Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

POTENSI ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL PADA KERANG KUPANG: POTENSI ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL PADA KERANG KUPANG Oktavianti, Elok; Kesuma, Sandry; Widwiastuti, Hanandayu
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 2 (2025): JTKD- Maret 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i2.75

Abstract

Kupang adalah biota laut tergolong mollusca (bertubuh lunak) jenis kerang-kerangan berprotein yang diminati oleh masyarakat, juga termasuk biota laut yang biasa digunakan sebagai indikator pencemaran karena sifatnya yang hidup menetap pada sedimen perairan. Salah satu bahan pencemar pada biota laut yang berbahaya adalah logam berat timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perebusan dengan penambahan arang aktif terhadap penurunan kadar cemaran logam berat timbal (Pb) pada kupang di Laut Kraton Kabupaten Pasuruan. Penggunaan arang aktif selama perebusan diharapkan dapat mengurangi cemaran logam berat pada kupang. Analisis pengaruh perebusan dengan variasi penambahan arang aktif 0, 5, dan 10 gr menunjukan hasil bahwa kadar logam Pb pada kupang mengalami penurunan setelah dilakukan perebusan dan penambahan arang aktif. Kadar logam Pb pada kupang segar, kupang rebus dengan variasi penambahan arang aktif 0, 5, dan 10 gr masing-masing mengandung logam Pb rata-rata sebesar 0,399 mg/kg, 0,189 mg/kg, 0,083 mg/kg, 0,155 mg/kg. Kadar logam Pb pada kupang yang paling rendah adalah pada variasi penambahan arang aktif 5 gram saat perebusan. Kadar logam Pb pada air sisa rebusan kupang adalah 0,0117 mg/L, pada air sisa rebusan kupang dengan 5 gram arang aktif tidak terdeteksi, dan air sisa rebusan kupang dengan 10 gram arang aktif 0,0031 mg/L. Maka penambahan 5 gram arang aktif lebih efektif dari 10 gram arang aktif
Pengembangan Metode Analisis Kandungan Yodium dengan Metode Rapid Test KIT Puspita, Della; Riska Yudhistia; Sandry Kesuma
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.90

Abstract

Penggunaan garam dapur yang telah difortifikasi yodium merupakan salah satu upaya untuk mengatasi berbagai penyakit akibat kekurangan yodium, akan tetapi dari hasil penelitian sebelumnya masih ditemukan kandungan yodium dalam garam dapur yang belum memenuhi standar yang telah ditetapkan yakni minimal 30 ppm. Metode standar penentuan kandungan yodium dalam garam dapur terkesan kurang praktis. Oleh karena itu dalam penelitian ini telah dikembangkan metode pengukuran kandungan yodium dalam garam dapur menggunakan rapid tes kit. Dalam metode yang dikembangkan ini, penentuan konsentrasi yodium dalam garam dapur beryodium didasarkan pada pembentukan warna biru ungu dari kompleks iod-amilum. Intensitas warna biru ungu yang terbentuk ditentukan nilai RGBnya dengan pencitraan digital menggunakan smatphone dan photoshop CS3. Nilai RGB yang diperoleh dikonversi menjadi absorbansi menggunakan hukum lambert-beer. Validasi metode ini dilakukan dengan menggunakan NaCl murni yang difortifikasi KIO3 dengan konsentrasi 30 ppm, dan diperoleh akurasi sebesar 101,015%, simpangan baku relative (RSD) 1,889%, limit deteksi dan limit kuantitasi sebesar 18.59915 ppm 56.36106 ppm. Pengukuran kandungan yodium pada 3 sampel garam dapur dengan metode rapid tes kit ini memperoleh hasil 23,5; 16,468 dan 35,351 ppm, hal ini menunjukkan bahwa masih ada garam dapur beryodium yang tidak memenuhi standar.
PENGARUH WAKTU PEMERAMAN DENGAN PENAMBAHAN ETEFON TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PISANG AMBON (Musa paradisiacal): WAKTU PEMERAMAN DENGAN PENAMBAHAN ETEFON TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C PISANG AMBON (Musa paradisiacal) Kesuma, Sandry; Dwita Rifzikka, Ailsa
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 3 (2025): JTKD- September 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.86

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pisang nasional mencapai 1.819,96 juta ton per tahun pada tahun 2024. Hal ini mendorong petani pisang untuk meningkatkan produksi. Pisang hasil pertanian umumnya dipanen dalam keadaan mentah. Proses pematangan memerlukan waktu 4-6 hari. Proses pendinginan ini dapat dipercepat dengan menyemprot pisang menggunakan etefon cair saat pematangan. Beberapa kelemahan pisang yang dimatangkan menggunakan etefon cair adalah kualitasnya kurang baik, aroma buah menjadi kurang menyengat, lebih cepat terjadi pencoklatan dan buah mudah rontok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman dengan etefon terhadap kadar vitamin C pada pisang Ambon. Penentuan kadar vitamin C dilakukan dengan metode titrasi iodimetri. Pisang ambon (Musa paradisiacal) yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisang mentah dengan lama pemeraman 1, 2, 3, 4 hari dan pisang matang alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin C pada pisang matang alami lebih tinggi 0,007% dibandingkan dengan pisang yang menggunakan ethephon cair.