Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

IMAGINASI DAN KREATIVITAS PENGARANG DALAM NILAI SOSIAL CERPEN PENCURI KARYA SILVESTER PETARA HURIT Wissang, Imelda Oliva; Sili, Maria Somi
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan imaginasi dan kreativitas pengarang dalam nilai sosial cerpen Pencuri karya Silvester Petara Hurit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra yang menganalisis cerpen dengan menemukan nilai sosial sebagai kelebihan cerpen dan aspek teknis kebahasaan sebagai kekuarangan cerpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai sosial dalam cerpen Pencuri karya Silvester Petara Hurit ini, dapat disimpulkan, yakni (1) nilai sosial sebagai norma dan moralitas dalam masyarakat, (2) nilai sosial yang menciptakan kesenjangan sosial, dan (3) nilai sosial sebagai sistem hukum dan keadilan.
ANALISIS NILAI SOSIAL TRADISI LEFA DALAM NOVEL LAMAFA KARYA FINCE BATAONA Ruing, Maria Septiani; Wissang, Imelda Oliva; Lemba, Vinsensius Crispinus
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai sosial tradisi Lefa dalam novel Lamafa karya Fince Bataona.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktiptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Tradisi Lefa menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Lamalera.Tradisi Lefa sebagai warisan budaya. Berdasarkan hasil analisis terhadap novel Lamafa karya Fince Bataona, dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai-nilai sosial, yakni nilai social berkaitan dengan kebersamaan, pendidikan, gotong royong, budaya, dan religius.
PENINGKATAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MEDIA SCRAPBOOK KELAS X SMA NEGERI 1 DEMON PAGONG Sogen, Pankrasius Muhala; Wissang, Imelda Oliva; Pande, Rikardus
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas SMA Negeri 1 Demon Pagong tahun ajaran 2024/2025 dengan mengunakan media Scrapbook. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode penelitian kualitatif dan kuantutatif. Metode kualitatif digunakan untuk memahami peroses pemahaman dan metode kuantitatif digunakan unntuk mengukur hasil belajar siswa. Kombinasi dari kedua metode tersebut adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang peroses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Demon Pagong yang berjumlah 20 siswa. Data dikumpul melelui observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengunaan media Scrapbook dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan observasi siswa. Hal ini ditunjukan dengan presentase sebesar 17,35%. Peningkatan ini terlihat dari peningkatkan nilai rata-rata siswa dari siklus l ke siklus ll. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Srapbook dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasilobservasi siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MENGGUNAKAN METODE JIGSAW DI KELAS X SMA NEGERI 1 ADONARA TENGAH Weran, Elisabet Diniana Danu; Lawet, Pilipus Wai; Wissang, Imelda Oliva
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas X SMA Negeri 1 Adonara Tengah, melalui penerapan metode pembelajaran tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes unjuk kerja keteramilan berbicara, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitati. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode jigsaw mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 56,73 pada siklus I menjadi 85,94 pada siklus II. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh aspek penilaian keterampilan berbicara, termasuk pelafalan, intonasi, diksi, sikap tenang dan wajar, gerak dan mimik, volume suara, kelancaran, serta penguasaan topik. Dengan demikian, penerapan metode jigsaw efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
PENDIDIKAN KARAKTER GERAK TARI LUSI LERANG DI DESA RIANGBARING KECAMATAN ILE BURA Wolor, Theresia Lelu; Wissang, Imelda Oliva; Keban, Sirilus Karolus Keroponama
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7489

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendidikan karakter yang tercermin dalam gerak tari Lusi Lerang di Desa Riangbaring, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tari tardisonal ini bukan hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana pembentukan karakter positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan karakter yang tercermin dalam gerak tari Lusi Lerang di Desa Riangbaring, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak tari Lusi Lerang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter seperti karakter kedisiplinan, karakter tanggung jawab, karakter kerja sama, karakter cinta budaya dan tanah air, karakter penghormatan, dan karakter percaya diri.
ANALISIS MAKNA UKIRAN YANG TERDAPAT PADA KORKE DI DESA RIANGKOTEK KECAMATAN LEWOLEMA Koten, Kristina Jenifo Nero; Leu, Yohakim Yolanda Mario; Wissang, Imelda Oliva
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna ukiran yang terdapat pada bangunan Korke, dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, yang mencakup konsep ikon, indeks, dan simbol. Metode yang digunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian analisis makna ukiran yang terdapat pada korke di desa Riangkotek kecamatan Lewolema disimpulkan sebagai berikut (1) Ukiran buaya pada bumbung Korke memiliki makna perlindungan dalam perjalanan laut, sebagai simbol sakral, (2) Ukiran perahu atau tena memiliki makna sebagai petunjuk terhadap peristiwa pelayaran. Sebagai simbol, perjalanan hidup, perpindahan, harapan, dan keselamatan, dan kelangsungan hidup masyarakat, (3) Ukiran ayam memiliki makna interaksi, penanda waktu, pergantian, keteraturan hidup. Sebagai lambang kedisiplinan waktu dan hubungan sosial, (4) Ukiran belah ketupat memiliki makna keeratan hubungan manusia, alam, dan yang ilahi. Simbol kesuburan, pengorbanan, dan kehidupan, (5) Ukiran ular naga dan tokek memiliki makna kekuatan. Ular Naga merupakan simbol kekuatan, tokek melambangkan penyembuhan, kesehatan, dan keseimbangan antara manusia dan alam, (6). Ukiran ikan memiliki makna pemberian diri. Simbol persembahan, dan pengabdian kepada Sang Pencipta (Nogo Ema), serta penghargaan terhadap laut sebagai sumber rezeki, (7) Ukiran parang memiliki makna keberanian, perlindungan, dan kekuatan. Lambang kesiapan melindungi keluarga serta semangat bekerja untuk bertahan hidup, dan (8) Ukiran burung elang memiliki makna pelepasan, pembebasan. Lambang transformasi spiritual