Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Work Life Balance Sebagai Prediktor Komitmen Organisasi: Suatu Studi Pada Pegawai Generasi Milenial di Kemenko PMK Lutfillah, Najib Haidi; Setriani, Setriani; Nurhayaty, Any
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.430

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan komitmnen organisasi. Untuk penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah pegawai milenial pada Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yaitu sebanyak 98 pegawai dengan menerapkan purposive sampling. Alat yang digunakan dalam metode pengumpulan data adalah dengan metode skala likert. Perhitungan dilaksanakan dengan menggunakan metode uji hipotesis untuk mengetahui analisis regresi linier berganda. Untuk melakukan analisis data maka digunakan analisa menggunakan SPSS 25 for Mac.Os. Diperoleh nilai r = 0.543, dan p = 0.001 (p0.05) dari hasil analisis yang mengindikasikan adanya hubungan positif antara work life balance dengan komitmen organisasi. Disamping itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa menurut (R2) yang diberikan variabel work life balance dengan komitmen organisasi adalah sebesar 29.5 persen, dan sementara 70.5 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diuji dalam studi. Untuk peneliti selanjutnya yang tertarik untuk meneliti dengan judul yang sama sebaiknya menambahkan dan menggunakan variabel lain.
HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Salsabilla, Adelia; Proborini, Renyep; Setriani, Setriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69426

Abstract

Self esteem berperan penting dalam regulasi emosi siswa. Self esteem yang rendah dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk mengelola dan mengatur emosi, regulasi emosi yang efektif memerlukan Tingkat self esteem yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dengan regulasi emosi siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 795 siswa, dengan jumlah sampel 90 siswa yang dipilih menggunakan teknik Probability Random Sampling. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Self esteem diukur menggunakan skala CSEI (The Coopersmith Self Esteem Inventory) yang telah dimodifikasi oleh Ryden, dan regulasi menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire dari Gross. Analisis data dilakukan menggunakan Spearman’s rank correlation. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi kuat antara self esteem dengan regulasi emosi, dengan standar koefisien korelasi sebesar 0,445. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat self esteem siswa, semakin baik regulasi emosi, sebaliknya, semakin rendah tingkat self esteem siswa, semakin buruk regulasi emosi.
KARYAWAN OUTSOURCING PROPERTI DI PT. X LAMPUNG: ADAKAH HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS? Hutari, Ujang; Syah, Tansri Adzlan; Setriani, Setriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69427

Abstract

Kemampuan seseorang untuk menerima segala kelemahan dan kelebihannya, menjadi mandiri, menjalin suatu hubungan dengan sifat positif dengan orang yang lain, menguasai lingkungannya, memiliki tujuan dari hidup, dan berkembang lebih baik dikenal sebagai kesejahteraan psikologis. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk bisa mengetahui hubungan antara job insecurity dengan kesejahteraan psikologis dari karyawan outsourcing property di PT. X Lampung. Alat ukur yang digunakan mencakup skala Ryff Scale of Psychology Well-Being (RSPWB), yang diciptakan oleh Ryff dan terdiri dari 45 item, serta skala job insecurity, yang didasarkan dengan beragam aspek yang dikemukakan oleh (Greenhalgh & Rosenblatt, 2010) . Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Hipotesis dan korelasi diuji dengan menggunakan program pengolahan data SPSS versi 25. Hasil penelitian ini memberi suatu petunjuk suatu hubungan yang secara nilai signifikan antara dua hal yakni pertama berupa job insecurity dan kedua berupa kesejahteraan di cakupan psikologis dari karyawan outsourcing property di PT. X Lampung. Dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,338, hubungan tersebut bersifat negatif, yang berarti bahwa semakin tinggi job insecurity semakin rendah kesejahteraan psikologis karyawan. Sebaliknya, semakin rendah job insecurity semakin tinggi dan baik kesejahteraan psikologis karyawan.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PERAWAT RUMAH SAKIT X LAMPUNG UTARA Shakahagaya, Vika Esya; Syah, Tansri Adzlan; Setriani, Setriani
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6856

Abstract

Nurses have a major contribution to the health sector, both physically and mentally. In their duties, nurses are required to display emotions according to institutional expectations, a process known as emotional labor. This study examines the relationship between emotional labor and psychological well-being among nurses at X Hospital in North Lampung. The research employed a quantitative method with a total sample of 70 nurses out of 73 available. The instruments used were the Emotional Labor Scale consisting of 27 items (? = 0.930) and the Psychological Well-Being Scale with 20 items based on the PERMA theory (? = 0.850), using a four-point Likert scale. Data were analyzed using SPSS 25.0 to test normality, reliability, linearity, and Pearson correlation. The results showed a significant positive correlation between emotional labor and psychological well-being (r = 0.293; p = 0.014). This finding highlights the importance of effective emotional management for nurses’ mental health.
GAME ONLINE DAN DAMPAKNYA: VERBAL ABUSE DIKALANGAN REMAJA Al-Baqir, Ghiyats; Nurhayaty, Any; Setriani, Setriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69430

Abstract

Game online menjadi salah satu hiburan yang diminati para remaja akan tetapi penggunaan game online yang berlebihan memberikan kehawatiran akan dampak negatif yang ditimbulkannya berupa verbal abuse. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan game online dan perilaku verbal abuse di kalangan remaja. Sampel penelitian ini melibatkan 134 remaja berusia 12 hingga 21 tahun yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Internet Gaming Disorder dan Verbal Aggressiveness Scale (IGD) yang dikembangkan oleh Pontes & Griffith dan Verbal Agressivenes Scale dari Infante & Wigley. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara kecanduan game online dan perilaku verbal abuse (r = 0,453, p < 0,01), dengan pengaruh sebesar 20,5% dari variabel kecanduan game online terhadap perilaku verbal abuse. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kecanduan game online di kalangan remaja berkontribusi terhadap kecenderungan perilaku verbal abuse.