Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kemaslahatan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Poligami Af’idaa, Fidaa; Nursobah, Achmad; Abqori, Najih
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8571

Abstract

This study analyzes Government Regulation No. 10 of 1983 concerning the practice of polygamy for Civil Servants (PNS) from the perspective of Islamic law, particularly through the approaches of maslahah and maqâsid al-syar'iyyah. The regulation aims to maintain the welfare of individuals, families, and society by establishing strict requirements, including the consent of the first wife and financial capability. The analysis shows that Government Regulation No. 10 of 1983 not only serves as an administrative instrument but also aligns with the principles of justice found in the Qur'an and Sunnah. Furthermore, this regulation contributes to social stability and protects the rights of women and children. Overall, Government Regulation No. 10 of 1983 supports a higher maslahah by creating a balance between individual rights and social justice.
Logika Maqāṣid Konsep Rupiah Digital Dalam UU No. 4 Tahun 2023 Rouf, Muhammad Abdul; Muhajir, Muhajir; Nursobah, Achmad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.8660

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong penerapan Rupiah Digital sebagai Mata Uang Digital Bank Sentral (DBI) berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Rupiah Digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan menjaga stabilitas moneter. Namun, penerapannya menghadapi tantangan dari segi regulasi, keamanan, dan pemerataan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan maqāṣid al-muʿāmalah, dengan menganalisis Rupiah Digital berdasarkan lima prinsip utama: ar-rawāj (peredaran kekayaan), al-wuḍūḥ (transparansi), al-ḥifẓ (perlindungan aset), ats-tsabāt (stabilitas), dan al-‘adl (keadilan). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Rupiah Digital berpotensi meningkatkan transparansi dan aksesibilitas keuangan, tetapi memerlukan regulasi yang lebih inklusif untuk mencegah kesenjangan digital. Kerangka maqāṣid al-muʿāmalah menyoroti pentingnya menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan perlindungan pengguna. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Rupiah Digital bergantung pada desain kebijakan yang mengutamakan keadilan ekonomi, perlindungan aset, dan distribusi manfaat yang adil di semua lapisan masyarakat. Dengan mengadopsi pendekatan maqāṣid, implementasi Rupiah Digital dapat diposisikan sebagai instrumen keuangan yang tidak hanya inovatif tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.
Implementasi Prinsip Syariah dalam Marketplace Berbasis Fatwa DSN-MUI di Indonesia Devana, Delia; Ma’rufi, Anwar; Nursobah, Achmad
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 11 No 1 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i1.8005

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan prinsip-prinsip syariah dalam operasional marketplace di Indonesia, merujuk pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 144/DSN-MUI/XII/2021. Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan dalam marketplace berdasarkan ketentuan fatwa tersebut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas jual beli di platform marketplace, khususnya terkait larangan riba, gharar (ketidakpastian), maysir (spekulasi), dan keharusan adanya akad yang sah. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui analisis dokumen fatwa, jurnal ilmiah, dan artikel terkait. Teori yang digunakan merujuk pada ketentuan-ketentuan hukum ekonomi syariah yang ditetapkan oleh DSN-MUI sebagai landasan normatif dalam mengkaji fenomena jual beli di marketplace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketplace syariah harus memenuhi prinsip-prinsip syariah, serta kewajiban menyediakan akad yang sah sesuai hukum Islam. Implementasi fatwa ini bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi di marketplace sesuai dengan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan kejujuran dalam Islam, serta memberikan perlindungan bagi konsumen
Moderasi Mazhab Sebagai Metode Normatif Dalam Fiqh Ekonomi Islam Kontemporer Ardiyah, Anis; Muhajir; Nursobah, Achmad
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.317

