Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Masalah Kesehatan Asma Bronkhial di Gampong Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu Muhammad Amin, Muzakir; Syahputra, Anda; Harun, Sulaiman
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i2.687

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Syamtalira Bayu tahun 2022 jumlah penderita asma yang berobat di puskesmas Syamtalira Bayu sebanyak 95 orang. Pada lansia fungsi paru mengalami kemunduran dengan datangnya usia yang disebabkan elastisitas paru dan dinding dada semakin berkurang. Dalam usia yang lebih lanjut, kekuatan kontraksi otot pernapasan dapat berkurang sehingga sulit bernapas. Berbagai faktor pencetus dapat memicu serangan asma antara lain olahraga, alergi, inflamasi, perubahan suhu yang mendadak atau pajanan terhadap iritasi respiratorik seperti asap rokok dan lain-lain. Terdapat juga faktor lain yang dapat memicu asma, seperti usia, jenis kelamin, genetik, sosial ekonomi dan faktor lingkungan. Pada pengkajian dan usaha yang dilakukan di kecamatan Syamtalira Bayu ditemukan klien mengatakan sesak nafas, batuk dan lemas, diagnosa yang muncul pada saat perawatan yang diberikan yaitu: ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan bronkokonstriksi. Dari masalah tersebut dilakukan tindakan yaitu untuk mengurangi nyeri pada klien. Tindakan yang dilakukan sesuai dengan intervensi, evaluasi dilakukan dalam waktu 3 x 24 jam. Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi sesak nafas pada klien dan masalah teratasi semua sehingga pasien sehat.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE Hamid, Syahabuddin; Subki, Subki; Yusra, Ainil; Harun, Sulaiman; Munazar, Munazar; Irwan, Syam
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.402

Abstract

Nutritional problems among adolescents remain a public health issue that may affect the quality of human resources in the future. Eating habits are considered one of the factors influencing adolescents’ nutritional status. This study aimed to analyze the relationship between eating habits and nutritional status among adolescents at SMA Negeri 5 Lhokseumawe City. This research employed an analytical study with a cross-sectional design. A total of 62 female students were selected using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires and nutritional status measurements, then analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had poor eating habits (96.8%), while most of them had normal nutritional status (54.8%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.362 (p > 0.05), indicating no significant relationship between eating habits and nutritional status among adolescents. This finding suggests that adolescents’ nutritional status is influenced not only by eating habits but also by other factors such as physical activity, metabolic conditions, and socioeconomic status. Therefore, a comprehensive nutritional approach is needed to improve adolescent health. Abstrak Masalah gizi pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang dapat berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menentukan status gizi remaja adalah kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 5 Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner kebiasaan makan dan pengukuran status gizi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan kurang baik (96,8%), namun mayoritas status gizi berada pada kategori normal (54,8%). Hasil analisis statistik diperoleh nilai p = 0,362 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan status gizi remaja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi remaja tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan, tetapi juga oleh faktor lain seperti aktivitas fisik, metabolisme tubuh, dan kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan gizi yang komprehensif untuk meningkatkan kesehatan remaja.