Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KUANTUM

Pemanfaatan Metode Picture And Picture Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Materi Struktur Lapisan Bumi Siswa Kelas V SD Negeri 40 Kota Ternate Latukau, Munir; Amiruddin, Usman
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 1 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Januari - Juni 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i1.839

Abstract

Penelitian ini berfokus pada efektivitas penerapan Metode Pembelajaran Picture And Picture dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Struktur Lapisan Bumi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana metode tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran serta dampaknya terhadap prestasi akademik siswa di SD Negeri 40 Kota Ternate. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Metode yang digunakan adalah penelitian kelas, di mana tindakan pembelajaran akan dihentikan apabila tingkat ketuntasan belajar mencapai 70%. Penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas V, dengan hasil belajar yang diukur berdasarkan ketuntasan individu. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada siklus pertama, sebanyak 14 siswa mencapai ketuntasan, sementara 11 siswa belum memenuhi standar, dengan rata-rata nilai yang masih berada di bawah 70 dalam skala 100 (di bawah KKM, yaitu 65). Di sisi lain, 20 siswa memperoleh nilai di atas 70, sementara 12 siswa masih berada di bawah ambang batas tersebut. Pada siklus kedua, jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas 70 meningkat menjadi 29 siswa, dengan tingkat ketuntasan mencapai 90,63% dari total 32 siswa, melampaui target 70%. Berdasarkan hasil penelitian, metode Picture And Picture terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Struktur Lapisan Bumi dalam mata pelajaran IPA. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut guna memperoleh wawasan yang lebih dalam dalam ruang lingkup yang serupa
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Menggunakan Media Maket Pada Siswa Kelas V Di SD Inpres Bepsili Halmahera Timur Latukau, Munir
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 5 No 2 (2024): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Desember 2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14676406

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Salah satu karakteristik PTK adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas, sehingga fokus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi. Karena siswa terlibat dalam situasi penelitian, maka karakteristik siswa perlu dipahami agar PTK berjalan lancar sesuai tujuan. PTK ini dilaksanakan di kelas IV Inpres Bepsili Halmahera Timur. Peningkatan pemahaman siswa (ketuntasan belajar) naik sebesar 28,57%, kenaikan motivasi belajar sebesar 20,00% dan kenaikan rerata 7,44. Ternyata dengan menggunakan media maket, dinamika kerja kelompok lebih baik dan semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, dan semua siswa memperoleh pengalaman nyata dari pembelajarannya. Seperti dikatakan Dale bahwa pengalaman belajar yang paling tinggi nilainya adalah pengalaman belajar melalui pengalaman langsung dan melakukan sendiri. Masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan pembelajaran IPA pada mayoritas SD dengan tuntutan pembelajaran IPA berdasarkan kurikulum dan karakteristik pendidikan IPA. Di lapangan hingga saat ini pembelajaran IPA miskin media dan alat peraga serta ditampilkan dalam bentuk transfer informasi dari guru atau buku ke dalam otak siswa dengan mereduksi hakikat pendidikan IPA. Dari hasil refleksi tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa tindakan perbaikan yang dilakukan telah berhasil. Meski masih ada hal-hal yang harus diperbaiki. Berarti upaya perbaikan pembelajaran berakhir di siklus ketiga.