Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PERSEPSI DAN SIKAP PEKERJA TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN DI PT HEXINDO ADIPERKASA TBK BALIKPAPAN Savero, Gavra; Sipahutar, Merry Krisdawati; Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.787

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi masalah serius di industri alat berat akibat rendahnya kepatuhan pekerja terhadap keselamatan. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam menganalisis kontribusi persepsi dan sikap secara simultan terhadap perilaku keselamatan kerja di sektor distribusi alat berat yang jarang diteliti di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh persepsi dan sikap pekerja terhadap perilaku keselamatan kerja di PT   Hexindo Adiperkasa Tbk Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian berjumlah 67 responden, dipilih menggunakan non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Persepsi pekerja tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan (p=0,268), sedangkan sikap pekerja berpengaruh signifikan (p=0,000). Kedua variabel secara simultan memberikan kontribusi 41,3% terhadap perilaku keselamatan kerja. Sikap pekerja memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keselamatan kerja. Perlu adanya program peningkatan sikap positif pekerja melalui pelatihan keselamatan dan komunikasi yang efektif untuk memperkuat budaya keselamatan di perusahaan alat berat.
ANALISIS PENERAPAN PROGRAM 5R PADA AREA WORKSHOP PT XYZ SAMBOJA Putra, Chandra Kurniawan; Sipahutar, Merry Krisdawati; Mappangile, Andi Surayya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.850

Abstract

Lingkungan kerja yang aman, rapi, dan bersih merupakan faktor penting dalam mendukung keselamatan dan kesehatan kerja. Salah satu upaya untuk menciptakan kondisi tersebut adalah melalui penerapan program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan program 5R di area workshop PT XYZ Samboja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari HSE, supervisor, dan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek Ringkas 50% (tidak baik), Rapi berada dalam kategori (cukup baik) dengan presentase 60%, aspek Resik 75% (cukup baik), Rawat 40% (tidak baik), dan Rajin hanya 50% (tidak baik). Secara keseluruhan, penerapan program 5R di workshop PT XYZ Samboja tergolong cukup baik dengan total capaian 53%. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun sebagian aspek 5R telah diterapkan dengan baik, masih diperlukan peningkatan pada elemen Ringkas,Rawat,Rajin, serta pembuatan SOP 5R yang terintegrasi. Disarankan kepada perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap 5R melalui pelatihan, evaluasi berkala, serta sosialisasi berkelanjutan demi terciptanya budaya kerja yang aman dan produktif.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA KEGIATAN LOADING DI PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA PADA PT X DI SANGATA DENGAN METODE HIRARC Bandaso, Agchel Randa; Sipahutar, Merry Krisdawati; Yuliana, Lina
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1271

Abstract

Kegiatan loading point pada perusahaan tambang batubara merupakan salah satu aktivitas kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi karena melibatkan pergerakan alat berat, kondisi medan yang tidak stabil, serta interaksi langsung antar unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko kecelakaan kerja pada kegiatan loading di PT X yang berlokasi di Sangata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan lima informan yang terdiri dari safety coordinator, pengawas lapangan, dan operator alat berat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan tahapan aktivitas loading dengan berbagai potensi bahaya, antara lain permukaan tanah tidak stabil, material labil, area sempit, tinggi meja digger yang tidak sesuai, antrian loading, hingga manuver truk. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan adanya risiko dengan kategori sedang hingga ekstrem. Setelah dilakukan penerapan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko, terjadi penurunan tingkat risiko menjadi lebih terkendali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode HIRARC efektif dalam mengidentifikasi dan menurunkan risiko kecelakaan kerja pada kegiatan loading, serta dapat menjadi dasar dalam peningkatan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan tambang batubara.
Empowering Palm Oil Smallholders through Biofertilizer Innovation and Policy Integration in Babulu, East Kalimantan: - Sipahutar, Merry Krisdawati; Indrayani, Indrayani; Kansip, Kansip
Abdimas Universal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v8i1.2848

