Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Makna Simbolik Tari Wayang Kaleng di Sanggar Etnika Daya Sora Kota Bogor Haerul Tamimi; Een Herdiani; Lilis Sumiati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jpks.v11i1.39329

Abstract

The Wayang Kaleng dance is a form of creative dance that combines elements of tradition and contemporary creativity, thus containing various symbols that represent the cultural values of the community. This study aims to determine the symbolic meaning of the Wayang Kaleng dance at the Sanggar Etnika Daya Suara in Bogor City. This study uses a qualitative method with a descriptive analytical approach, which attempts to describe and interpret the symbolic meanings contained in the movements. The theoretical basis used in this study includes Ferdinand de Saussure's semiotic theory, which emphasizes the concept of signifier and signified. The results show that the Wayang Kaleng dance contains symbolic meaning manifested through the relationship between the signifier and signified in each movement.
Revitalisasi Wayang Wong Priangan melalui Pendampingan Penciptaan Dramatari "Srikandi Bhuana" di Sanggar Getar Pakuan Kota Bogor Herdiani, Een; Mulyani, Ai; Ruhimat, Ismet; Mughni Munggaran, Muhammad; Sartika, Ika
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Smart Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v3i2.341

Abstract

Eksistensi Wayang Wong Priangan saat ini menghadapi tantangan regenerasi yang serius akibat dominasi genre tari populer dan dampak stagnasi pascapandemi COVID-19. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses revitalisasi  Wayang Wong Priangan di Sanggar Getar Pakuan, Kota Bogor, melalui pendampingan penciptaan karya inovatif bertajuk "Srikandi Bhuana". Metode pelaksanaan meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan intensif berbasis nilai filosofis, penerapan teknologi di panggung, hingga pementasan publik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi narasi epik Bharatayudha dengan inovasi artistik, seperti penggunaan teknologi laser pada properti panah, berhasil meningkatkan apresiasi masyarakat dan minat generasi muda secara signifikan. Capaian program melampaui target dengan keterlibatan 75 pelaku seni dan sambutan antusias dari ribuan penonton di Alun-Alun Kota Bogor. Kesimpulannya, reinterpretasi tradisi melalui kemasan yang relevan dengan ekosistem digital dan kolaborasi lintas institusi merupakan strategi kunci dalam memastikan keberlanjutan seni pertunjukan tradisional di era modern.