Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Golongan Kapsaisinoid Dengan Metode Ekstraksi Fluida Superkritik Dan Metode Konvensional Dari Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) Ghozaly, Muchammad Reza; Elfahmi, Elfahmi
Archives Pharmacia Vol 2, No 1 (2020): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBuah cabai rawit (Capsicum frutescens) mengandung berbagai macam senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, dan steroid/terpenoid. Salah satu senyawa golongan alkaloid diantaranya kapsaisin, dihidrokapsaisin, nordihidrokapsaisin, homokapsaisin dan homodihidrokapsaisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa golongan kapsaisinoid yang ada di dalam plasenta, kulit, biji dan buah cabai rawit (Capsicum frutescens). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi yang dibantu dengan alat ultrasonik dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Berdasarkan hasil pengukuran kadar dengan menggunakan TLC Scanner, sampel plasenta dalam pelarut etil asetat memiliki kadar senyawa kapsaisin dengan bobot 27,5 mg/gram simplisia. Setelah itu, kristal yang didapat dimurnikan dengan metode pencucian dengan menggunakan pelarut n-heksana. Lalu dilakukan uji kemurnian rentang titik leleh dan KLT dua dimensi. Setelah itu kristal (isolat 1) dikarakterisasi dengan menggunakan spektofotometer 1H-NMR dan 13C-NMR. Ekstraksi juga menggunakan alat ekstraksi fluida superkritik (EFS) dengan berbagai variasi suhu dan tekanan. Suhu yang digunakan adalah 40, 60 dan 800C dan tekanan yang digunakan dalam proses ekstraksi adalah 100, 175 dan 250 bar. Berdasarkan hasil pengukuran kadar dengan menggunakan TLC Scanner, sampel hasil EFS pada suhu 400C dan tekanan 175 bar memiliki kadar kapsaisin tertinggi mencapai 32,52 mg.  Kata kunci: Capsicum frutescens, kapsaisin, cabai rawit, ekstraksi fluida superkritik  ABSTRACTFruit cayenne (Capsicum frutescens L) contains a wide variety of secondary metabolites such as alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid group, Alkaloid group is a main component of its plants such as capsaicin, dihydrocapsaicin, nordihydrokapsaicin, homocapsaicin and homodihydrocapsaicin. This study aim to isolate capsaicinoid compounds from placenta, skin, seeds and the fruits of (Capsicum frutescens L). Extraction was done by maceration method aided by ultrasonic using n-hexane, ethyl acetate and methanol as solvets. Based on the results of measurements of the levels using TLC Scanner, the crystals obtained from the placenta extract recrystallization in ethyl acetate with a weight of 27,5 mg /grams of crude drug. Therefore, the crystal obtained is purified by washing method using n-hexane. Then the purity is tested by the melting point range and two-dimensional TLC. After the crystal (isolate 1) is characterized by using a spectrophotometer 1H-NMR and 13C-NMR.Extraction was also done using a supercritical fluid extraction (SFE) with a variety of temperatures and pressures. Temperatures used were 40, 60 and 800C. While the pressure used in the extraction process was 100, 175 and 250 bar. Based on the results of measurements of the levels using TLC Scanner, the SFE result had higher levels which is 32,52 mg/grams at 400C and 175 bar. Keywords: Capsicum frutescens, capsaicin, cayenne fruit, Supercritic fluid extraction
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Semangka Merah Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai terhadap Streptococcus mutans Ghozaly, Muchammad Reza; Balqis, Aathirah
Archives Pharmacia Vol 4, No 1 (2022): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah terhadap Streptococcus mutans. Bahan uji berupa serbuk dan ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengkaji senyawa metabolit sekunder yang ada di dalamnya. Serbuk kulit buah semangka merah diekstraksi menggunakan metode ultrasonik dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah dilakukan uji antibakteri dengan metode difusi cakram dengan mengukur Diameter Daya Hambat (DDH). Ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah dilakukan pengenceran seri konsentrasi menggunakan pelarut dimetilsulfoksida (DMSO) 10% dengan seri konsentrasi masing-masing ekstrak yaitu 11%, 9%, 7% dan 5%. Ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah yang menunjukkan DDH terbaik dilakukan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah mengandung senyawa alkaloid, glikosida dan saponin. Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah memiliki aktivitas antibakteri pada, Streptococcus mutans. Penentuan KHM dari ekstrak etanol 96% kulit buah semangka merah yang memiliki aktivitas antibakteri terbaik terdapat pada bakteri Streptococcus mutans dengan konsentrasi 5%.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Tanaman Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) Terhadap Bacillus subtilis ATCC 6633 Teonanda, Tiara; Ghozaly, Muchammad Reza; Abna, Inherni Marti
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 17 No 1 (2024): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v17i1.1714

