Nuraeni, Fauziah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Non-pharmacological intervention to reduce pain post-appendectomy: A rapid review of randomized controlled trial studies Nurohmah, Indah Syaidah; Putri, Nabila Aulia; Azwadina, Aliffa; Nuraeni, Fauziah; Riskyani, Umy; Hayati, Amelia; Rusmana, Hera Prafitri; Merdekawati, Rahayu; Rahayu, Urip; Pebrianti, Sandra
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 2 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns18

Abstract

Background: Appendicitis leads to post-appendectomy pain with significant physical and mental implications, necessitating non-pharmacological pain management approaches. Objective: This study aimed to determine which non-pharmacological interventions can effectively reduce postoperative pain following an appendectomy. Design: A rapid review study design was employed. Data Sources: The databases used were EBSCOhost-CINAHL and PubMed. The article search was conducted on March 14, 2022. Review Methods: The identified articles were described using PRISMA guidelines and sorted based on inclusion criteria. These criteria included patients with appendicitis aged 18-59 years who underwent appendectomy, non-pharmacological pain management interventions, studies utilizing the Randomized Controlled Trial (RCT) method, full-text articles available, English language, and articles published between 2012-2022. Studies involving pediatric and elderly appendectomy patients, as well as studies with insignificant results, were excluded.  Results: Four articles were analyzed, revealing four types of interventions: Foot and Hand Reflexology (Massage), Lavender Aromatherapy and Almond oil (Aromatherapy), Inhalation aromatherapy with sweet-scented geranium essential oil, and Acupressure Le7. These interventions were then classified into two categories: aromatherapy-based interventions and neurostimulation-based interventions. All interventions were found to significantly reduce pain in appendectomy patients. Conclusions: Non-pharmacological therapies, such as lavender and almond oil aromatherapy, sweet-scented geranium aromatherapy, foot and hand reflexology, and Le7 acupressure, have demonstrated positive effects in reducing long-term pain after an appendectomy.
Literatur Review : Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Gangguan Kesehatan Mental Skizofrenia Aziz, Afiful; Naila izzati; Nuraeni, Fauziah; Varadiva Salbaniyaturrahma
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 2 (2025): Kesehatan Mental
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i2.846

Abstract

Skizofrenia termasuk dalam gangguan kesehatan mental yang berat dalam data kemenkes RI dicirikan dari manifestor perilaku, pikiran dan emosi sebagai serangkaian gejala atau terjadinya perubahan yang signifikan dalam hal perilaku pasien. Di jelaskan ada beberapa penyebab skizofrenia meliputi 2 faktor utama: yaitu faktor eksternal dan internal, dampak yang paling di timbulkan dari halusinansi yang mana halusinasi adalah gejala utama skizofernia berupa kehilangan kontrol diri dalam situasi terburuk pasien dapat melakukan bunuh diri, membunuh orang lain dan merusak lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research melalui Google Scholar, dengan menelaah literatur yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2025. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan secara spesifik terhadap berbagai faktor pemicu skizofrenia yang prevalen di tengah masyarakat. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terjadinya skizofrenia tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan dipengaruhi oleh rangkaian faktor yang saling berkaitan dan saling memperkuat. Faktor internal berupa genetik, kondisi penyakit fisik/trauma, dan psikologis individu. Sementara itu, faktor eksternal mencakup dimensi psikososial (pola asuh dan hubungan keluarga) serta aspek sosial-kultural dan kondisi ekonomi. Selain itu, tingkat kepatuhan minum obat juga ditemukan sebagai variabel krusial yang menentukan stabilitas kondisi pasien serta pencegahan terhadap kekambuhan gejala. Identifikasi dominansi gejala skizofrenia sering kali sulit dilakukan karena adanya tumpang tindih antar penyebab; satu gejala dapat muncul dari berbagai faktor sekaligus.