Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Gula Aren di Desa Setiling, Kabupaten Lombok Tengah Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Sudjatmiko, Dwi Praptomo; Hayati, Hayati; Siddik, Muhammad; Sari, Ni Made Wirastika
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5880

Abstract

Masyarakat Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, selama ini telah memproduksi gula aren yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan jamu oleh UMKM Senamian, yang juga berlokasi di Desa Setiling. Berdasarkan hasil observasi di desa tersebut, diketahui bahwa gula aren yang diproduksi masih berbentuk batok yang dicetak menggunakan cetakan dari tempurung kelapa. Serta kegiatan pemasaran gula aren yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Setiling hanya dijual di pasar tradisional dengan harga jual yang tidak stabil. Sehingga diperlukan peningkatan nilai produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Menurut Knerr, et al. (2018), kolaborasi dan dukungan bersama dalam suatu usaha dapat meningkatkan kemampuan produk dalam mengakses pasar. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Setiling dengan tema pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi produk gula aren. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan gula aren untuk UMKM Senamian serta meningkatkan pendapatan mereka dengan memproduksi variasi produk gula aren. Tim pengabdian kemudian memberikan pelatihan pembuatan berbagai variasi gula aren, seperti pembuatan gula semut dan gula briket dengan tambahan kopi, susu, dan jahe. Sehingga menghasilkan beragam produk gula aren. Selain itu, tim juga membantu dalam pembuatan desain logo dan kemasan yang menarik untuk produk-produk yang dihasilkan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan penjualan gula aren dan menjual produk mereka dengan nilai jual yang lebih tinggi dan harga pasar yang stabil.
Profits of Products Processed from Bamboos of the Forest Area of Mareje Bonga, Central Lombok, Indonesia Husnuzzonni, Husnuzzonni; Sjah, Taslim; Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 4 No. 4 (2025): April 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v4i4.14164

Abstract

The aim of this research is to analyze the profits generated from products processed from bamboo sourced from the Forest Area of Mareje Bonga, Central Lombok, Indonesia. It is expected to bring several benefits, particularly to improve the livelihood of the communities inside and outside the area of the forest. This research used a survey method. The surveys were carried out with semi-structured interviews and field observation to bamboo locations, bamboo growers, bamboo processors, and bamboo traders. These primary data were completed with secondary data. Collected data were analyzed accordingly by applying several analyses, such as descriptive analysis, descriptive statistics, and profit.  The study revealed that bamboos from the area of Mareje Bonga Forest are marketed inside and outside the area.  The bamboos are then processed into several bamboo products of high and low added values or profits. Inside the area of the forest, a higher profit was generated by large buckets.  Outside the forest area, three bamboo products were promising for their profits, i.e., gazebo, set bench, and lazy bench.  There are more types of bamboo products and more profitable bamboo products outside the forest area than inside.  The novelty of this study is on the finding that more profitable products are located at a longer distance from its resources.  This study brings several implications in economics, environment, and policy making.
Pemanfaatan Kotoran Ternak Sebagai Energi Alternatif Dan Pupuk Untuk Mendukung Kebutuhan Perkebunan & Pertanian Di Desa Setiling Cahyani, Aulia; Lauda, Lalu Dodi Nike; Afwa, Anastasya Auliya; Syari’ati, Zhilla Aulia; Nufus, Aan Cahyatul; Qolbi, Sulistia Zikrotul; Azkia, Hanipan; Huzaefa, Mohamad; Fajar, Iqbal Abdullah; Ikhsan, Bagus Rahman; Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi
Jurnal Wicara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i2.6734

Abstract

Setiling Village has abundant natural resource potential which can be utilized optimally by the local community, one of which is processing cow dung into biogas. Biogas, which is produced through anaerobic processing of organic materials, contains methane and carbon dioxide, and can be used as an alternative energy source. The Community Service Program (KKN) in Setiling Village aims to improve the quality of life of the community by utilizing local potential, especially in the fields of animal husbandry, agriculture and plantations. This program provides education about livestock waste management, including making simple biogas installations and developing biogas waste into Liquid Organic Fertilizer (POC). The results of the activity show that people can use biogas for household needs, while POC is used to increase agricultural and plantation productivity.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Microfarming sebagai Strategi Mewujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Komunitas Di Desa Segala Anyar, Lombok Tengah Jufri, Afifah Farida; Nikmatullah, Aluh; Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Putri, Dwi Noorma; Danasari, Idiatul Fitri; Fitri; Sail, Fazila
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11901

Abstract

Food insecurity remains a significant challenge in many rural areas, including in Segala Anyar Village, Pujut District, Central Lombok. This village is characterized by dryland farming systems that heavily rely on the rainy season, causing agricultural activities to halt during the dry season. This condition directly affects food availability and household income. Meanwhile, Segala Anyar Village has considerable yard space (home gardens) that has yet to be optimally utilized. This community engagement program aimed to optimize yard utilization through a microfarming approach as a strategy to achieve community-based food self-sufficiency. The activity was carried out from April to June 2025 using participatory and applicative methods. The participatory method was applied in identifying land potential and planning the program with local residents, while the applicative method involved hands-on training in organic home garden cultivation and growing media preparation. The results of the program indicated an increase in community knowledge and skills in managing yard space, along with the formation of a microfarming working group to support program sustainability. The microfarming approach proved to be a strategic solution for addressing food access disparities in dryland farming areas and promoting sustainable food self-sufficiency at the household and community levels
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Gula Aren di Desa Setiling, Kabupaten Lombok Tengah Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Sudjatmiko, Dwi Praptomo; Hayati, Hayati; Siddik, Muhammad; Sari, Ni Made Wirastika
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5880

