Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peranan Ayam Lokal dalam Sudut Pandang Adat Budaya Bajawa Ngada Liliana Regina Deze; Christianus Yoseph Ngiso Bhae
Syntax Idea Vol 3 No 10 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v3i10.1507

Abstract

Ayam lokal atau ayam buras bukan ras dan lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung sangat diminati dagingya dan juga telurnya dimana kita ketahui bahwa daging dan telur ayam kampung lebih sehat sehingga konsumsinya terus meningkat. Daging dan telur ayam kampung bukan hanya ditujukan untuk konsumsi keluarga dan masyarakat namun juga memiliki makna ritual dalam acara adat dan upacara keagamaan sesuai dengan kebutuhan. Sistim pemeliharaannya masih semi intensif sehingga pemeliharaannya hanya sekitar halaman rumah. Pemeliharaan ayam kampung di Bajawa Ngada ini masih kecil-kecilan dan kebanyakan masih dilepas dan ayam mencari makan sendiri dan hanya diberi makan pada pagi dan sore hari. Peluang usaha beternak ayam kampung sangat menjanjikan karena masyarakat Bajawa Ngada sangat membutuhkan ayam kampung untuk berbagai acara adat namun cara beternak ayam kampung yang masih tradisional atau semi intensif menjadi salah satu faktor pengahambat usaha ternak ayam kampung untuk mencapai kesuksesan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenai peranan penggunaan ayam lokal pada sudut pandang adat Budaya Bajawa Ngada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif Eksploratif dengan pendekatan wawancara Bersama tokoh adat Bajawa Ngada.Setelah melakukan penelitian ini peneliti mengungkapkan bahwa penggunaan ayam lokal didaerah Bajawa Ngada digemari daan sudah menjadi hal yang memenuhi kebutuhan untuk masyarakat
OPTIMALISASI PEMANFAATAN Clitoria Ternatea SEBAGAI PAKAN SUPLEMEN PEDET SAPI BALI Liliana Regina Deze; I.G.N. Jelantik; T.T. Nikolaus
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan C. ternatea yang dioptimalisasikan dengan tepung ubi kayu yang dapat menurunkan angka kematian serta meningkatkan pertambahan berat badan pedet sapi Bali. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap penelitian. Pada penelitian tahap I dilakukan pengujian in vitro untuk mengetahui level ideal kombinasi antara C. ternatea dan tepung umbi ubi kayu dengan perlakuan R0 = 100% C. ternatea; R1 = 90% C. ternatea + 10% Ubikayu; R2 = 80% C. ternatea + 20% Ubikayu; R3 = 70 % C. ternatea + 30% Ubikayu; R4 = 60% C. ternatea + 40% Ubikayu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa level kombinasi terbaik diperoleh pada kombinasi 60% C. ternatea + 40% ubikayu dengan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik sebesar 68,07% dan 68,59%. Berdasarkan hasil penitian I ini maka dilakukan penelitian tahap II untuk mengetahui respon biologis dari pedet sapi Bali. Sebanyak 80 ekor pedet sapi Bali digunakan dalam penelitian tahap II ini. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan berat badan, ukuran linier tubuh dan angka kematian pedet sapi Bali. Hasil penelitian tahap II ini menunjukan bahwa suplementasi C. ternatea yang dikombinasikan dengan ubi kayu secara nyata meningkatkan pertambahan berat badan, perubahan ukuran linier tubuh dan menekan mortalitas pedet sapi Bali sama nilainya untuk anak sapi yang mengkonsumsi pakan konsentrat. Kata Kunci : C. ternatea, in vitro, pertambahan berat badan, angka kematian, ukuran linear tubuh, pedet sapi Bali
POLA PENGEMBANGAN PETERNAKAN SEBAGAI PEKERJAAN SAMPINGAN MASYARAKAT SOA KABUPATEN NGADA Liliana Regina Deze
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.491

