Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Gadai Sawah Subekan
Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.758 KB) | DOI: 10.53429/jdes.v7i1.29

Abstract

Islam merupakan agama yang bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. Keabadian dan kekuatan Islam telah terbukti sepanjang sejarahnya, dimana setiap kurun waktu dan perkembangan peradaban manusia senantiasa dijawab dengan tuntas oleh ajaran Islam melalui Al- Qur‟an sebagai landasannya. Termasuk persoalan gadai sawah, hal ini mencuat lantaran salah satu pihak ada yang merasa untung atau bahkan merasa dirugikan. Maka dalam konteks hukum Islam tentu ini jauh dari prinsip Ekonomi Syariah. Seperti praktik gadai sawah yang ada di Desa Salamrojo Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Secara umum praktik gadai yang dilakukan masyarakat setempat sudah memenuhi syarat dan rukun gadai. Namun, ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti pengelolaan barang jaminan dan pembagian hasil barang jaminan. Karena dengan ketidak jelasan hal tersebut, pada akhirnya timbul prasangka bahwa salah satu pihak merasa diuntungkan atau dirugikan.Selain itu ada perbedaan pendapat dikalangan Imam Mazhab mengenai pemanfaatan barang jaminan gadai oleh penerima gadai. Namun secara jelas dapat dikatakan bahwa adanya perbedaan pendapat dikalangan ulama Madzhab dalam membahas pemanfaatan barang gadai merupakan referensi bagi para pihak dalam transaksi gadai (rahn) untuk dapat memilih atau mencari jalan tengah dalam hal pemanfaatan barang gadai sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada, sehingga tujuan utama gadai tidak terabaikan.
Pendampingan Manajemen Pemasaran Produk Olahan Anggota PKK Desa Bangle Kec. Lengkong Kab. Nganjuk Ali Anwar, Muhamad; Soim, Soim; Zakariya, Mukhamad; Subekan
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Ngaliman. Februari 2022
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v1i1.355

Abstract

Marketing is one of the fundamental activities that need to be carried out by business actors, marketing activities include planning, pricing, promotion and distribution of goods or services that satisfy the needs of both existing and potential buyers. So that the marketing of "bangle chips" managed by PKK members is absolutely necessary, and cooperation from business people, government and academics is needed. This assistance uses the CBR (Community Based Research) method. The result of this assistance is Peratama, there is a formal distribution permit for the product "bangle chips". PKK members can market to a wider audience. And its products can be trusted by consumers. Second, PKK members have marketing management knowledge and skills. After the training and mentoring, now they not only know marketing management, but already have a systematic and very technical marketing planning and organization. Third, increasing sales volume, currently marketing is carried out with three strategies, namely, leaving it at the souvenir center, through social media and selling directly to consumers. So that the market share is even wider, and according to the recognition of the PKK chairman there is an increase in the number of sales.
Pendampingan Pengelolaan Keuangan Bagi Pengelola Pondok Pesantren Darussaadah Pace Kulon Pace Nganjuk Subekan; Musthofa, Moh. Saiful; Sona, Muklas Ary
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.569

Abstract

Pengelolaan keuangan yang efektif dan berkelanjutan merupakan tantangan utama dalam menjaga kelangsungan Pondok Pesantren Darussaadah di Era Digital. Pengelolaan dana yang tepat dan transparan diperlukan untuk mendukung beragam kegiatan pendidikan, agama, dan sosial di pondok pesantren ini. Keberhasilan dalam mengelola keuangan akan berdampak langsung pada pemberdayaan pesantren dan masyarakat sekitarnya. Pondok Pesantren Darussaadah di Pace Kulon, Nganjuk, telah lama menjadi pusat pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Namun, tantangan finansial dan perubahan zaman mendorong perlunya pendampingan dalam pengelolaan keuangan untuk menjaga kelangsungan dan pertumbuhan pesantren. Untuk mengatasi isu ini, dilakukan pendampingan pengelolaan keuangan oleh tim ahli keuangan dan manajemen. Pendekatan yang digunakan mencakup audit keuangan, pelatihan pengelolaan keuangan, dan pembuatan rencana bisnis. Pendampingan pengelolaan keuangan mengadopsi pendekatan ABCD, yang fokus pada pemberdayaan sumber daya lokal. Kami mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi ekonomi dalam komunitas sekitar pesantren untuk mendukung keuangan pesantren, seperti pertanian, kerajinan, dan layanan pendukung. Setelah implementasi pendampingan, terlihat peningkatan yang signifikan dalam transparansi dan pengelolaan keuangan pesantren. Keuangan pesantren menjadi lebih berkelanjutan, dan sumber daya lokal semakin dimanfaatkan untuk mendukung pesantren. Hasil pendampingan ini juga menciptakan model yang dapat diadopsi oleh pesantren lain di seluruh negeri
Pendampingan Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Jerami Rosyad, Aftonur; Myaskur; Subekan
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Ngaliman, Agustus 2022
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v1i2.616

