Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DIALEKTIKA

ISLAMISASI DI MALAYSIA DAN BRUNEI DARUSSALAM: SEJARAH, INSTITUSIONALISASI, DAN DINAMIKA KONTEMPORER Achmad Riady
DIALEKTIKA Vol. 18 No. 1 (2025): (Edisi Juni) Sosial Keagamaan
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/da.v18i1.10971

Abstract

Studi ini mengeksplorasi proses Islamisasi yang beraneka ragam di dunia Melayu, dengan menyoroti peran jalur perdagangan, pernikahan politik, perpindahan agama kerajaan, kontribusi cendekiawan asing dan lokal, dan dukungan kelembagaan dari istana dan kesultanan. Studi ini juga meneliti dinamika pendidikan Islam dan penerapan hukum Syariah di Malaysia dan Brunei dalam konteks hukum dan sosial politik yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metodologi tinjauan pustaka, studi ini mensintesis bukti historis dan kontemporer untuk memetakan interaksi antara Islam, otoritas politik, dan identitas nasional. Temuan-temuan utama menggarisbawahi pentingnya tata kelola Islam yang dikontekstualisasikan, khususnya dalam mengelola pluralisme hukum, reformasi pendidikan, dan pembentukan identitas yang inklusif. Studi ini berkontribusi pada studi Islam, sejarah hukum, dan wacana kebijakan publik, dengan menawarkan pemahaman yang bernuansa tentang Islamisasi kelembagaan. Penelitian di masa mendatang dapat difokuskan pada studi perbandingan di negara-negara mayoritas Muslim tentang pengintegrasian hukum Islam ke dalam kerangka hukum nasional dan peran adaptif pendidikan Islam di era digital dan globalisasi.
FATWA GREETINGS PLURALISTIK: KONTEKS TEOLOGI INKLUSIF DAN PLURALISME AGAMA DI INDONESIA KONTEMPORER Achmad Riady
DIALEKTIKA Vol. 18 No. 1 (2025): (Edisi Juni) Sosial Keagamaan
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/da.v18i1.10974

Abstract

This study aims to analyze the discourse construction in the fatwa issued by the Indonesian Council of Ulama (Majelis Ulama Indonesia/MUI) regarding interreligious greetings and its relation to pluralism dynamics in Indonesia. Utilizing a qualitative approach with a literature-based method and critical discourse analysis (Fairclough model), the study explores the linguistic and semantic features of fatwa texts, as well as the embedded religious symbols and power relations. The findings reveal that fatwas not only function as normative religious authority but also shape social structures through the production of religious meanings. Public resistance, the emergence of alternative religious discourses in digital media, and the role of moderate religious organizations are pivotal in shaping social responses. Moreover, the maqashid shariah framework and progressive theology contribute to reconstructing the relationship between theological symbolism and social ethics in a plural society. This study highlights the need for inclusive fatwas that consider social diversity and universal human values.