Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penerimaan Learning Management System di Perguruan Tinggi Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Nurdin, Fitriadi; Santoso, Teguh Nur; Gamaruddin, Gamaruddin
JUSIFO : Jurnal Sistem Informasi Vol 9 No 1 (2023): JUSIFO (Jurnal Sistem Informasi) | June 2023
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jusifo.v9i1.14012

Abstract

This study aims to evaluate the utilization of the Learning Management System (LMS) by students of Universitas Terbuka (UT). The primary focus of this research is to comprehend the usage of LMS in higher education, with the research locations divided into three geographical zones: West (UT-Jakarta, UT-Surabaya, UT-Serang, UT-Pekanbaru, UT-Palembang, UT-Aceh), Central (UT-Pontianak, UT-Samarinda, UT-Makassar, UT-Kendari), and East (UT-Majene, UT-Mataram, UT-Palu, UT-Ternate, UT-Jayapura). The focus of the research is to identify factors influencing students not to participate in online classes, particularly related to the suboptimal utilization of the Online Tutorial service. In this study, 400 respondents were surveyed, all of whom are UT students. Data analysis was conducted using the SmartPLS application, utilizing the Technology Acceptance Model (TAM). The model involves both external variables and those within the TAM. The research findings indicate that the system quality significantly influences the use of LMS by students. Based on the gathered information, universities should enhance and regularly update features within the LMS to better support users efficiently.
Respon Pemberian Pupuk Hijauan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah Gamaruddin, Gamaruddin; Jaya, Hendra; Karim, Harli A
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5104

Abstract

Pupuk hijau merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi padi.  Pupuk hijauan dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons pemberian pupuk hijauan terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Desa Limbua, Kecamatan Sendana Kabupatn Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan 5 level perlakuan dan 3 ulangan.  Pupuk organik padat diberikan seragam sebelum dilakukan penanaman dan pupuk organik cair hijauan diberikan setelah penanaman sebanyak 5 kali dengan konsentrasi berbeda. yaitu: G0 (tanpa pupuk 0 lt/ha), G1 (pupuk hijau 1,5 lt/ha), G2 (pupuk hijau 2 lt/ha), G3 (pupuk hijau 2,5 lt/ha), dan G4 (pupuk hijau 3 lt/ha).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijauan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Padi yang diberi pupuk hijauan memiliki tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, dan jumlah malai yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Padi yang diberi pupuk hijauan juga memiliki hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Perlakuan G0 menghasilkan gabah kering panen 1,7 ton/ha, perlakuan G1 menghasilkan 1,9 ton/ha, perlakuan G2 menghasilkan 2,2 ton/ha, perlakuan G3 menghasilkan 2,3 ton/ha, dan perlakuan G4 menghasilkan 2,5 ton/ha.  Perbandingan kenaikan persentase antara control dengan perlakuan adalah G1 mengalami kenaikan produksi 10,53 %, G2 kenaikan produksi 22,73 %, G3 kenaikan produksi 26,09 dan G4 mengalami kenaikan sebesar 47.06 %.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pupuk hijau dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah. Pupuk hijauan merupakan salah satu pilihan yang dapat memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah.
Efektivitas Program Penyuluhan Pencegahan Penyakit Septichaemia epizootica pada Sapi Ongole di Kecamatan Tana Righu Kabupaten Sumba Barat Provinsi, Nusa Tenggara Timur Fangidae, Marlince Margaretha Yenny; Gamaruddin, Gamaruddin
AgriDev Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Agridev.v2i2.7365.2024

Abstract

Mortalitas dan morbiditas ternak di Kecamatan Tana Righu disebabkan oleh penyakit ternak, terutama penyakit menular, kurangnya pengetahuan peternak, koordinasi yang buruk, dan layanan penyuluhan yang kurang optimal. Penelitian tentang pencegahan penyakit Septicaemia epizootica (SE) di Tana Righu bertujuan untuk (1) mengevaluasi program penyuluhan pencegahan SE, (2) menilai pengetahuan peternak tentang pencegahan SE pada sapi Ongole, dan (3) mengkaji hubungan antara karakteristik individu dengan pengetahuan tentang pencegahan SE. Dengan metode sampling jenuh, 43 responden dari Desa Lokory, Lolo Tana, dan Lolo Wano berpartisipasi. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil menunjukkan efektivitas program penyuluhan sebesar 92,25%, pengetahuan peternak sebesar 82,63% (sangat tinggi), dan hubungan karakteristik individu dengan pengetahuan SE diantaranya: usia, lama beternak, dan jumlah tanggungan keluarga positif tetapi tidak signifikan;  pendidikan negatif dan signifikan, sementara jumlah ternak positif dan sangat signifikan.
Effects of rice husk biochar and genotype rice interaction on soil fertility and growth dynamics of upland rice in rainfed dryland Gamaruddin, Gamaruddin; Sudiarso, Sudiarso; Suryanto, Agus; Soemarno, Soemarno; Agustina, Rohmatin
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 3 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.133.10837

Abstract

Upland rice productivity in rainfed drylands of Eastern Indonesia remains constrained by severe soil degradation and suboptimal agronomic management. This study evaluated the combined effects of rice husk biochar (0, 5, 7.5, and 10 t ha-¹) and four upland rice genotypes on soil fertility improvement and growth dynamics across three physiological phases. A factorial randomized complete block design with three replications was implemented in Majene Regency, West Sulawesi. Results showed that biochar selectively improved the most degraded soil properties, increasing organic C (+13.4%), total N (+20-27%), and available phosphorus (+26.6%), while exchangeable potassium and C/N ratio remained unchanged. Soil improvements were consistent across genotypes, as no significant genotype × biochar interaction was detected. However, growth responses were strongly genotype-dependent, with significant interactions observed for plant height, tiller number (p<0.05), and crop growth rate (p<0.01). Temporal analysis identified the peak vegetative phase as the critical window for treatment differentiation. The Asseang genotype exhibited superior performance, achieving the highest plant height (115.7 cm), tiller number (21.3), and crop growth rate (9.12 g m-² day-¹). The optimal biochar dose was 7.5 t ha-¹, beyond which growth responses plateaued, highlighting the need for integrated genotype–biochar strategies for sustainable intensification.