Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTEK PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA TEMA BINATANG DI RA DIPONEGORO 153 AJIBARANG KULON KABUPATEN BANYUMAS Windiarsih, Windiarsih; Wiyani, Novan Ardy; Sahnan, Ahmad
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2021): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v4i2.4356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktek pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik di Raudlatul Athfal Muslimat Nahdlatul Ulama Diponegoro 153 Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Deskripsi praktek pendekatan saintifik meliputi deskripsi tentang tahapan saintifik yang terdiri dari 5M yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan, baik yang dilakukan oleh guru maupun oleh anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu guru kelas B1 dan 29 siswa di kelas B1. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan silabus yang telah disamakan, hanya saja kegiatan dalam RPPH disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing RA. Komponen RPPH yang disusun guru sudah lengkap. Guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik pada tema binatang sudah menerapkan kelima keterampilan ilmiah sesuai panduan Kemendikbud. Proses pembelajaran dimulai dari kegiatan pendahuluan dilanjutkan kegiatan inti yaitu mempraktekkan keterampilan ilmiah yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengolah informasi, dan mengkomunikasikan, serta diakhiri dengan kegiatan penutup. Siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan bimbingan guru. Adapun kendala yang dihadapi yakni keterbatasan waktu, keterbatasan biaya, minimnya sarana dan prasarana yang dapat disiasati dengan memanfaatkan lingkungan sekitar RA sehingga kegiatan saintifik tetap dapat dilaksanakan selama proses pembelajaran.
Peningkatan Pengetahuan Lansia Mengenai Tumbuhan Toga untuk Mengatasi Hipertensi di Desa Kampung Besar Kecamatan Teluk Naga: Pengabdian Adawiyah, Siti Robeatul; Handriyo, Teguh; Zahara, Riani Amelia; Suhendri, Sukmawati; Bela, Ika; Pratiwi, Ika Wahyu; Windiarsih, Windiarsih; Antaria, Dyah; Setiawan, Sigit; Suhartini, Etin; Sorayah, Yayah; Ramadhan, Muhammad; Aurelya, Yohana; Safriyanti, Anggi; Risaldi, Muhamad; Andriansyah, Andriansyah; Yustianingsih, Daeyani Ika
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5017

Abstract

Older adults or the elderly experience a biological process that inevitably occurs in every individual. Hypertension, or high blood pressure, is a condition in which systolic blood pressure is >140 mmHg and diastolic blood pressure is >90 mmHg. A lack of knowledge among older adults and their families regarding toga (family medicinal plants) is a risk factor for delays in detection and management. This community service activity aimed to increase older adults’ knowledge of toga plants through health education. The method used was health education with a pre-test and post-test design involving 30 older adults in Kampung Besar Village, Teluk Naga District. Educational media included presentations, leaflets, and flipcharts on toga plants. The results showed an improvement in the level of knowledge among older adults, with the proportion in the good knowledge category increasing from 20% in the pre-test to 90.5% in the post-test. The conclusion of this activity is that health education is effective in improving older adults’ knowledge of toga plants. It is expected that similar activities can be carried out sustainably by involving families and health cadres.