Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Nilai Tambah Limbah Kayu melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Serenan Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten Sulistyono, Bambang; Santoso, Arief Iman; Widiyanti, Emi
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v1i1.21722

Abstract

The production process of wood crafts for interior furniture leaves a lot of wood waste, where the remnants of wood pieces are pieces of wood that have a high selling price and if processed with a touch of art will be unique products with high economic value. Serenan Village is a village of furniture and carving centers that are rich in potential resources to produce products of high artistic value and economy. Seeing this potential, several efforts were made to empower the furniture and carving businessmen there in the form of several activities, among others, improving the quality and production capacity through the introduction of planer machines, improving the quality and variety of wood profiles by introducing router machines, processing wood waste into ashtrays carved and cigar places, skills improvement with design training, production and finishing processes and market expansion with the construction of a marketing website and participation in product exhibitions. With the Community Partnership Program activity, it can increase motivation for partners to continue to improve product competitiveness and continue to utilize existing waste into high-value products. 
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DI DESA UJUNGMANIK Sulistyono, Bambang; Kusindarto, Dofito Hanifah; Purwaka, Arfian Tegar Anggit; Tuwenti, Yuni; Suwasto, Dwi Guno Setyo; Ragillia, Cynthia Selvidie; Pari, Raida Raisa; Angeline, Natasha Isabel Felia; Hornay, Geovania Yolandha Aguas Ximenes; Sinaga, Anastasya Gabriella; Khoirunisah, Nabila; Nainggolan, Khairina Putri Dwi; Istiliani, Istiliani
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1339

Abstract

Sektor pertanian menjadi pilar ekonomi utama bagi penduduk Desa Ujungmanik, namun penggunaan pupuk kimia yang berlebihan menyebabkan penurunan kesuburan tanah. Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup, pada tahun 2023 timbunan sampah di kota Cilacap mencapai 348,406.57 ton per tahun dengan komposisi terbanyak dihasilkan oleh sampah rumah tangga sebesar 39,26%. Kegiatan ini menawarkan alternatif dengan memanfaatkan limbah organik seperti daun pepaya, kulit pisang, dan sisa air cucian beras sebagai bahan baku pembuatan POC. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan observasi, yang melibatkan sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok tani setempat. Hasil kegiatan ini menunjukkan Pupuk Organik Cair dari limbah rumah tangga ini berhasil dibuat dengan komposisi 1:0,5:0,25:0,5:10 (Daun pepaya & kulit pisang, sisa air cucian beras, molase, EM4, air bersih).
Pemberdayaan Peningkatan Kualitas Produk dan Pemasaran UMKM Kopi Sendang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Irianto, Heru; Adi, Raden Kunto; Sulistyono, Bambang; Widyamurti, Nidyah; Riptanti, Erlyna Wida
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79940

Abstract

Desa Sepanjang merupakan salah satu desa di Kecamatan Tawangmangu yang menghasilkan kopi terutama kopi arabika. Hal ini memunculkan industry kreatif dalam pengolahan kopi, salah satunya UKM Kopi Sendang Lawu. Tujuan kegiatan pada UKM Kopi Sendang Lawu mengataasi permasalahan UKM mitra yaitu : 1) Kualitas produk biji roasting tidak seragam, sehingga terjadi selisih harga yang besar dan pendapatan menurun;  2) Pengemasan produk kopi yang roasting maupun bubuk belum marketable, sehingga kurang menarik bagi konsumen. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan UKM mitra dilakukan secara partisipatif sehingga UKM merasa memiliki, bertanggungjawab terhadap pelaksanaan dan keberhasilan sekaligus memberdayakan UKM mitra. Metode yang diterapkan kepada UKM mitra : 1) Introduksi mesin grinder otomatis untuk roasting kopi; 2) Introduksi kemasan produk olahan kopi yang marketable yang memenuhi syarat-syarat sebuah kemasan yang menarik baik. Hasil kegiatan ini yang berupa introduksi mesin grinder yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas bubuk kopi yang seragam, sedang perbaikan kemasan memberikan daya tarik bagi konsumen, yang gilirannya peningkatan kualitas produk dan daya tarik telah meningkatan pemasaran produk kopi Sendang, dan meningkatkan pendapatannya. Panjang Village is one of the villages in Tawangmangu District that produces coffee, especially Arabica coffee. This has given rise to a creative industry in coffee processing, one of which is the Sendang Lawu Coffee UKM. The objectives of the activities at Sendang Lawu Coffee UKM are to overcome the problems of partner UKMs, namely: 1) The quality of roasted bean products is not uniform, resulting in large price differences and decreased income; 2) The packaging of roasted and ground coffee products is not yet marketable, so it is less attractive to consumers. The method used to resolve partner SME problems is carried out in a participatory manner so that SMEs feel ownership, responsibility for implementation and success while empowering partner SMEs. Methods applied to partner SMEs: 1) Introduction of automatic grinder machines for coffee roasting; 2) Introduction of marketable packaging for processed coffee products that meet the requirements for good attractive packaging. The results of this activity, in the form of the introduction of a grinder machine, were able to improve the uniform quality of the coffee powder, while improving the packaging provided an attraction for consumers, which in turn increased product quality and attractiveness, has increased the marketing of Sendang coffee products, and increased income.