Abstract

Penelitian ini penulis ingin mengetahui pola pengembangan peternakandi Kecamatan Soa yang hanya sebagai pekerjaan sampingan. Usahapeternakan bagi masyarakat Kecamatan Soa Kabupaten Ngadaprovinsi Nusa Tenggara Timur merupakan usaha yang digeluti olehmasyarakat dalam kehidupan setiap hari. Selain sebagai bahan panganasal hewan, ternak juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhanhidup seperti acara adat dan juga meningkatkan status sosial. Namunusaha peternakan ini hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingankarena mata pencaharaian masayarakat Kecamatan Soa adalah petanisawah. Hal ini didukung oleh faktor letak topografi Kecamatan Soayang berada pada dataran rendah dengan iklim sedang atau tropis. Polapengembangan ternak masyarakat Soa dimana sistim pemeliharaannyadilepas dipadang penggembalaan.Kata Kunci : Masyakat Soa, Ternak, Pola Pengembangan
Bocas USE OF Cromolena Odorata AND COW MANURE IN MANUFACTURING SOLID BOKASI FERTILIZER AT THE STIPER FB CAMPUS: manufacture of solid bokasi fertilizer Liliana Regina Deze; Alvania Tima; Agustinus Tonang
Agriculture Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i2.5876

Abstract

Defisiensi unsur hara mengakibatkan kesuburan tanah terganggu karena penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan terus menerus. Pupuk anorganik harganya cukup mahal. Oleh karena itu kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa yang di singkat STIPER FB melakukan kegiatan pengolahan pupuk bokas ipadat dengan memanfaatkan kotoran sapi dan tanaman bunga putih Cromolena Odorata yang ada disekitar kampus untuk diolah menjadi pupuk bokasi padat. Bahan lain yang digunakan berupa abu sekam padi yang di bakar, Molases atau gula cair dan Effective Microorganism 4 (EM4) untuk mempercepat proses pengomposan. Tahapan dalam proses pembuatan pupuk bokasi padat yaitu tahap pembuatan bokasi, tahap pembusukan dan tahap pengeringan.  Prose pembuatan pupuk bokasi padat ini di lakukan selama 28 hari, dengan 3 kali proses pembalikan pupuk. Pupuk Bokashi padat yang dihasilkan sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan ciri berwarna cokelat kehitaman,tidak berjamur, tidak menggumpal pada saat digenggam, tidak bebau busuk, dan tidak terasa panas. Kata Kunci : Pupuk bokasi padat, kotoran ternak sapi, bunga putih, abu sekam padi bakar, molases, EM4
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KOPI (STUDI KASUS DI DESA COLOL KABUPATEN MANGGARAI TIMUR) Maria Alfonsa Ngaku; Agustinus De Rozari; Liliana Regina Deze; Ezra Dince Olly
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i1.5877