Abstract

Petai cina is a plant that is often used as traditional medicine among the community. This plant has been reported to have pharmacological activity as antibacterial, antidiabetic, anti-inflammatory, anticancer, anthelmintic, antioxidant and larvicide. The seeds of the Chinese petai are often used as a traditional treatment for wounds and swelling. This research aims to determine the antibacterial activity of 96% ethanol extract of Chinese petai seeds against the bacteria Bacillus subtilis ATCC 6633. In this study, extraction was carried out using the ultrasonic assisted method (UAE), testing the antibacterial activity using the agar diffusion method using the well method. The results of phytochemical screening showed that the 96% ethanol extract of Chinese petai seeds contained flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. The 96% ethanol extract of petai china seeds has antibacterial activity against Bacillus subtilis ATCC 6633 which was indicated by the formation of a clear zone around the well. The 96% ethanol extract of petai chinese seeds has moderate antibacterial power against Bacillus subtilis ATCC 6633 with an inhibition zone diameter of between 5 mm-10 mm with 50 μl of extract was taken from various concentrations (300, 350, 400, 450, 500 mg/mL).
UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DI KELURAHAN KARANG TENGAH KOTA TANGERANG Abna, Inherni Marti; Ghozaly, Muchammad Reza; Rahayu, Sri Teguh; Yasmine, Azahra Humaira; Solachudin, Fayza Maghfira; Valent, Lintang Eka; Netanya, Christhabel Vanessa Aurel; Rahmatina, Zhafirah; Vidianti, Okta; Azzahra, Winda
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i05.7888

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4. Gejala klinisnya mencakup demam mendadak, perdarahan, dan trombositopenia. Virus dengue ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti betina yang berkembang biak di tempat-tempat penampungan air. Tingginya angka kesakitan dan kematian karena DBD dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan kurangnya kontrol vektor. Penanggulangan DBD memerlukan pencegahan yang efektif melalui penyuluhan dan kegiatan sosialisasi. Telah dilaksanakan program pengabdian masyarakat di RT 06 Kelurahan Karang Tengah Tangerang  melalui survei, penyuluhan langsung dan tidak langsung, serta pelatihan pembuatan obat anti nyamuk dari bahan alami. Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan DBD. Hasilnya menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DBD dan PHBS serta memberikan langkah-langkah konkret dalam pencegahan, seperti pemeriksaan jentik, pembagian obat anti nyamuk, dan pelatihan pembuatan obat alami anti nyamuk. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini merupakan langkah strategis dalam menanggulangi masalah DBD di Karang Tengah, Kota Tangerang.Kata Kunci : DBD, Karang Tengah, Virus, Penyuluhan   
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Masker Clay Ekstrak Daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra(l.)Gaertn) Pradana, Reinaldo; Mahfud, Ahmad; Pertiwi, Ratih Dyah; Ghozaly, Muchammad Reza
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9114

Abstract

Penggunaan kosmetik saat ini bukan hanya untuk meningkatkan estetika saja tetapi juga untuk menjaga kesehatan kulit. Masker clay adalah salah satu kosmetik yang memiliki sifat pembersihan dan pengontrol minyaknya serta dapat dikombinasikan dengan bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan masker clay yang mengandung ekstrak daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L) Gaertn.) dan mengevaluasi stabilitas fisiknya. Masker clay diformulasikan dengan ekstrak etanol daun Kapuk Randu  pada konsentrasi yang berbeda mulai dari 3%, 6%, dan 9%, serta eksipien seperti bentonit, kaolin, xanthan gum, gliserin, titanium dioksida, nipagin, dan natrium lauril sulfat. Karakterisasi masker clay dinilai melalui pengujian organoleptik, pengukuran viskositas, pengujian pH, pengujian homogenitas, pengujian daya sebar, evaluasi waktu pengeringan, dan pengujian stabilitas (uji cycling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kapuk Randu pada konsentrasi 3%, 6%, dan 9% dapat berhasil diformulasikan menjadi masker clay. Uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa formulasi masker clay menunjukkan stabilitas yang baik. Tidak ada perubahan signifikan dalam hal sifat organoleptik, pH, homogenitas, waktu pengeringan, daya sebar, dan viskositas