Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelaksanaan Pembelajaran Ansambel Lagu Fa’omuso Dodogu, Maena Dan Tano Niha Dalam Format Medley Di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi Zebua, Ester Oniati; Nursyirwan, Nursyirwan; Kustilo, Anton; Nurkholis, Nurkholis; Aluna, Aluna
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.4717

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pelaksanaan pembelajaran ansambel lagu Fa’omuso dodogu, Maena, dan Tano Niha Medley kepada anak-anak di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi. Metode Penelitian ini menggunakan jenis ansambel campuran. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dari pelaksanaan pembelajaran lagu Nias kepada Anak-anak Gereja Bethel Indonesia cabang Bukittinggi, mengembangkan pengetahuan bagi buat peserta dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. pedekatan penelitian tindakan ( action research ), metode pembelajaran yang menggunakan siklus untuk mendapatkan hasil dari proses pembelajaran ansambel lagu Nias. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengalaman baru buat peserta dan pembaca tulisan ini, dan dapat dijadikan sebagai acuan referensi bagi peneliti selanjutnya. Hasil dari penelitian ansambel yang memuaskan sehingga layak untuk dipertunjukkan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan musik baik dalam musik tradisional.Kata Kunci: Ansambel; Action Research;Lagu Nias; musik Tradisi. 
Eksistensi Rapai Geleng Dalam Nilai-Nilai Budaya Lokal Di Kota Banda Aceh Utami, Intan Rizki Junita Tri; Aluna, Aluna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7359

Abstract

Rapai Geleng merupakan salah satu seni tradisional Aceh yang mengandung nilai religius, sosial, dan budaya yang penting bagi identitas masyarakat. Namun, dalam konteks modern, eksistensinya menghadapi tantangan akibat perubahan sosial dan pergeseran preferensi budaya generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Rapai Geleng dalam nilai-nilai budaya lokal di Kota Banda Aceh serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap seniman, pengelola sanggar, tokoh adat, dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapai Geleng masih tetap eksis melalui ruang-ruang seremonial seperti acara adat, keagamaan, dan festival budaya, meskipun intensitas dan ruang ekspresinya semakin terbatas. Nilai budaya seperti religiusitas, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi masih melekat dalam kesenian ini. Namun, minimnya regenerasi pelaku seni, penetrasi budaya populer, serta kurangnya integrasi pendidikan seni tradisional menjadi tantangan utama pelestarian. Penelitian menyimpulkan bahwa pelestarian Rapai Geleng memerlukan sinergi antara komunitas seni, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, serta dapat dikembangkan dalam konteks ekonomi kreatif dan pariwisata budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai budayanya
Fantasia Nandong dalam Format Combo Orchestra Wardana, Harry Putra; Sina, Ibnu; Rosa, Della; Sidik, Hadaci; Aluna, Aluna
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.5996

Abstract

Fantasia Nandong merupakan karya komposisi musik fantasia dua bagian yang dikembangkan dari syair tradisi nandong, sebuah tradisi lisan masyarakat Indragiri Hulu yang berfungsi sebagai media penyampaian nasihat dan nilai moral melalui nyanyian pengantar tidur anak. Penciptaan karya ini bertujuan mentransformasikan karakter melodi, struktur musikal, dan ekspresi estetis nandong ke dalam bentuk komposisi musik baru dengan format combo orchestra. Metode penciptaan meliputi studi pustaka, wawancara dengan pelaku tradisi, serta tahapan eksplorasi dan eksperimentasi musikal yang diwujudkan melalui notasi balok menggunakan perangkat lunak Sibelius. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa melodi nandong yang bersifat fleksibel dan diatonis dapat dikembangkan secara bebas melalui pengolahan tema, harmoni tonal dan polifonik, serta penerapan teknik unisono dan call and response. Karya ini tidak hanya menghadirkan bentuk musikal baru, tetapi juga menjadi upaya revitalisasi tradisi lisan nandong dalam konteks musik orkestra modern.