Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

PENINGKATAN DIVERSIFIKASI DAN KUALITAS OLAHAN BUAH NAGA Maulana, Zulkifli; Fitriyah, Andi Tenri; Razak, Zulkifli
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga kaya akan vitamin A dan C, mineral serta karbohidrat. Buah naga mengandung kalium, zat besi, protein, kalsium dalam jumlah yang cukup baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Zat-zat ini menetralkan racun dalam darah, meningkatkan daya penglihatan dan mencegah hipertensi dan sejumlah manfaat lainnya. Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandung protein yang mampu mengurangi metabolisme badan dan menjaga kesehatan jantung. Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1 (menjaga panas tubuh); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat). Prospek inilah buah naga dapat dijadikan sebagai sebuah ide cemerlang untuk membuka lahan bisnis baru bagi mereka yang berjiwa entrepreneur. Selain itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk mengurangi pengangguran. Berdasarkan kualitas kandungannya buah naga sangat baik untuk di kembangkan sebagai makanan kesehatan. Berdasarkan data BPS kecamatan Pallangga diperoleh bahwa produksi buah naga tahun 2012 adalah sebesar 18.370 ton/tahun. Petani belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengolahan buah naga menjadi berbagai produk olahan buah naga untuk meningkatkan nilai jualnya. Pengolahan diversifikasi berbagai produk olahan buah naga (dodol, selei, dan tea buah naga ) merupakan upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah kelompok tani buah naga Desa Bonto Ramba Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna diversifikasi berbagai produk olahan buah naga (dodol, selei, dan teh buah naga) kepada kelompok tani mitra. Permasalahan lain adalah pemasaran hasil produk olahan buah naga. Melalui Penyuluhan, pelatihan, pembinaan dan penerapan strategi pemasaran dan teknologi tepat guna, diharapkan adanya peningkatan pemasaran dan produksi olahan buah naga. Tujuan kegiatan pengabdian ipteks bagi masyarakat (IbM) adalah untuk meningkatkan mutu buah naga dan olahan produknya dengan menggunakan teknologi tepat guna. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah kelompok Tani Mario dan kelompok usaha Sinar Jaya desa Bonto Ramba kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa
Respons Pertumbuhan dan Hasil Kentang terhadap Jenis Bioetanol dan Ekstrak Daun Gamal di Dataran Medium Maulana, Zulkifli; Muhibuddin, Andi; Fatmawati, Fatmawati; Mahmud, Haris
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1635

Abstract

Budidaya kentang selama ini dikembangkan di dataran tinggi (>1000 m Dpl), karena kentang berproduksi tinggi jika ditanam pada dataran tinggi dengan suhu 17-20 ºC. Namun,  di dataran tinggi terkendala masalah terbatasnya areal dan biaya produksi tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2022 di desa loka,  Balai Benih Hortikultura, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng sebagai sentra pengembangan kentang di Sulawesi Selatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis bioetanol dan konsentrasi ekstrak daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil kentang, serta interaksi antara jenis bioetanol dengan konsentrasi ekstrak daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil kentang. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan yang disusun menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah penggunaan  Ekstrak Daun Gamal dan tanpa perlakuan dengan ekstrak daun gamal. Ekstrak daun gamal yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0 ml/l air, 200 ml/ l air, and 400 ml/ l air. Anak petak adalah penggunaan  bioetanol dengan 4 taraf yaitu, tanpa perlakuan bioetanol, bioetanol  dari eceng gondok, bioetanol dari kulit singkong, dan bioetanol dari kulit kentang.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan  bioetanol yater baik adalah bioetanol dari kulit kentang. Ekstrak daun gamal 400 ml/l air menghasilkan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kentang. Potato cultivation has been developed in the highlands (>1000 m above sea level), because potatoes produce high yields if grown in the highlands with a temperature of 17-20 0C. However, in the highlands, there are problems with limited area and high production costs. This research was conducted from April to July 2022 at the Horticulture Seed Centre in the Ulu Ere subdistrict, Bantaeng Regency, South Sulawesi. The study aims to analyze the effect of the type of bioethanol and the concentration of gliricidia sepium extract on the growth and yield of potatoes, as well as the interaction between the type of bioethanol and the concentration of gliricidia sepium extract on the growth and yield of potatoes. The study was conducted in the form of an experiment arranged using a split plot design (SPD). The main plot is the use of gliricidia sepium extract and without treatment with gliricidia sepium extract. Gliricidia sepium extract consisted of 3 treatment levels, namely 0 ml/l water, 200 ml/l water, and 400 ml/l water. The sub-plots used bioethanol with 4 levels, namely, without treatment with bioethanol, bioethanol from water hyacinth, bioethanol from cassava peels,, and bioethanol from potato skins. The experimental results show that the best use of bioethanol is bioethanol from potato skins. gliricidia sepium extract 400 ml/l water gave the best effect on potato growth and yield.
Budidaya Pakcoy Brassica Rapa L. Dengan Menggunakan Teknik Hidroponik Sistem Nutrient Films Technique Di Kebun Hidroponik Tirta Tani Farm Gowa Maulana, Zulkifli; Tamala, Evi; Amiruddin, Amiruddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i2.3459