Abstract

The exclusivism of Islamic legal schools often limits the adaptability of Islamic jurisprudence in addressing the complex realities of the contemporary Islamic economy. This study departs from the academic concern that rigid adherence to a single madhhab potentially causes legal stagnation in responding to global financial challenges. The research aims to formulate a conceptual and methodological framework for madhhab moderation as an epistemic foundation for contemporary Islamic economic jurisprudence. Using a qualitative method with critical-comparative analysis of classical and contemporary fiqh literature, this study synthesizes diverse madhhab approaches through maqāṣid al-sharī‘ah, maṣlaḥah, and ḥikmah principles. The findings reveal that madhhab moderation enables integrative, context-sensitive legal reasoning that harmonizes textual sources, socio-economic contexts, and higher legal objectives. This study proposes madhhab moderation as a model of tarjīḥ wasatī as a new methodology for formulating inclusive, responsive, and sustainable Islamic economic fatwas. The implications extend to the renewal of tarjīḥ and talfīq methods, strengthening trans-madhhab collaboration, and enhancing the global relevance of Islamic economic jurisprudence
The Obligation of Pasar Pitu Tradition on Pre-Marriage implementation in Maqosid Shari'ah Analysis Widiyanto, Hari; Khasanah, Fitrohtul; Saifudin, Saifudin; Nursobah, Achmad; Malikhah, Wafiyatul
Al-'Adl Vol. 17 No. 2 (2024): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v17i2.8435

Abstract

The relationship between Islamic law and the pitu market tradition in the form of practices carried out by Javanese society as part of pre-marriage is a form of strengthening in the development of Islamic law and gluing together traditions that develop in the community, so that this tradition is based on the maqosid sharia approach by involving prospective brides that visit seven different markets before getting married needs to be tested for its relationship and contribution to Islamic law and the community tradition. The research method used in the study used a qualitative study by conducting in-depth interviews with analysis using maqosid sharia. This research shows that the pitu market tradition has values in line with several fundamental aspects in the maqosid sharia framework such as hifz al-din and hifz al-'aql, hifz al-nasl, hifz al-mal. Thus the market pitu tradition carried out by the community as a pre-marriage has social, spiritual, and economic values in running the bride and groom's household life in the future. This market pitu tradition is a practice that is believed to provide blessings and introduce a form of responsibility if after a marriage from various aspects in the practice of the market pitu tradition.
Implementasi Akad Wakalah Bil Ujroh dalam Transaksi Marketplace pada Mahasiswa Santri An-Nawawi Berjan Purworejo Soleha, Siti Nur; Nursobah, Achmad; Ma’rufi, Anwar
AL-SULTHANIYAH Vol. 14 No. 1 (2025): AL-SULTHANIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-sulthaniyah.v14i1.3544

Abstract

The advancement of digital technology has driven significant transformation in the economic sector, including trade through marketplaces, which offer transaction efficiency. This study examines the understanding and implementation of the Wakalah bil ujroh contract among students of An-Nawawi Berjan, Purworejo, who have a background in Islamic education and whose activities are not far behind digital applications. With a qualitative descriptive-analytical approach, data were obtained through interviews, observations, documentation, and literature reviews related to Islamic law. The analysis shows that the Wakalah bil ujroh contract is implemented by fulfilling the pillars and requirements of sharia, such as the legal capacity of the parties involved, clarity of ijab-qabul, halal transaction objects, and agreements regarding ujrah, accompanied by high values of trust and accountability. Although there are technical obstacles such as differences in perception regarding the nominal ujrah, the implementation of this contract reflects a good understanding of sharia principles in digital transactions. This research contributes to the literature on Islamic economic law and offers practical guidance for Muslim communities to integrate sharia values into the digital economy.
Dimensi Maqashid Al-‘Adl dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba Fatkhurrohman, Safiq; Nursobah, Achmad; Muhaini, Akhmad
AL-SULTHANIYAH Vol. 14 No. 1 (2025): AL-SULTHANIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-sulthaniyah.v14i1.3551

Abstract

Government Regulation No. 35 of 2024 on Franchising aims to create a fair and transparent business relationship between franchisors and franchisees. This study examines the application of the maqashid al-adl principles, particularly the principles of i’ṭā’ al-ḥuqūq (giving rights to those entitled), man‘ az-zhulm (preventing injustice), al-musāwah (equality), al-wuḍūh (clarity), and at-takāful (solidarity), in the regulation to ensure the creation of a fair system that benefits both parties. Descriptive qualitative research methodology is employed, examining the text of the regulation and associated legal papers. It is anticipated that this research would aid in the creation of just and sustainable franchising regulations as well as Islamic economic law. The practical implications of this research include strengthening transparency and accountability in franchising relationships and providing protection for franchisees' rights.
ASPEK SOSIOLOGI DALAM FATWA DSN-MUI TENTANG JUAL BELI EMAS NON TUNAI Sumarno, Sumarno; Muhajir, Muhajir; Nursobah, Achmad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4664-4673