Abstract

This service aims to provide assistance to the community, in utilizing straw waste. By utilizing straw as animal feed, our next hope is to be able to increase the income of farmers in Prayungan village, because the time they have used to find grass, they can use it for farming, because fodder no longer needs to use grass, but has been replaced with straw. The impact of changes in the Prayungan village community following the holding of this training included: (i) The community no longer throws away straw which can clog sanitation, (ii) The community no longer burns straw which can cause pollution, (iii) Increased awareness of the Prayungan village community about the benefits of straw , (iv) Growing community enthusiasm in making fermented animal feed, and (v) There are groups of capable farmers and the community sharing about processing straw as fermented animal feed.
Modal Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat: Peningkatan Ketrampilan Petani Pisang Chavendish Subekan; Tohawi, Agus
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Ngaliman. Februari 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i1.645

Abstract

Berdasarkan analisa selama proses pengabdian, maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa petani belum membudidayakan pisang dengan metode terstandard dari instansi berwenang; petani sekadar menanam dan menjadikan pisang sebagai tanaman sela, beberap petani menanam pisang sebagai tanaman utama. Pemeliharaan di semua kebun petani tidak optimal bahkan dapat dikatakan pisang tidak dipelihara. Sistem nutrisi yang penting untuk pertumbuhan tanaman belum menjadi prioritas padahal potensi lokal untuk dijadikan pupuk seperti sampah rumah tangga, sisa-sisa tanaman termasuk bonggol pisang, dan kotoran ternak tersedia. Dan dengan mengoptimalkan modal sosial yang dimiliki oleh anggota kelompok petani banana berkah, ketrampilan teknis budidaya pisang mulai awal tanam, proses budidaya, masa panen sampai dengan pasca panen dapat mereka pahami, meskipun dalam prosesnya masih terdapat beberapa kendala, namun masih dapat dikendalikan. Selain itu secara konseptual setelah pelaksanaan pengabdian, anggota kelompok tani pisang Banana Berkah telah memiliki jaringan mulai dari pembibitan sampai dengan pemasaran.
Pendampingan Manajemen Pemasaran Produk Olahan Anggota PKK Desa Bangle Kec. Lengkong Kab. Nganjuk Ali Anwar, Muhamad; Soim, Soim; Zakariya, Mukhamad; Subekan
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Ngaliman. Februari 2022
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v1i1.355

Abstract

Marketing is one of the fundamental activities that need to be carried out by business actors, marketing activities include planning, pricing, promotion and distribution of goods or services that satisfy the needs of both existing and potential buyers. So that the marketing of "bangle chips" managed by PKK members is absolutely necessary, and cooperation from business people, government and academics is needed. This assistance uses the CBR (Community Based Research) method. The result of this assistance is Peratama, there is a formal distribution permit for the product "bangle chips". PKK members can market to a wider audience. And its products can be trusted by consumers. Second, PKK members have marketing management knowledge and skills. After the training and mentoring, now they not only know marketing management, but already have a systematic and very technical marketing planning and organization. Third, increasing sales volume, currently marketing is carried out with three strategies, namely, leaving it at the souvenir center, through social media and selling directly to consumers. So that the market share is even wider, and according to the recognition of the PKK chairman there is an increase in the number of sales.
Pendampingan Pengelolaan Keuangan Bagi Pengelola Pondok Pesantren Darussaadah Pace Kulon Pace Nganjuk Subekan; Musthofa, Moh. Saiful; Sona, Muklas Ary
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.569