Abstract

Palm oil biomass waste in Indonesia, particularly empty fruit bunches (EFB), presents significant environmental challenges while also offering opportunities for sustainable agriculture. This community service program was conducted at the Labangka Village Hall, Babulu Subdistrict, Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan, with the aim of empowering smallholder farmers to convert EFB into microbially enriched biofertilizer and integrate this innovation into local policy frameworks. The program applied a participatory approach through training, hands-on demonstrations, demonstration plots using mung bean (Vigna radiata) as a test crop, and science–policy dialogue involving more than 30 farmers (≥40% women and ≥20% youth). A fertilizer comparison and branding workshop was also conducted to support product commercialization. The results showed increased farmer capacity in biofertilizer production and application, improved soil conditions, enhanced microbial activity, and better plant growth compared to conventional practices. In addition, the initiative facilitated the development of local policy instruments and integration into the Village Government Work Plan (RKP Desa), enabling potential funding through the Village Fund. This program demonstrates a scalable model that integrates technological innovation, community empowerment, and institutional support to promote sustainable agriculture.
Triclosan phytoremediation by Glycine max and the rhizobacterium Ochrobactrum sp. MC35 under controlled hydroponic conditions Sipahutar, Merry Krisdawati; Xuan, Nguyen Thi Kim; Duc, Ha Danh
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 31, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijbiotech.112363

Abstract

Triclosan, a common antimicrobial compound, persists in wastewater and sludge because conventional treatment systems do not completely remove it, leading to ecological and health risks. This study investigates the mechanisms of triclosan phytoremediation by Glycine max and its rhizobacterium Ochrobactrum sp. MC35 under controlled hydroponic conditions. A laboratory hydroponic experiment was conducted in which soybean seedlings were exposed to 50–200 µg L–1 TCS, with and without bacterial inoculation. TCS concentrations and metabolites were quantified using LC–MS/MS, while enzymatic activities, including peroxidase, glutathione-S-transferase, laccase and esterase, were measured spectrophotometrically. Degradation kinetics were evaluated using first-order models, and principal component analysis (PCA) was applied to assess correlations among the variables. The combined plant–microbe system achieved 85.4 ± 3.2% triclosan removal within 10 days, nearly twice that of plant-only treatments. Chemical analysis confirmed transient formation of methylated and hydroxylated intermediates, followed by complete degradation through sequential demethylation, hydroxylation and oxidative cleavage pathways. Kinetic modeling exhibited first-order behavior (R2 > 0.96) with an apparent rate constant of 0.312 d–1 in the inoculated system, indicating enhanced microbial degradation. Enzymatic assays showed significant increases in peroxidase, glutathione-S-transferase, laccase and esterase activities, supporting cooperative detoxification between plant and microbe. PCA indicated a close association between enzymatic activity and degradation efficiency, suggesting coordinated rhizospheric interactions. Overall, Glycine max not only absorbed triclosan, but also enhanced its microbial breakdown, likely through exudate-mediated enzyme induction. The findings provide mechanistic insight into bioaugmented phytoremediation and highlight its potential as a sustainable, nature-based strategy for removing persistent antimicrobial pollutants from aquatic environments.
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Kapal Tugboat Pada PT. Rusianto Bersaudara Mahendra, Analta Syahdu Cesar; Noeryanto, Noeryanto; Sipahutar, Merry Krisdawati
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1156

Abstract

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam operasional kapal tugboat yang memiliki tingkat risiko tinggi, seperti bahaya mekanis, kebakaran, cuaca ekstrem, dan aktivitas kerja di lingkungan yang sempit serta dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan sistem K3 di kapal tugboat milik PT Rusianto Bersaudara, sebuah perusahaan pelayaran yang bergerak dalam jasa penarikan dan pemanduan kapal. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan awak kapal, serta telaah dokumen prosedur keselamatan perusahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan beberapa komponen penting K3, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD), pelaksanaan inspeksi rutin peralatan keselamatan, pelatihan keselamatan kerja, serta penerapan prosedur darurat. Meskipun demikian, ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan pemahaman awak kapal terhadap prosedur tertentu, kurangnya dokumentasi inspeksi, dan kebutuhan peningkatan frekuensi pelatihan keselamatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan K3 di kapal tugboat PT Rusianto Bersaudara telah berjalan cukup baik namun masih memerlukan peningkatan dalam aspek pengawasan, kompetensi awak kapal, dan pemeliharaan peralatan keselamatan untuk mencapai standar keselamatan pelayaran yang optimal.