Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Global Strategis

Aspirations of Sub-State Actors in Sport: A Study of Quebec Paradiplomacy through the Instrument of Football Dermawan, Windy; Fadel, Mohamad; Sudirman, Arfin; Santoso, Rizal Budi
Global Strategis Vol. 18 No. 2 (2024): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.18.2.2024.333-354

Abstract

Quebec is a sub-state actor active in carrying out paradiplomacy in various fields. This is supported by Canada’s federal state form, which gives its constituent actors the freedom to conduct foreign relations freely. The dynamics of Quebec paradiplomacy are not only in the context of trade and investment but also in political aspects related to identity. Quebec is a sub-state actor whose citizens are predominantly French-Canadian (Quebecois). The desire to gain recognition for its identity as Quebecois makes Quebec active in carrying out paradiplomacy by participating in soccer in CONIFA. Entities in Quebec have fought for their identity as Quebecois through the self-determination movement. The purpose of this research is to analyze the efforts made by Quebec to show the existence of its identity abroad through paradiplomacy in the field of soccer. The research method used is qualitative, collecting data through interviews with several relevant sources, internet based studies, document tracking, and archives related to the research problem. This research shows that soccer has become one of the instruments Quebec uses to show its existence and identity as Quebecois to the global public. Although Quebec’s activities are no longer to pursue independence from Canada, Quebec uses football to promote the achievement of interests in other areas, such as economics and socio-culture. Keywords: Identity, Paradiplomacy, Football, Sub-state, Quebec Quebec merupakan aktor sub-negara yang sangat aktif melakukan paradiplomasi di berbagai bidang. Hal ini didukung oleh bentuk negara federal dari Kanada yang memberikan aktor konstituennya untuk melakukan hubungan luar negeri secara leluasa. Dinamika paradiplomasi Quebec tidak hanya dalam konteks perdagangan dan investasi, tetapi juga pada aspek politik yang terkait dengan identitas. Quebec sebagai aktor sub-negara yang mayoritas warganya Prancis-Kanada (Quebecois). Keinginan untuk mendapatkan pengakuan terhadap identitasnya sebagai Quebecois inilah yang menjadikan Quebec aktif dalam melaksanakan paradiplomasi melalui keikutsertaannyadalam olahraga sepakbola dalam CONIFA. Bahkan, entitas di Quebec pernah memperjuangkan identitas sebagai Quebecois melalui gerakan self-determination. Tujuan dari riset ini adalah menganalisis upaya-upaya yang dilakukan oleh Quebec untuk menunjukkan eksistensi identitasnya di luar negeri melalui paradiplomasi di bidang olahraga sepakbola. Metode riset yang digunakan adalah kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap sejumlah narasumber yang relevan, studi berbasiskan internet, pelacakan dokumen dan arsip yang terkait dengan masalah riset. Riset ini menunjukkan bahwa olahraga sepakbola telah menjadi salah satu instrumen bagi Quebec untuk menunjukkan eksistensi dan identitasnya sebagai Quebecois terhadap publik global. Meskipun kegiatan Quebec ini bukan lagi untuk mengejar kemerdekaan dari Kanada, Quebec menggunakan instrumen sepakbola untuk promosi dalam pencapaian kepentingan di bidang lain, seperti ekonomi dan sosial budaya. Kata-kata Kunci: Identitas, Paradiplomasi, Sepakbola, Sub-negara, Quebec.
‘Great Power Style’ in China’s Economic Diplomacy: A Case Study of China-Portugal Economic Relations Santoso, Rizal Budi; Muttaqin, Rizqi; Moenardy, Dwi Fauziansyah
Global Strategis Vol. 19 No. 2 (2025): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.19.2.2025.309-330

Abstract

This article examines how China’s economic diplomacy with Portugal demonstrates its global power strategy as a benign hegemon under the Great Power Style paradigm. The paper traces China’s investment trends in Portugal’s key sectors within the Belt and Road Initiative (BRI) framework including energy, ports, finance, and technology using descriptive qualitative methods and literature analysis. The results show that China is not only seeking economic benefits but also creating organized and non-coercive geopolitical influence. This approach is done by providing global public goods and maintaining stable bilateral relations, thereby enhancing China’s position as a responsible great power. Portugal’s strategic location in the Atlantic and its ties to Africa help make it a key node in the 21st Century Maritime Silk Road. The report finds that China’s economic diplomacy is a key component of a distinct global leadership paradigm that prioritises stability, collaboration, and economic attractiveness over military power. Keywords: China, Economic diplomacy, Great Power Style, Investment, Portugal Artikel ini mengkaji bagaimana diplomasi ekonomi Tiongkok dengan Portugal menunjukkan strategi kekuatan globalnya sebagai hegemon jinak di bawah paradigma Great Power Style. Makalah ini melacak tren investasi Tiongkok di sektor-sektor penting Portugal dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI) termasuk energi, pelabuhan, keuangan, dan teknologi menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa Tiongkok tidak hanya mencari keuntungan ekonomi tetapi juga menciptakan pengaruh geopolitik yang terorganisasi dan tidak memaksa. Pendekatan ini dilakukan dengan menyediakan barang-barang publik global dan menjaga hubungan bilateral yang stabil, sehingga meningkatkan posisi Tiongkok sebagai kekuatan besar yang bertanggung jawab. Lokasi strategis Portugal di Atlantik dan hubungannya dengan Afrika membantu menjadikannya simpul utama dalam Jalur Sutra Maritim Abad ke-21. Laporan tersebut menemukan bahwa diplomasi ekonomi Tiongkok adalah komponen utama dari paradigma kepemimpinan global yang berbeda yang memberikan stabilitas, kolaborasi, dan daya tarik ekonomi prioritas utama di atas kekuatan militer. Kata-kata Kunci: Cina, Diplomasi ekonomi, Great Power Style, Investasi, Portugal