanda Januar; Desimal, Iwan; Sofyandi, Arif; Kardi, Kardi; Ariany, Farida; Zaida, Una
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2024): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v3i5.1306

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang sosialisasi jamban sehat di SMPN 2 Gunung Sari perlu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi kebiasaan BABS warga masyarakatl. Jamban merupakan salah satu fasilitas sanitasi dasar yang dibutuhkan dalam setiap rumah untuk mendukung kesehatan penghuninya sebagai fasilitas pembuangan kotoran manusia. Jamban sehat harus dibangun, dimiliki, dan digunakan oleh keluarga yang ditempatkan baik di dalam rumah maupun di luar rumah serta mudah dijangkau. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “penggunaan jamban sehat di Sekolah” yang diikuti oleh siswa siswi VIII SMPN 2 Gunung Sari telah dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 2 April 2024 Jam 10.00 WITA dengan baik dan lancar. Output yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu para siswa-siswi lebih meningkat pengetahuannya mengenai penggunaan jamban sehat di Sekolah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya respon para siswa-siswi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dan bertanya tentang materi yang diberikan.
Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba pada Pelajar Kelas IX di SMP Negeri 5 Woha, Kabupaten Bima Sofyandi, Arif; Kardi, Kardi; Zaedah, Una; Astawan, Wanda Januar
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2467

Abstract

Sosialisasi bahaya narkoba sangat penting dilakukan, selain meningkatkat pengetahuan juga, pelajar dapat mengidentifikasi dan menghindari lingkungan yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan Napza. Permasalahan Narkoba bersifat urgent dan sangat kompleks. Penyalahgunaan Narkoba dapat mengakibatkan kerugian dalam berbagai hal, mulai dari individu yang menggunakannya hingga merusak suatu bangsa. Hal tersebut karena Narkoba sangatlah berbahaya dan memiliki efek samping berupa penurunan kesadaran hingga Kematian. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah: 1. Survei Dilakukan untuk memilih dan menetapkan lokasi pelaksanaan Kegiatan, dan dipilih Pelajar Kelas IX di SMP Negeri 5 Woha 2. Edukasi dan Diskusi. Edukasi yang akan dilakukan adalah dengan melakukan Pre-Test sebelum edukasi dan Post Test setelah diberikan Edukasi untuk mengetahui apakah materi yang diberikan jelas ditangkap. Kegiatan Pengabdian dilakukan di Mushollah SMP Negeri 5 Woha. Hasil dari pengabdian ini adalah didapatkan nilai rata-rata pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 33.33 namun setelah diberikan penyuluhan tentang tentang bahaya narkoba, rata-rata pengetahuan siswa/siswi meningkat menjadi 68.89 dengan nilai P Value 0.000 (P<0.005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat selisih atau perbedaan nilai pre-test dan post test dengan selisih 37.78. Tsosialization about the Dangers of Drugs to Jonior High School Students Class IX in Bima Abstract Socializing the dangers of drugs is very important, apart from increasing knowledge, students can identify and avoid environments that have the potential to become places of drug abuse. The drug problem is urgent and very complex. Drug abuse can cause The drug problem is urgent and very complex. Drug abuse can cause harm in various ways, starting from the individual who uses it to harming a nation. This is because drugs are very dangerous and have side effects in the form of decreased consciousness and even death. The methods used in this service are: 1. Survey carried out to select and organize the location for the activity, and Class IX students at SMP Negeri 5 Woha were selected. 2. Education and discussion. The education that will be carried out is by carrying out a Pre-Test before the education and a Post Test after the education is given to find out whether the material provided is clearly captured. Service activities were carried out in the Mushollah at SMP Negeri 5 Woha. The result of this service was that the average value of students' knowledge before being given counseling was 33.33, but after being given counseling about the dangers of drugs, the average knowledge of students/girls increased to 68.89 with a P value of 0.000 (P<0.005). So it can be concluded that there is a difference or difference in the pre-test and post-test scores with a difference of 37.78.
Hubungan Persepsi Santri dan Peran Guru dengan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Santri SMP dan SMA di Yayasan Hajirul Vattan Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI) Peneda Desa Toya Lombok Timur Tahun 2024 Astawan, Wanda Januar; Toyyibah, Siti Zurriatun
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v3i1.720