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang di peroleh petani kopi di Desa Colol, Kabupaten Manggarai Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif yaitu jenis penelitian yang sifatnya menggambarkan pendapatan yang diperoleh petani kopi dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus termasuk dalam penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive Sampling. Alasan menggunakan teknik Purposive Sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan, wawancara langsung, pengisian koesioner dan dokumentasi. Jumlah responden yang mengisi koesioner sebanyak 18 orang. Hasil penelitian,Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kopi dengan jumlah responden sebanyak 18 orang adalaha sebanyak Rp 255.520.000 dengan rata-rata Rp 14.195.555.- jumlah produksi kopi total yaitu 14250 Kg dalam satu periode dengan harga jual/Kg Rp 50.000 dengan total penerimaan sebesar Rp 712.500.000 hasil ini merupakan perolehan dari seluruh anggota petani kopi. pendapatan total yang diterima oleh petani kopi selama satuperiode dengan dua kali panen adalah Rp 456.980.000.- Kesimpulannya bahwa usaha petani kopi tersebut layak untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya analisa usaha dari segi R/C ratio dengan nilai 2,7% yang artinya layak dan B/C ratio dengan nilai 1,7 kali. Kata Kunci : Analisis, Pendapatan, Petani Kopi
PERANAN TERNAK BABI PADA UPACARA ADAT BERE TERE DALAM SUDUT PANDANG ADAT BUDAYA BAJAWA Liliana Regina Deze; Theodosius Octavianus Pello
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pertanian Unggul
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bere tere adalah suatu acara dimana seorang laki laki dewasa bersama keluaraganya masuk pertama kali dirumah perempuan sebagai calon istri untuk perkenalan. Bere tere juga disebut sebagai tahap peminangan atau melamar secara adat. Disini, pihak laki laki mengutus duta pelamarannya yang terdiri dari saudari kandung dan beberapa wanita lainya yang dianggap layak dan mampu bersekapur sirih dengan pihak gadis pinangan dan kelurganya. Hal ini dilakukan pada pagi hari dengan tujun agar diketahui oleh semua warga kampung bahwa gadis itu telah dipinang atau dilamar secara adat. Acara ini dilakukan dengan penuh persaudaraan dan keakraban sebagai satu kerabat yang saling menerima dalam satu ikatan.Dalam acara adat ini ternak yang biasa digunakan adalah ternak babi yang disiapkan oleh keluarga perempuan. Ternak babi yang di gunakan dalam acara ini adalah ternak babi jantan yang dimana sebelum pemotongan dilakukan ritual “mate ngana” dengan sapaan adat oleh tetua adat atau orang yang dipercayakan oleh kedua keluarga besar. Ritual ini dilakukan sebagai permohonan kedua keluarga untuk para luhur agar merestui hubungan sebagai suami istri secara adat.
PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT ODOT (Pennisetum Purpureum CV.Mott) Fortunata Loma; Deze, Liliana Regina; Maria Arnoldiana Dadjan Uran
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pertanian Unggul, Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput Odot merupakan Hijauan Makanan Ternak tahunan yang responsif terhadap pemupukan.Pemupukan yang diberikan untuk mempercepat pertumbuhan rumput odot (Pennistum PurpurreumCv.Mott). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan level pupuk bokashiterhadap pertumbuhan rumput odot (Pennistum Purpurreum Cv.Mott). Penelitian ini dilakukan diDesa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada pada bulan Februari-Maret 2024.Dalam Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiapperlakuan terdapat 20 stek sehingga total semuan stek 80 rumput odot (Pennistum PurpurreumCv.Mott). Teknik pengumpulan data menggunakan metode Non Random Sampling dengan parameteryang diamati yaitu jumlah tunas, jumlah daun, dan lebar daun rumput odot (Pennistum PurpurreumCv.Mott). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis Anova dan Uji Duncan berdasarkanhasil Analisis Anova menujukkan bahwa penambahan level pupuk bokashi berpengaruh sangat nyata(P<0,01) terhadap jumlah tunas rumput odot, berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap lebar daunrumput odot, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah daun rumput odot dan(Pennistum Purpurreum Cv.Mott)
PENDAPATAN USAHA AYAM KUB DI SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA Ngaku, Maria Alfonsa; Deze, Liliana Regina; Wea, Yulianti Susanti; Papu, Marianus
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 1 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i1.18986

Abstract

Ayam kampung unggulan Balitbangtan (KUB) adalah ayam bukan ras yang dapat menghasilakn daging dan telur, produksi telur dari ayam KUB yaitu cukup banyak dapat mencapai 50% per hari. Ayam KUB ini merupakan hasil dari penelitian Badan Penelitian Ternak-Badan Litbang Pertanian dan dilisensikan kepada PT. ayam Kampung Indonesia (AKI) atau lebih tepatnya diperoleh dari hasil persilangan kemudian dikembangkan secara luas. Usaha ayam kampung umumnya diusahakan oleh peternak kecil dipedesaan sebagai usaha sampingan. Namun dengan cara tersebut keuntungan peternak sangat kecil, karena usahanya belum mengarah pada usaha komersial. Usaha ayam lokal unggul dengan cara manajemen profesional yang baik, dapat meningkatkan nilai ekonomi peternak lebih optimal. Usaha ayam kampung dapat terus diusahakan oleh peternak kecil di pedesaan, walaupun skala pemeliharaannya masih rendah. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu Bulan yaitu mulai bulan pada bulan Juni-Juli Tahun 2024. Lokasi penelitian tersebut tepat di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Perguruan tinggi tersebut bergerak dibidang pertanian dan peternakan. Populasi ternak unggas yang di pelihara di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa sebanyak 100 ekor. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil langsung dari lokasi penelitian. Pendapatan dari usaha ayam KUB yang dipelihara di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa selama satu periode pemeliharaan mendapatkan keuntungan yang signifikan kurang lebih 65%. Tentunya hal ini tidak terlepas dari pola manajemen pemeliharaan yang baik sehingga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Selain itu pihak Kandang/ karyawan kandang tentunya juga memperhatikan kesehatan pada ayam KUB sehingga dapat menekankan angka kematian yang tinggi pada ayam.