Abstract

Pakcoy merupakan salah satu sayuran daun yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan sayuran yang banyak dibudidayakan saat ini. Tanaman pakcoy memiliki nilai ekonomis yang relative murah dan mudah untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari bagaimana cara aplikasi hidroponik NFT pada budidaya tanaman pakcoy. Kegunaan penelitian ini untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan serta ilmu yang dapat diterapkan tentang aplikasi hidroponik NFT pada budidaya tanaman pakcoy.penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan terhadap teknik budidaya tanaman pakcoy pada system hidroponik NFT, dan metode wawancara dengan senantiasa melakukan wawancara dengan para pendamping lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya tanaman pakcoy pada system hidroponik sangat berguna karena penggunaan system NFT dapat memudahkan pengendalian daerah perakaran tanaman. Oleh karena itu, pemberian nutrisi akan menentukan baik atau tidaknya pertumbuhan Pakcoy. Pemberian nutrisi dalam jumlah dan konsentrasi yang tepat akan meningkatkan pertumbuhan Pakcoy Pakcoy is one of the leafy vegetables that is much liked by the people of Indonesia and a vegetable that is widely cultivated today Pakcoy plants have economic value which is relatively cheap and easy to cultivate. This study aims to find out and learn how to apply NFT hydroponics to pakcoy cultivation. The use of this research is to gain experience and skills as well as knowledge that can be applied about the application of NFT hydroponics to Rakcoy cultivation. the field assistants, The results of the study showed that the cultivation of pakcoy plants in a hydroponic system was very useful because the use of the NFT system could facilitate control of the plant's root area. Therefore, providing nutrition will determine whether or not Pakcoy's growth is good. Providing nutrients in the right amount and concentration will increase the growth of Pakcoy
Analisis Keragaman Agronomi Tanaman Jagung Buah Maulana, Zulkifli; Andilolo, Jelsilah Putri; Nasution, Muhammad Arif; Abri, Abri; Amiruddin, Amiruddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i2.3460

Abstract

Tanaman jagung Zea mays L. merupakan salah satu komoditas penting dalam sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri di Indonesia. Peningkatan keragaman agronomi pada tanaman jagung menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan adaptasi tanaman terhadap berbagai kondisi lingkungan.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman agronomi pada tanaman Jagung Buah, dengan fokus pada karakteristik pertumbuhan seperti tinggi tanaman, diameter batang, jumlah helai daun, panjang daun, panjang buah, diameter buah, dan berat buah. Penelitian ini dilakukan di Desa Bontoramba, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dari Mei hingga Juli 2023. Data dikumpulkan dalam lima periode pengamatan selama masa pertumbuhan tanaman, dengan analisis statistik menggunakan perangkat lunak SPSS. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam cluster dengan metode K-means. Hasil analisis dikelompokkan dalam tiga kelompok cluster, yaitu kelompok pertumbuhan tinggi, sedang, dan rendah, dengan karakteristik agronomi yang berbeda. Kelompok pertumbuhan tinggi memiliki tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun yang banyak, dan berat buah paling tinggi. Kelompok pertumbuhan sedang berada di antara kedua kelompok lainnya dalam hal karakteristik agronomi, sementara kelompok pertumbuhan rendah memiliki karakteristik pertumbuhan paling rendah.Selain itu, analisis klaster hierarkis juga dilakukan untuk menggambarkan hubungan antar kelompok tanaman jagung. Hasilnya menunjukkan sejumlah kelompok berdasarkan tingkat kesamaan karakteristik agronomi, yang memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keragaman dalam pertumbuhan tanaman jagung buah.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang keragaman agronomi pada Jagung Buah dan berkontribusi dalam pengembangan varietas unggul serta praktik pertanian yang lebih efektif Corn (Zea mays L.) is one of the crucial commodities in the agricultural sector, playing a strategic role in meeting both food and industrial raw material needs in Indonesia. Increasing agronomic diversity in corn plants is key to enhancing productivity and their adaptation to various environmental conditions. Therefore, this study aims to analyze agronomic diversity in Sweet Corn plants, focusing on growth characteristics such as plant height, stem diameter, leaf count, leaf length, ear length, ear diameter, and ear weight. This research was conducted in Bontoramba Village, Gowa Regency, South Sulawesi, from May to July 2023. Data were collected during five observation periods throughout the plant's growth cycle, with statistical analysis using SPSS software. The observation data were analyzed using cluster analysis with the K-means method, resulting in three clusters: high, medium, and low growth. The high-growth cluster exhibited the tallest plants, the highest leaf count, and the heaviest ears. The medium-growth cluster fell in between the other two clusters regarding agronomic characteristics, while the low-growth cluster had the lowest growth characteristics. Additionally, hierarchical cluster analysis was conducted to depict the relationships among corn plant groups, revealing several groups based on agronomic characteristic similarity. This provides a clearer picture of agronomic diversity in Sweet Corn growth. This research is expected to provide deeper insights into agronomic diversity in Sweet Corn and contribute to the development of superior varieties and more effective agricultural practices