Abstract

Berdasarkan data CTPS di Yayasan Hajirul Vattan NWDI peneda pada tingkat SMP dan SMA dari 102 orang santri terdapat 30 (29%) santri yang cuci tangan menggunakan sabun setelah makan, 48 (47%) santri yang cuci tangan hanya menggunakan air, 24 (23%) santri yang tidak mencuci tangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada Hubungan Persepsi Santri Dan Peran Guru Dengan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Santri Smp Dan Sma Di Yayasan Hajirul Vattan Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI) Peneda Desa Toya Kecamatan Aikmel Lombok Tmur Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan chi square hubungan persepsi santri dengan kebiasaan cuci tangan pakai sabun diperoleh nilai P = 0,707 > 0.05. Sedangkan hasil chi square hubungan peran guru dengan kebiasaan cuci tangan pakai sabun diperoleh nilai P = 0,006 < ,0.05. Tidak ada hubungan antara persepsi santri dengan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan ada hubungan antara peran guru dengan kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
Edukasi Kesehatan Tentang Emotional Eating Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Pendidikan Mandalika Tahun 2025 Sofyandi, Arif; Desimal, Iwan; Rahmawati, Baiq Fathin Ayu; Astawan, Wanda Januar; Karjono, Karjono; Indriani, Ani
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i4.1170

Abstract

Masalah status gizi merupakan isu kesehatan global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres akademik dan perilaku makan emosional (emotional eating). Mahasiswa tingkat akhir sering kali mengalami tekanan akademik yang tinggi, terutama dalam menyelesaikan skripsi, KKN dan menjalani magang yang dapat memengaruhi pola makan dan status gizi mereka. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang dampak emosional eating bagi kesehatan khususnya pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Pendidikan Mandalika tahun 2025. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melakukan ceramah dan melakukan pengukuran status gizi mahasiswa dengan mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan mahasiswa. Alat bantu yang digunakan yaitu power point, alat microtoise dan timbangan digital. Pengetahuan mahasiswa sebelum dan setelah diberikan edukasi dinilai dengan menggunakan kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai bahaya emosional eating bagi tubuh. Kuesioner yang digunakan yaitu DEBQ (Dutch Eating Behavior Questionnaire) dan status gizi menggunakan pedoman Indeks Massa Tubuh. Hasil penilaian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post test kepada mahasiswa, kemudian data diolah menggunakan bantuan SPSS dengan uji paired sample t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa sebelum diberikan edukasi adalah 43,33 namun setelah diberikan edukasi tentang kesehatan bahaya emosional eating, rata-rata pengetahuan siswi meningkat menjadi 85,95. Nilai P adalah 0,0001 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai pre test dan nilai post test dengan selisih 42,62. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi tentang emosional eating mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat tentang dampak emosional eating bagi tubuh.
How can village midwives of the puskesmas work together with village administrator in eliminating malnutrition and preventing stunting: A case study in Tanjung Village, North Lombok Astawan, Wanda Januar
BKM Public Health and Community Medicine PHS8 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

How village midwives from puskesmas can become members of the work team of the village head in eliminating malnutrition and preventing stunting: a case study in Tanjung Village, North Lombok How village midwives from puskesmas can become members of the work team of the village head in eliminating malnutrition and preventing stunting: a case study in Tanjung Village, North Lombok Objective: To explore the role of village midwives as the implementing team for village government programs and health centers in developing strategies based on local conditions to reduce malnutrition and prevent stunting. Methods: Qualitative study with in-depth interviews, observation, document review, and journals related to the study of literature. Results: Tanjung Village is one of the villages that is the working area of ​​the Tanjung Health Center, which consists of 12 hamlets with a population of 8,287 people. The sources of income for the people of Tanjung Village are pretty diverse. The livelihoods of the Tanjung Village residents are dominated by 1,759 traders, 1,290 farm/construction workers, 1,149 farmers, 585 casual daily laborers, 450 farmers, and construction workers. Two hundred seventy-six people, 252 entrepreneurs, 170 fishers, 153 civil servants/TNI/POLRI/retirees, 16 craftsmen, ten mechanics, and the rest 2,476 people haven't worked. The implementation of health services for promotive, preventive, and curative efforts at the hamlet level in Tanjung Village is carried out in 12 posyandu in 12 hamlets carried out one time in 1 month. Each posyandu is assisted by five cadres, one village doctor, one nutritionist, and one village midwife. Promotive, preventive, and curative efforts have been made. Meanwhile, the prevalence of malnutrition is still above 30%, which is 34.56% of children under five. This is caused by the village midwife's approach to changing people's behavior for nutritional awareness is still less effective, coordination between implementing integrated stunting prevention programs such as village government and village midwives is still lacking, and adequate village midwife human resources with a reasonably high salary gap and weak government supervision. A village so that the implementation of the program does not run optimally. Conclusion: The program's implementation between the village midwife and the village government has not been well integrated. The need for village midwives to make local-based strategies and village government supervision and rewards to village midwives in program implementation to bring about change in alleviating malnutrition.
Analisis Kesenjangan Antara Harapan Dengan Kenyataan Yang Dirasakan Peserta Posbindu Isasih, Widani Darma; Ardian, Junendri; Astawan, Wanda Januar; Solehah, Novia Zuriatun; Sukanty, Ni Made Wiasty
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v3i2.2460