Abstract

Artikel ini mengkaji fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) tentang transaksi emas secara elektronik dari perspektif sosiologis. Hadits-hadits Nabi yang mengatur perdagangan emas dan perak menjadi landasan fatwa DSN-MUI, yang mensyaratkan agar dilakukan secara tunai untuk menghindari transaksi riba. DSN-MUI mempertimbangkan konteks sosio-historis dan pendapat ulama klasik hingga kontemporer, yang menyatakan dahulu uang dapat dibuat dengan emas dan perak. Saat ini, perak dan emas dianggap sebagai komoditas, bukan alat pembayaran sah. Oleh karenanya, sepanjang emas belum menjadi alat tukar resmi, DSN-MUI berkesimpulan bahwa transaksi emas nontunai dapat diterima. Fatwa ini berlandaskan pada pemikiran hukum ushul dan fikih yang berlaku, serta ada atau tidaknya 'illat dan adat istiadat masyarakat, semuanya berperan dalam penerapan hukum tersebut.
REKONTRUKSI MANHAJ FIQH BUNGA BANK (TELAAH TAFSIR IBNU JARIR ATH-THABARI) Nursobah, Achmad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1913-1921

Abstract

Sejak lahirnya, penafsiran Al-Qur'an telah terus relevan hingga saat ini. Al-Qur'an turun dengan mengandung hukum dan syariat yang berkembang sesuai dengan konteks peristiwa selama 23 tahun. Namun, tidak semua hukum dan syariat dapat diimplementasikan secara langsung; beberapa memerlukan pemahaman mendalam terlebih dahulu. Untuk memahami makna dan tujuan Al-Qur'an, diperlukan alat atau ilmu khusus yang dikenal sebagai tafsir. Tafsir Al-Qur'an melibatkan penjelasan terhadap petunjuk-petunjuk, pemahaman hukum, dan interpretasi makna yang terkandung di dalamnya]Dalam konteks tersebut, pemahaman yang cermat terhadap ayat-ayat Al-Qur'an melalui proses penafsiran memegang peranan penting dalam kemajuan dan kemunduran umat manusia. Ini merupakan kunci utama untuk mengungkapkan harta karun pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Qur'an.Pada masa keemasan pemikiran Islam, banyak ulama muncul dalam berbagai bidang ilmu, terlihat dari sejarah bahwa ilmu keislaman mencapai puncaknya. Bukti dari kejayaan ini dapat dilihat dari banyaknya karya tulis ulama Islam terkemuka dalam berbagai disiplin ilmu pada masa itu. Salah satu ulama yang memberikan kontribusi besar dalam penafsiran Al-Qur'an adalah Ibnu Jarir Ath-Thabari, yang terkenal melalui karyanya yang bernama Jamiu'l Bayan 'an Ta'wili Ayi Al-Qur'an. Kitab tafsir ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an, sering mendapat pujian dari ulama besar, dan menjadi referensi utama dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an.
Epistemological Integration of Uṣul Fiqh and Blockchain: A Philosophical Approach to Digital Islamic Economic Ijtihad Nursobah, Achmad
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (November)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i3.386

Abstract

This study integrates the epistemology of uṣūl al-fiqh with blockchain ontology to formulate a digital ijtihad-maqaṣidī model relevant to the digital Islamic economy. The problem examined: how to develop an istinbāṭ methodology that is able to read and design laws in a blockchain algorithmic system? The novelty of this research lies in the combination of maqaṣid-driven ijtihad with technological architecture (smart contracts, digital identity, governance), a philosophical approach that has never been formulated systematically. The methods used are multi-methodological philosophical-normative: ontological analysis of technology, ushulī hermeneutics on nash and rules, and conceptual synthesis validated through thought experiments and expert panels; Data are derived from selected literature, fatwas, whitepapers, and case studies. The findings show three operational pillars (sharia design thinking; maqaṣid-guided algorithmic ethics; qawaʿid-based smart contracts) that enable the instilling of sharia values in system design. Implications: ijtihad becomes a proactive digital legal design tool and guideline for fatwas, regulators, and sharia fintech developers.