Abstract

Pengelolaan keuangan yang efektif dan berkelanjutan merupakan tantangan utama dalam menjaga kelangsungan Pondok Pesantren Darussaadah di Era Digital. Pengelolaan dana yang tepat dan transparan diperlukan untuk mendukung beragam kegiatan pendidikan, agama, dan sosial di pondok pesantren ini. Keberhasilan dalam mengelola keuangan akan berdampak langsung pada pemberdayaan pesantren dan masyarakat sekitarnya. Pondok Pesantren Darussaadah di Pace Kulon, Nganjuk, telah lama menjadi pusat pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Namun, tantangan finansial dan perubahan zaman mendorong perlunya pendampingan dalam pengelolaan keuangan untuk menjaga kelangsungan dan pertumbuhan pesantren. Untuk mengatasi isu ini, dilakukan pendampingan pengelolaan keuangan oleh tim ahli keuangan dan manajemen. Pendekatan yang digunakan mencakup audit keuangan, pelatihan pengelolaan keuangan, dan pembuatan rencana bisnis. Pendampingan pengelolaan keuangan mengadopsi pendekatan ABCD, yang fokus pada pemberdayaan sumber daya lokal. Kami mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi ekonomi dalam komunitas sekitar pesantren untuk mendukung keuangan pesantren, seperti pertanian, kerajinan, dan layanan pendukung. Setelah implementasi pendampingan, terlihat peningkatan yang signifikan dalam transparansi dan pengelolaan keuangan pesantren. Keuangan pesantren menjadi lebih berkelanjutan, dan sumber daya lokal semakin dimanfaatkan untuk mendukung pesantren. Hasil pendampingan ini juga menciptakan model yang dapat diadopsi oleh pesantren lain di seluruh negeri
Pendampingan Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Jerami Rosyad, Aftonur; Myaskur; Subekan
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Ngaliman, Agustus 2022
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v1i2.616

Abstract

This service aims to provide assistance to the community, in utilizing straw waste. By utilizing straw as animal feed, our next hope is to be able to increase the income of farmers in Prayungan village, because the time they have used to find grass, they can use it for farming, because fodder no longer needs to use grass, but has been replaced with straw. The impact of changes in the Prayungan village community following the holding of this training included: (i) The community no longer throws away straw which can clog sanitation, (ii) The community no longer burns straw which can cause pollution, (iii) Increased awareness of the Prayungan village community about the benefits of straw , (iv) Growing community enthusiasm in making fermented animal feed, and (v) There are groups of capable farmers and the community sharing about processing straw as fermented animal feed.
Modal Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat: Peningkatan Ketrampilan Petani Pisang Chavendish Subekan; Tohawi, Agus
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Ngaliman. Februari 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i1.645

Abstract

Berdasarkan analisa selama proses pengabdian, maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa petani belum membudidayakan pisang dengan metode terstandard dari instansi berwenang; petani sekadar menanam dan menjadikan pisang sebagai tanaman sela, beberap petani menanam pisang sebagai tanaman utama. Pemeliharaan di semua kebun petani tidak optimal bahkan dapat dikatakan pisang tidak dipelihara. Sistem nutrisi yang penting untuk pertumbuhan tanaman belum menjadi prioritas padahal potensi lokal untuk dijadikan pupuk seperti sampah rumah tangga, sisa-sisa tanaman termasuk bonggol pisang, dan kotoran ternak tersedia. Dan dengan mengoptimalkan modal sosial yang dimiliki oleh anggota kelompok petani banana berkah, ketrampilan teknis budidaya pisang mulai awal tanam, proses budidaya, masa panen sampai dengan pasca panen dapat mereka pahami, meskipun dalam prosesnya masih terdapat beberapa kendala, namun masih dapat dikendalikan. Selain itu secara konseptual setelah pelaksanaan pengabdian, anggota kelompok tani pisang Banana Berkah telah memiliki jaringan mulai dari pembibitan sampai dengan pemasaran.