Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN BACA AL-QUR’AN DAN PENDAMPINGAN CALON SANTRI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR DI MASA COVID-19 Maslul, Syaifullahil; Thonthowi, Thonthowi; Fithroni, Fajar; Sadewa, Alan
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i3.2539

Abstract

Pesantren merupakan salah satu khazanah dalam pendidikan Indonesia. Hal ini disebabkan model pendidikan yang berbeda dan alumni yang dihasilkan. Pondok Modern Darussalam Gontor adalah Pesantren yang telah berdiri sejak 1926. Model pendidikan dan peran alumni menjadi salah pertimbangan orang tua untuk memasukkan anaknya ke Pondok Modern Darussalam Gontor.  Persayaratan masuk Pondok Modern Darussalam Gontor adalah kemampuan baca Al-Qur’an. Sebagai upaya untuk mempersiapkan calon santri diadakanlah pelatihan baca Al-Qur’an dan pendampingan calon santri. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada masa pandemi covid-19. Metode yang dipergunakan adalah metode sorogan daring dan mengirimkan materi video ke peserta. Untuk pendampingan dilaksanakan selama pendaftaran sampai pengumuman kelulusan. Pengabdian berjalan lancar dengan kelulusan peserta pelatihan sebesar 95,91%. Para peserta yang lulus menjadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Langkah Kolaboratif Guru dalam Manajemen dan Intervensi Pembelajaran Model Pull Out bagi Siswa Slow Learner Fithroni, Fajar; Setiyati, Wiwit Ika; Abdurrahman, Abdurrahman; Aditiono, Wahid; Priyoatmojo, Raphael Krismanto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.981

Abstract

Learning for slow-learners requires more specialized management and intervention than general students. Collaborative steps must be taken with teachers and parents to obtain comprehensive data and processes for the progress of slow-learner students. This best practice aims to: 1) Provide a realistic depiction of slow-learner students, especially in mathematics, 2) Present a report on the learning management process to the intervention given to slow-learner students in mathematics, and 3) Provide an overview of the collaboration of stakeholders at SMP Negeri 12 Yogyakarta. The subjects were grade VII slow-learner students in semester 2 of the 2023/2024 academic year. The research method was qualitative descriptive. In general, learning management and interventions implemented by Special Guidance Teachers (GPK) and other teachers for slow-learners at SMP Negeri 12 Yogyakarta have been carried out in a structured manner. It requires the collaboration of various school stakeholders. The establishment of collaboration between GPK and school principals, subject teachers, parents, and BK teachers from the assessment to follow-up planning is a very positive collaborative step, developed gradually through task-oriented and person-oriented interpersonal communication. However, there are still communication constraints and time that still need to be evaluated and improved as a follow-up step for better intervention.
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling di Sekolah Putranti, Dwi; Fithroni, Fajar; Kusumaningtias, Dhela
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 3 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5745

Abstract

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mengintegrasikan tiga komponen, yaitu: komponen manajemen dan kepemimpinan, pembelajaran yang mendidik, dan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Bimbingan dan konseling merupakan wujud dari penyelenggaraan pendidikan yang bermutu melalui sistem pendidikan. Guru BK perlu merancang sebuah program sebagai usaha terencana dan terorganisir dalam layanan bimbingan dan konseling. Program yang telah dirancang tentunya akan diimplementasikan ke dalam suatu layanan yang konkrit. Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan sangatlah diperlukan dalam mengimplementasikan program bimbingan dan konseling.  Ketidaktersediaan jadwal tatap muka antara siswa dan guru BK, kurangnya koordinasi antara kepala sekolah dengan guru BK, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai bagi layanan bimbingan dan konseling diidentifikasi merupakan hasil dari kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap peran guru BK dan implementasi programnya dalam pendidikan. Pemahaman yang kurang baik dalam bimbingan dan konseling juga menyebabkan kurangnya peranan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan.  Komitmen dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), pihak sekolah, maupun pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyiapan calon kepala sekolah, pembinaan dan pengembangan bagi kepala sekolah, maupun penerapan model pengembangan professionalitas yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.