Gunawan, Ucha Indra
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Biji Rambutan pada Ibu – ibu Rumah Tangga di Kelurahan Argasunya Melalui Pembuatan Produk Emping Biji Rambutan (Jiramping) Kumalasary, Diyanah; Gunawan, Ucha Indra; Hidayah, Fika Nurul; Merlinda, Euis; Azachra, Akmevi Carissa
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16014

Abstract

Background: Selama ini masyarakat menganggap biji rambutan sebagai limbah tidak terpakai padahal biji rambutan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Banyak warga yang belum mengetahui manfaat buah rambutan dan mereka hanya menjual buah rambutan kepada tengkulak dengan harga yang rendah. Tujuan Kegiatan adalah untuk mengolah limbah dari buah rambutan yaitu bijinya dapat dimanfaatkan sebagai makanan yang dapat diolah menjadi emping (JIRAMPING), sehingga nantinya limbah biji rambutan ini memiliki nilai ekonomis yang dapat menambah penghasilan masyarakat di Kelurahan Argasunya. Metode: Metode Program pengabdian ini melibatkan kegiatan penyuluhan, pelatihan, demo dan pendampingan Ibu – ibu rumah tangga untuk menghasilkan JIRAMPING. Setelah produk jadi, ibu – ibu rumah tangga diajarkan membuatpackaging yang menarik. Untuk pemasaran, dilakukan melalui online yaitu dengan aplikasiaplikasi toko online dan dipasarkan juga secara offline dengan menjualnya di pasar, pusat keramaian dan di kampus-kampus wilayah Cirebon. kegiatan PMP ini merupakan bagian dari MBKM. Hasil: Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mampu memberikan informasi dan inovasi tentang pengolahan limbah biji rambutan sehingga masyarakat mampu mengolah limbah biji rambutan menjadi sebuah usaha bisnis yang kreatif, yang mampu menunjukkan kreatifitas dalam mengubah limbah yang tidak terpakai menjadi produk yang bernilai. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi limbah khususnya biji rambutan. Kesimpulan: Kesimpulan yaitu Masyarakat mampu mengembangkan kreatifitasnya dalam mengubah limbah tidak terpakai menjadi cemilan yang memiliki banyak manfaat dan tentunya memiliki cita rasa yang enak. Selain itu, ini juga mampu menjadi alternatif dalam mengurangi limbah khususnya limbah biji rambutan.
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET N-MUSROOM SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SEHAT IBU-IBU PKK DESA PATALAGAN KABUPATEN KUNINGAN Efriani, Like; Putra, Teguh Adiyas; Gunawan, Ucha Indra
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57254/eka.v2i3.105

Abstract

Patalagan Village has various types of plants that are diverse and efficacious and can be used as home preparations that can be utilized as a source of food production and so on and can also be marketed to various regions. One of the superior potentials that can be utilized by the community as a source of income is oyster mushrooms. The purpose of this community service is to increase the knowledge of Patalagan Village residents regarding the benefits of oyster mushrooms and improve the skills of housewives in making nuggets from oyster mushrooms. The materials used are oyster mushrooms, while the methods used are socialization and counseling as well as training in making N-mushroom nuggets and product making demonstrations carried out by PKK women in Patalagan Village. The result of this training was that the participants became trained in making N-mushroom nuggets. This can be seen from the products produced by participants with good results in terms of appearance. The conclusion is that there is an increase in villagers' knowledge of the benefits of oyster mushrooms as can be seen from the results of the pretest and posttest activities given to participants where there is an increase in scores before and after the counseling and the PKK women of Patalagan Village are skilled in making "N-mushroom nuggets" products which can be seen from the quality of the products produced.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR PERIODE TAHUN 1955-2022 Adove, Diddo Adding; Gunawan, Ucha Indra; Pranajaksakti, Gilang
PUBLIKASI RISETMAHASISWA AKUNTANSI Vol 6 No 1 (2025): Publikasi Riset Mahasiswa Akuntansi (PRIMA)
Publisher : Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/prima.v6i1.11311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Inflasi (X1), Suku Bunga (X2), Ekspor (X3), Impor (X4) terhadap Nilai Tukar Rupiah (Y). Populasi dalam penelitian ini mencakup data mengenai inflasi, suku bunga, jumlah uang beredar, serta aktivitas ekspor dan impor pada periode 1955-2022. Sampel penelitian terdiri dari data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar, tingkat suku bunga SBI, jumlah uang beredar, serta data ekspor dan impor dalam kurun waktu 1955-2022. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa inflasi memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah. Sementara itu, suku bunga berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai tukar. Sebaliknya, impor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah
The Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Argasunya Melalui Pembuatan Lilin Aromatherapy Anti Mual Muntah Pada Ibu Hamil: Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Pada Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Argasunya Melalui Pembuatan Lilin Aromatherapy Anti Mual Muntah Pada Ibu Hamil Hidayah, Fika Nurul; Kulamasary, Diyanah; Widayanti, Wiwin; Gunawan, Ucha Indra; Rahmayani, Shella; Azachra, Akmevi Carissa
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12970

Abstract

Used cooking oil is household waste which is often thrown away and pollutes the environment, even though it can be used to make goods worth selling, one of which is to make aromatherapy candles which can be used by pregnant women to reduce nausea and vomiting. Argasunya Village is one of the areas in Cirebon City that produces used cooking oil on a large scale, originating from tofu factories. The aim of community service activities is to increase the creativity of housewives so they can utilize used cooking oil waste, have the skills to process used cooking oil into aromatherapy candles. The partner in this service is Argasunya Village, Cirebon City, with 20 PKK women participating. Data collection was carried out in three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The activity began with socialization, product making demonstrations, mentoring and the branding and marketing process. Lemon aromatic candles are called Jelita (Jelantah Candle Aromatherapy), one of the uses of which is to relieve or treat nausea and vomiting in pregnant women. This activity was carried out in Argasunya Village with a total of 20 participants. The people of Argasunya Village can use used cooking oil waste to make Aromatherapy Candles.
Inovasi Tepung Kelora (Limbah Tempe dan Kelor) pada Kelompok PKK Kelurahan Argasunya untuk PMT Balita Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Rahmatika, Siti Difta; Gunawan, Ucha Indra; Triwahyuningsih, Ria Yulianti; Lairie, Lairie; Ningsih, Siti Laela Sari; Iskandar, Syifa Fauziah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20881

Abstract

Pendahuluan: Kulit kedelai mengandung protein, serat, selulosa, hemiselulosa, seng, dan zat besi. Kulit kedelai juga bisa diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Selain itu kelor merupakan tanaman yang sering kita jumpai di pekarangan rumah dan sering kali dianggap sebagai hama kerena jumlahnya yang banyak. Tidak hanya kedelai, kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi termasuk protein, vitamin, mineral, dan serat. Studi ini bertujuan untuk memberikan edukasi manfaat kesehatan limbah tempe dan kelor serta mengenai balita stunting. Metode: Penyuluhan, pelatihan, demo, dan pendampingan ibu-ibu PKK Kelurahan Argasunya menghasilkan tepung Kelora. Hasil: Masyarakat mampu mengolah limbah tempe dan kelor menjadi sebuah usaha bisnis yang kreatif dan bisa menjadi salah satu pangan tambahan untuk balita stunting. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan secara komprehensif mengenai manfaat dan pengolahan kombinasi limbah tempe dan daun kelor (tepung Kelora) sebagai PMT balita stunting.