Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Framework for Rural Development through an Modern Agribusiness System Based on Local Commodities: A Pilot Study in Suci Village, Jember Regency, East Java, Indonesia Widyatami, Linda Ekadewi; Wiyono, Luluk Cahyo; Widianta, Moh. Munih Dian; Lestari, Datik; Firmansyah, Akbar Maulana
Journal of Business Management Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jobm.v3i2.183

Abstract

The development of agribusiness based on village level flagship commodities cannot be carried out in a partial or fragmented manner. It requires an integrated agribusiness system approach that encompasses the entire value chain from upstream to downstream. The objective of this study is to identify the potential of village flagship commodities within an integrated agribusiness system and to develop an Agribusiness Modernization System (AMS) through a case study conducted in Suci Village, Panti Subdistrict, Jember Regency, East Java. Agribusiness modernization has been shown to facilitate the introduction of appropriate technologies, enhance value-chain efficiency for agricultural products, and strengthen the capacities of farmers and local enterprises. Flagship commodities can be determined not merely by historical quantitative advantages but by competitive potential validated through four empirical domains: (1) biophysical contextuality verification, (2) sensory quality validation, (3) market valuation assessment, and (4) institutional readiness analysis. This study demonstrates that integrating the pillars of socio-economic governance with biophysical potential yields a comprehensive approach to rural development. The Place-Based Commodity Selection Framework provides a definitive answer to the fundamental question of commodity selection by moving beyond descriptive–historical methods toward a prescriptive–strategic paradigm. The four-domain analysis convincingly identifies coffee as the flagship commodity of Suci Village, with validation supported by convergent evidence on biophysical suitability, sensory quality potential, significant economic value opportunities, and institutional preparedness. Thus, this study makes a practical contribution to the development of sustainable and competitive rural agribusiness.
Optimalisasi Pengelolaan Pupuk melalui Implementasi Sistem Inventory Berbasis Digital di Desa Suci, Kabupaten Jember Etikasari, Bety; Ayuninghemi, Ratih; Perdanasari, Lukie; Widianta, Moh. Munih Dian; Hariyanto, Agus
SEJAGAT : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Desember
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/sejagat.v2i3.6801

Abstract

Desa Suci merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Desa ini dikenal sebagai wilayah agraris dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas utama pertanian di Desa Suci meliputi padi, jagung, dan beberapa tanaman hortikultura lainnya yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Sebagai desa yang unggul pada bidang pertanian, tentunya terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh Desa Suci salah satunya tentang pengelolaan pupuk seperti pencatatan yang manual, kurangnya transparansi distribusi dan kesulitan monitoring stok. Solusi yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan tersebut adalah pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pupuknya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu menerapkan sistem inventory digital untuk melakukan pengelolaan pupuk. Tahap pelaksanaan pengabdian terdiri dari analisis dan identifikasi permasalahan, pengembangan sistem, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dapat menerapkan sistem inventory manajemen pupuk di Desa Suci dengan baik. Hasil uji fungsional sistem informasi menunjukkan 100% berjalan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah implementasi menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dalam tata kelola pupuk, baik dari segi pencatatan, distribusi, maupun pengawasan stok. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan pupuk yang lebih modern dan berkelanjutan di tingkat desa.