Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN PEMBERIAN PIJAT PERINEUM TERHADAP DERAJAT LASERASI PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI PRAKTEK BIDAN MANDIRI KOTA PEKANBARU Febby Adha Firdausia; Berliana Irianti; Nurhapipa; Een Husanah; Octa Dwienda Ristica
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14 No 2 (2025): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v14i2.3095

Abstract

Perineal laceration is a common complication of vaginal delivery that can cause reproductive organ dysfunction and bleeding. As many as 85% of women who give birth vaginally may experience perineal laceration. One non-invasive intervention that can be performed to prevent this is perineal massage. This study aims to determine the difference in the degree of perineal laceration between mothers who received perineal massage and those who did not. The research method used a quasi-experimental design with a posttest-only control group approach. The sample consisted of 26 mothers who gave birth, divided into two groups, namely the intervention group (given perineal massage) and the control group (without perineal massage). Data collection was carried out at PMB Rosita and Ernita Midwife Clinic in Pekanbaru City from 24 April to 23 May 2025. Data analysis used the Mann-Whitney test. The results showed that in the intervention group, the majority of the 13 pregnant women who received perineal massage, 4 (30.8%) experienced grade I, 1 (7.7%) experienced grade II, and 8 (61.5%) had no lacerations. The Mann-Whitney test results showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference between the intervention and control groups in terms of the degree of perineal laceration. Conclusion: Perineal massage as a non-pharmacological alternative has been proven to significantly reduce the degree of perineal laceration in mothers giving birth. It is hoped that perineal massage can become one of the interventions applied in maternal health services to prevent perineal rupture in mothers giving birth
NARRATIVE REVIEW: POTENSI PEMBERIAN DADIH PADA IBU HAMIL Nurhapipa; Sandy Setiawati; Nur Israyati; Berliana Irianti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4130

Abstract

Kehamilan merupakan fase kritis yang memerlukan dukungan nutrisi optimal, sementara perubahan mikrobiota dan adaptasi imun maternal dapat memengaruhi kesehatan ibu serta janin. Di Indonesia, pemanfaatan pangan fermentasi lokal sebagai sumber mikroba hidup masih terbatas dalam praktik kebidanan, meskipun berpotensi lebih terjangkau dan selaras dengan budaya konsumsi. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pemberian dadih, pangan fermentasi tradisional berbahan susu kerbau pada ibu hamil sebagai sumber probiotik alami. Metode penelitian menggunakan pendekatan kepustakaan dengan Narrative Literature Review (NLR). Penelusuran dilakukan pada artikel ilmiah dan sumber akademik terkini yang membahas dadih, bakteri asam laktat, pangan fermentasi, probiotik, serta kesehatan maternal. Literatur terpilih disintesis secara naratif untuk memetakan karakteristik mikrobiologis dadih, rasional mekanisme probiotik, relevansi terhadap fisiologi kehamilan, dan isu keamanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dadih umumnya didominasi bakteri asam laktat dan dapat mengandung mikroba dengan sifat yang mendukung viabilitas saat melewati saluran cerna serta interaksi sementara dengan inang. Secara konseptual, mikroba dan metabolit pangan fermentasi berpotensi berkontribusi pada stabilitas mikrobiota dan modulasi respons imun, yang relevan pada kehamilan. Temuan juga mengindikasikan bahwa riset probiotik pada kehamilan masih banyak berfokus pada suplemen komersial, sehingga dadih menawarkan peluang translasi intervensi berbasis pangan tradisional dan lokal. Namun, variasi fermentasi spontan menuntut standardisasi proses, karakterisasi strain, dan pengujian mutu untuk menjamin keamanan. Kesimpulan menegaskan bahwa dadih berpotensi menjadi alternatif intervensi nutrisi berbasis pangan lokal untuk mendukung kesehatan ibu hamil. Penelitian lanjutan diperlukan melalui studi observasional dan uji klinis untuk menilai keamanan, menentukan dosis, mengevaluasi efektivitas, serta menyusun pedoman konsumsi berbasis bukti.