Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Communication in Food Science and Technology

Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) Terhadap Karakteristik Organoleptik dan Fisikokimia Biskuit Rahmadi, Isnaini; Adiliah, Anisa; Talitha, Zada Agna
Communication in Food Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2023): Communication in Food Science and Technology
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/cfst.v2i1.1275

Abstract

Biskuit merupakan kue kering yang banyak digemari dan merupakan makanan wajib yang sering disajikan terutama pada hari raya. Biskuit yang terbuat dari tepung terigu diolah dengan cara dicampur, dicetak dan dipanggang. Perlu dikembangkan biskuit berbahan tepung lokal untuk mengurangi konsumsi tepung terigu, seperti tepung biji nangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka terhadap karakteristik organoleptik dan tekstur biskuit serta memperoleh data ilmiah tentang karakteristik fisikokimia biskuit dengan substitusi tepung biji nangka untuk perlakuan terbaik. Biskuit dibuat dengan berbagai perbandingan tepung biji nangka dan tepung terigu yaitu (0:100 (kontrol), 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0). Biskuit terbaik berdasarkan uji kesukaan dengan substitusi tepung biji nangka sebesar 25% dan uji ranking mendapatkan hasil terbaik pada konsentrasi 25% dan 50%. Biskuit tepung biji nangka sebanyak 25% memiliki nilai tekstur 1800,25 g; kadar air 8,49%; kadar abu 1,64%; kadar protein 7,40%; kadar lemak 19,46% dan karbohidrat 62,09%. Biskuit dengan substitusi tepung biji nangka 50% memiliki nilai tekstur 1207,625 g; kadar air 9,86%; kadar abu 2,00%; kadar protein 6,22%, kadar lemak 26,43%; dan karbohidrat 56,32%.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Bumbu Penyedap dari Limbah Kepala Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) Talitha, Zada Agna; FITHRIYANI, DINA; SITUMORANG, ADRYAN JANVIKRA
Communication in Food Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): Communication in Food Science and Technology
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/cfst.v3i1.1933

Abstract

: Udang merupakan salah satu komoditas perikanan andalan. Tahun 2020 Provinsi Lampung mempunyai volume produksi udang terbesar keempat di Indonesia yaitu sebesar 63.310,45 ton, dengan jenis udang vanamei (Litopenaeus vannamei). Bagian yang dikonsumsi dari udang hanya dagingnya saja, sedangkan kepala dan cangkangnya dibuang begitu saja sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap pada saat proses pembusukan terjadi. Salah satu pemanfaatan limbah kepala udang adalah pembuatan penyedap rasa dari limbah kepala udang yang dikeringkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh suhu pengeringan terhadap sifat fisikokimia bumbu penyedap dan menganalisis suhu terbaik untuk pengeringan kepala udang vanamei (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini dilakukan pengeringan kepala udang dengan suhu 60 °C, 70 °C, dan 80 °C selama 14 jam menggunakan alat cabinet dryer. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, hal ini karena faktor yang digunakan hanyalah suhu. Analisis yang dilakukan penelitian ini meliputi analisis uji kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, uji rendemenen, kelarutan, dan higroskopisitas bumbu penyedap dari limbah kepala udang. Sampel diuji secara duplo dengan dua kali pengulangan uji. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa suhu pengeringan berpengaruh terhadap kadar protein, rendemen, dan higroskopisitas bumbu penyedap limbah kepala udang, serta tidak memiliki pengaruh terhadap kadar abu, kadar lemak, kadar karbohidrat, dan kelarutan bumbu penyedap limbah kepala udang. Berdasarkan analisis, suhu pengeringan berpengaruh terhadap kadar protein, rendemen, dan higroskopisitas, dan tidak memiliki pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, akdar lemak, kadar karbohidrat, dan kelarutan bumbu penyedap limbah kepala udang.