Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of Islamic Education Textbooks Based on Contextual Teaching and Learning to Reduce Student Difficulties Sakinah, Aini; Pohan, Ali Jusri; Pratami, Fuji
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Islamic Education textbooks based on Contextual Teaching and Learning is designed to bridge the academic world with the realities of students' lives. With this approach, religious material becomes more meaningful and can reduce students' difficulties in understanding Islamic values. This study aims to create an Islamic Education textbook that uses the Contextual Teaching and Learning approach, which addresses learning difficulties. The method used is the Four-D model, which consists of four stages, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. The results of the validators' validation of the media and material are divided into two parts, namely that the open book on Islamic Education has very high validity with a percentage. Meanwhile, the open book on Islamic Religious Education based on Contextual Teaching and Learning has very high validity. Regarding the practicality of the open book on Islamic Religious Education based on Contextual Teaching and Learning, based on the answers of teachers who teach this subject, the percentage reached 83.75%, which is classified as very practical. Meanwhile, their responses regarding the practicality of the open book on Islamic Religious Education based on Contextual Teaching and Learning reached 87.87%, which is classified as very practical. By developing textbooks on Islamic Religious Education based on Contextual Teaching and Learning, the teaching materials become closer to the daily experiences of students, so that abstract concepts feel more real and easier to understand. This approach also increases student engagement in learning because they can see the relevance of Islamic values in their lives, which ultimately reduces the difficulty in understanding and internalizing religious teachings
Pengelolaan ZISWAF sebagai sarana pendidikan islam di SMA dan SMK Kecamatan Panyabungan Hamdanil, Hamdanil; Pratami, Fuji; Lubis, Willy Akmansyah; Alwadipa, Bagus Pria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38820

Abstract

Abstrak Pemahaman masyarakat, termasuk peserta didik, terhadap pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) masih tergolong rendah karena keterbatasan alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Di sisi lain, muncul stigma negatif yang menyamakan pengumpulan infaq di sekolah dengan pungutan liar (pungli), seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan pengelolaan Ziswaf sebagai sarana pendidikan karakter dan literasi finansial syariah bagi Generasi Z di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat sekolah mitra (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2 Panyabungan) dengan melibatkan pengurus OSIS dan guru. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL) yang mencakup tiga tahapan utama: persiapan (survei dan diskusi masalah), pelayanan (sosialisasi dan pendampingan intensif), dan refleksi (evaluasi ketercapaian tujuan). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian pengurus OSIS dalam mengelola dana Ziswaf secara transparan dan akuntabel. Pendampingan yang dilakukan berhasil memberikan legitimasi hukum melalui edukasi distingsi antara pungli dan filantropi Islam, sehingga sekolah yang sebelumnya terkendala stigma (SMKN 1) mulai menginisiasi kembali pengumpulan infaq secara mandiri. Berdasarkan survei kepuasan, ketercapaian tujuan pengabdian berada pada kategori sangat baik dengan persentase 70,8%. Sosialisasi dan pendampingan berbasis teknologi mampu mengubah persepsi siswa terhadap Ziswaf dari sekadar praktik tradisional menjadi identitas sosial yang modern dan transparan. Pengelolaan Ziswaf yang dikelola langsung oleh siswa terbukti efektif sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman dan empati sosial bagi remaja Generasi Z. Kata kunci: ZISWAF; sarana; pendidikan islam. Abstract Public understanding of Zakat, Infaq, Alms, and Waqf (Ziswaf), particularly among students, remains relatively low due to the limited time allocated for Islamic Religious Education in schools. Furthermore, a negative stigma has emerged equating school-based infaq collection with illegal levies (pungli), as observed in SMKN 1 Panyabungan. This study aims to strengthen Ziswaf management as a medium for character education and Sharia financial literacy for Generation Z in the school environment. This community service project was conducted at four partner schools (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, and SMKN 2 Panyabungan), involving student council (OSIS) members and teachers. The method employed was Service Learning (SL), consisting of three main stages: preparation (surveys and problem identification), service (socialization and intensive mentoring), and reflection (evaluation of objective achievement). The results indicate an increase in the independence of student councils in managing Ziswaf funds transparently and accountably. The mentoring process successfully provided legal legitimacy by educating stakeholders on the distinction between illegal levies and Islamic philanthropy. Consequently, schools previously hindered by stigma (SMKN 1) have begun re-initiating independent infaq collection. Based on the satisfaction survey, the achievement of the program's objectives was categorized as "Excellent" with a percentage of 70.8%. Technology-based socialization and mentoring have successfully shifted students' perceptions of Ziswaf from a traditional practice to a modern and transparent social identity. Student-led Ziswaf management is proven effective as a medium for internalizing Islamic values and social empathy among Generation Z adolescents. Keywords: ZISWAF; facilities; islamic education.
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Model Project Based Learning dalam Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI di STAIN Mandailing Natal Khairurrijal, Khairurrijal; Pratami, Fuji; Pohan, Ali Jusri; Lubis, Willy Akmansyah
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa akan buku ajar mata kuliah pengembangan kurikulum PAI yang singkron dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), karena belum adanya buku ajar berbasis project based learning yang dikembangkan untuk mata kuliah pengembangan kurikulum PAI. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk menggambarkan tentang pelaksanaan perkuliahan pengembangan kurikulum PAI sebelum dan sesudah ada buku ajar berbasis project based learning , untuk mengetahui validitas dan praktikalitas buku ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah Reaserc And Developman (RnD) dengan model ADDIE yang menggunakan 5 tahapan yaitu Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate. Penelitian ini dilakukan sampai pada tahap praktikalitas. Sumber data yang digunakan adalah validitas, praktikalitas, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data pada penelitian ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan, analisis validasi, dan praktikalitas.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses perkuliahan pengembangan kurikulum PAI mahasiswa membutuhkan buku ajar yang singkron dengan RPS. Setelah adanya buku ajar mahasiswa dapat terbantu memahami materi dan dosen terbantu dalam menarik minat belajar mahasiswa untuk belajar mandiri . Hasil validasi RPS Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum PAI tergolong sangat valid dengan persentase 92,22 %. Hasil validasi Buku Ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek tergolong sangat valid dengan persentase 88,85 %. Berdasarkan pengisian angket respon 2 orang dosen adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 87 %. Hasil pengisian angket respon dari 53 orang  mahasasiswa semester V Prodi Pendidikan Agama Islam terhadap kepraktisan produk buku ajar Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Proyek yang digunakan adalah sangat praktis dengan perolehan skor rata-rata 85,17 %. Kata Kunci: Buku Ajar, Project Based Learning, Kurikulum, PAI