Abstract

Rasio pemanfaatan peserta POSBINDU FKM UNAIR yang masih rendah dan hasil penelitain berupa gap menunjukkan adanya ketidak puasan yang dirasakan peserta. Gap berdasarkan perhitungan persentase harapan (H) dikurangi dengan persentase kenyataan yang dirasakan oleh peserta (K). Jika H – K > 0 (nilai postif) maka dikatakan hal tersebut bermasalah. Jika nilai GAP diperoleh = atau > 20% maka dapat dikatakan bahwa hal tersebut merupakan hal yang penting untuk diperhatikan sesuai dengan analisis pareto, karena peresentasi = atau > 20% ketidak puasan dapat menjadi pemicu timbulnya masalah. Hasil penelitian menunjukkan persentase harapan lebih tinggi di bandingkan persentase kenyataan yang lemudian menyebabkan terjadinya rasa ketidak puasan pada peserta. Jika kenyataan sesuai harapan, konsumen puas. Jika kenyataan melebihi harapan, konsumen sangat puas. Tetapi jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, maka konsumen akan kecewa. Semakin besar kesenjangan (gap) antara harapan dan kenyataan, semaakin besar kekecewaan konsumen.
Survei Penilaian Rumah Sehat di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Astawan, Wanda Januar; Desimal, Iwan; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Zaidah, Una
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/yqph7924

Abstract

Rumah sehat merupakan determinan penting kesehatan masyarakat karena kualitas fisik bangunan, sanitasi dasar, dan perilaku penghuni memengaruhi risiko penyakit berbasis lingkungan. Secara nasional, masih terdapat proporsi besar rumah tangga yang tinggal di hunian tidak layak, sehingga pemetaan kondisi rumah sehat di tingkat lokal diperlukan sebagai dasar intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei pemenuhan kriteria rumah sehat pada rumah tangga di Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yanng digunakan dalam penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan desain potong lintang pada 15 rumah (purposive sampling) selama 10 Agustus–20 September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan checklist penilaian rumah sehat mengacu pada SK Menkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Skor total dikategorikan memenuhi syarat (1068–1200) dan tidak memenuhi syarat (<1068). Dari 15 rumah, 1 rumah (6,7%) memenuhi syarat rumah sehat dan 14 rumah (93,3%) tidak memenuhi syarat. Kekurangan dominan ditemukan pada komponen fisik (terutama ventilasi dan pencahayaan), sanitasi dasar (air bersih, jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah), serta perilaku penghuni yang belum konsisten mendukung kebersihan lingkungan rumah. Mayoritas rumah belum memenuhi kriteria rumah sehat sehingga diperlukan intervensi bertahap yang memadukan perbaikan fisik rumah dan sanitasi dengan edukasi perilaku berbasis komunitas untuk menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Healthy Home Assessment Survey in Lembar Village, Lembar District, West Lombok Regency Abstract Healthy housing is an important determinant of public health because the physical condition of the building, basic sanitation, and residents’ behaviors influence the risk of environment-related diseases. Nationally, a large proportion of households still live in substandard housing; therefore, mapping healthy housing conditions at the local level is needed as a basis for intervention. This study aimed to survey compliance with healthy house criteria among households in Lembar Village, West Lombok Regency. The method used was an observational descriptive study with a cross-sectional design involving 15 houses (purposive sampling) conducted from 10 August to 20 September 2025. Data were collected through observation and interviews using a healthy house assessment checklist referring to the Indonesian Ministry of Health Decree No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Total scores were classified as compliant (1068–1200) or non-compliant (<1068). Of the 15 houses, 1 (6.7%) met the healthy house criteria and 14 (93.3%) did not. The main deficiencies were found in physical components (especially ventilation and lighting), basic sanitation (clean water, latrines, wastewater disposal systems, and solid waste management), and residents’ behaviors that were not consistently supportive of a clean home environment. Most houses did not meet the healthy house criteria, indicating the need for phased interventions that combine improvements in housing and sanitation infrastructure with community-based behavior education to reduce the risk of environment-related diseases.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH Ningsih, Murtiana; Rayani, Dewi; Ali, Nurain Abdurrahman; Kardi, Kardi; Astawan, Wanda Januar; Angelica, Zona; Hairunisa, Hairunisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8851

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community. ABSTRAK Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual power point, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai p < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.