Abstract

Masyarakat Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, selama ini telah memproduksi gula aren yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan jamu oleh UMKM Senamian, yang juga berlokasi di Desa Setiling. Berdasarkan hasil observasi di desa tersebut, diketahui bahwa gula aren yang diproduksi masih berbentuk batok yang dicetak menggunakan cetakan dari tempurung kelapa. Serta kegiatan pemasaran gula aren yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Setiling hanya dijual di pasar tradisional dengan harga jual yang tidak stabil. Sehingga diperlukan peningkatan nilai produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Menurut Knerr, et al. (2018), kolaborasi dan dukungan bersama dalam suatu usaha dapat meningkatkan kemampuan produk dalam mengakses pasar. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Setiling dengan tema pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi produk gula aren. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan gula aren untuk UMKM Senamian serta meningkatkan pendapatan mereka dengan memproduksi variasi produk gula aren. Tim pengabdian kemudian memberikan pelatihan pembuatan berbagai variasi gula aren, seperti pembuatan gula semut dan gula briket dengan tambahan kopi, susu, dan jahe. Sehingga menghasilkan beragam produk gula aren. Selain itu, tim juga membantu dalam pembuatan desain logo dan kemasan yang menarik untuk produk-produk yang dihasilkan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan penjualan gula aren dan menjual produk mereka dengan nilai jual yang lebih tinggi dan harga pasar yang stabil.
Pemanfaatan Kotoran Ternak Sebagai Energi Alternatif Dan Pupuk Untuk Mendukung Kebutuhan Perkebunan & Pertanian Di Desa Setiling Cahyani, Aulia; Lauda, Lalu Dodi Nike; Afwa, Anastasya Auliya; Syari’ati, Zhilla Aulia; Nufus, Aan Cahyatul; Qolbi, Sulistia Zikrotul; Azkia, Hanipan; Huzaefa, Mohamad; Fajar, Iqbal Abdullah; Ikhsan, Bagus Rahman; Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi
Jurnal Wicara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v3i2.6734

Abstract

Setiling Village has abundant natural resource potential which can be utilized optimally by the local community, one of which is processing cow dung into biogas. Biogas, which is produced through anaerobic processing of organic materials, contains methane and carbon dioxide, and can be used as an alternative energy source. The Community Service Program (KKN) in Setiling Village aims to improve the quality of life of the community by utilizing local potential, especially in the fields of animal husbandry, agriculture and plantations. This program provides education about livestock waste management, including making simple biogas installations and developing biogas waste into Liquid Organic Fertilizer (POC). The results of the activity show that people can use biogas for household needs, while POC is used to increase agricultural and plantation productivity.
Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Penghasil Bioenergi dan Pupuk Organik untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Setiling, Batukliang Utara, Lombok Tengah Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Ni Made Wirastika Sari; Bambang Dipokusumo; Hayati; Nurtaji Wathoni; I Gusti Ngurah A. Asasandi; Moh. Irfandi; Lalu Dodi N. Lauda
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12791

Abstract

Pengelolaan limbah menjadi biogas dan pupuk organik merupakan salah satu aspek yang sangat krusial untuk dilakukan di Desa Setiling. Selain untuk mengatasi permasalahan tidak adanya pengelolaan sampah secara terpadu di desa yang memiliki agenda menjadi desa wisata, pengelolaan limbah ini juga dapat memberikan dampak ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat. Untuk menjadikan Setiling sebagai desa ekowisata berbasis edukasi, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat pemanfaatan limbah ternak dan sampah organik yang diolah menjadi sumber bioenergi (biogas) dan pupuk organik. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) Senamian Desa Setiling. Mereka akan dibantu oleh warga desa untuk membuat instalasi biogas untuk kepentingan kelompok memasak jamu. Pengadaan peralatan akan disediakan melalui pengabdian ini sebagai pilot percontohan bagi rumah tangga di desa. Instalasi ini merupakan inovasi yang dikonsultasikan dengan peneliti biogas Universitas Mataram dan juga dari Yayasan Rumah Energi. Sisa fermentasi biogas akan dikeluarkan dan ditampung untuk dijadikan pupuk bagi usaha tani KWT tersebut. Sisanya akan dijual. Output dari kegiatan ini adalah instalasi biogas yang lebih murah, pupuk organik yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani dan juga dijual, dan publikasi ilmiah.
The Role Of Gendered Livelihoods In Shaping Cattle Management In Smallholder Farming Households In Nusa Tenggara Barat Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi; Reid, Janet; Gray, David
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i3.26684

Abstract

This study explored how gender roles influenced the management of cattle farming in smallholder households in Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. In this setting, cattle were not only a key source of income but also held cultural value. However, traditional social norms still tended to limit women’s involvement in cattle-related activities. Guided by Livelihoods Theory, this research examined how gendered roles shaped labor roles, access to resources, and decision-making within household cattle management. Using a qualitative case study approach, the study drew on semi-structured interviews with 25 men and women from cattle-farming households in NTB. The data were analyzed thematically to identify patterns in gender roles, control over resources, and access to support systems, which shaped decisions on cattle. The findings suggested that patriarchal norms continued to restrict women’s access to productive assets, limiting their participation in cattle management. While cattle served as a form of household savings, women often relied on them for investment, especially when they lacked access to credit due to limited ownership of collateral. Meanwhile, men were often seen as more mobile and capable of managing cattle, particularly bulls, while women were more involved with small livestock such as poultry and goats. Women were also commonly excluded from livestock farmer groups, which served as key gateways to government livestock support and grants. This exclusion reinforced gender gaps in cattle ownership, economic opportunities, and access to public agricultural resources. The study highlighted the need for more inclusive approaches to support women’s roles in cattle farming and rural livelihoods.