Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 14 BANJARMASIN Nursyifa, Nursyifa; Zulkarnain, Iskandar; Amalia, Rizki
JURMADIKTA Vol 3 No 3 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i3.2130

Abstract

Hasil belajar matematika siswa di lapangan 50% masih dibawah KKM dikarenakan kurangnya penggunakan model yang inovatif. Hal tesebut dapat dilihat dari perilaku siswa yang cenderung sibuk dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran. faktor yang memiliki peran untuk menentukan keberhasilan belajar matematika adalah penentuan model pembelajaran yang tepat. Untuk mendapatkan gambaran mengenai keefektifan model pembelajaran terhadap hasil belajar, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan topik tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang belajar melalui model make a match dan model pembelajaran langsung kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin & mengetahui keefektifan model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu quasi experimental design dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group design. Siswa kelas VIII SMPN 14 Banjarmasin sebagai populasi penelitian dan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Perangkat pembelajaran yang digunakan yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS). Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji beda, serta gain ternormalisasi (NGain). Hasil yang diperoleh: (1) terdapat perbedaan yang signifikan nilai hasil belajar siswa pada kelas menggunakan model pembelajaran make a match dan kelas menggunakan model pembelajaran langsung, (2) model pembelajaran make a match yang diterapkan kepada siswa kelas VIII di SMPN 14 Banjarmasin dinyatakan efektif.
Pendampingan Kegiatan Keagamaan dan Pengembangan Ekonomi UMKM di Desa Simpang Tiga Mataraman Kabupaten Banjar Sauqi, Muhammad; Rusdiana, Rusdiana; Munawarah, Munawarah; Rajiannor, Muhammad; Ridhani, Ahmad Lutfhi; Wulandari, Eka; Sahrani, Sahrani; Nursyifa, Nursyifa
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 3 No. 2 Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v3i2.2671

Abstract

Kuliah kerja nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tridarma perguruan tinggi. Program Pengabdian Institut Agama Islam Darussalam Martapura angkatan 2019 tahun 2023 bertempat diberbagai wilayah kabupaten Banjar termasuk Desa Simpang Tiga Mataraman.  Kegiatan KKN ini dimulai dari tanggal 1 Mei sampai dengan 30 Juni 2023. Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian selama 2 bulan, terbentuklah lima program yaitu memakmurkan masjid, mengajar membaca al-quran, kegiatan maulid dan burdah, pembinaan generasi muda, pengembangan ekonomi UMKM. Hasil dari program KKN ini diharapkan dapat membantu masyarakat desa Simpang Tiga Mataraman dengan program pendampingan bidang keagamaan dan pengembangan ekonomi UMKM.
USING MATIFIC FOR MATHEMATICS LEARNING: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND BIBLIOMETRIC ANALYSIS Nursyifa, Nursyifa; Rosiana Mufliva; Robandi, Babang
EMTEKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/emteka.v7i1.11209

Abstract

Research related to the use of the Matific platform in mathematics learning is still scattered with diverse focuses and contexts. The study aims to map the use of the Matific digital platform in mathematics learning through a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis using the PRISMA protocol. The findings show that Matific is most widely used at the primary school level, with research concentrated in Brazil and Indonesia as the two countries with the highest number of publications. This platform consistently has a positive impact on student motivation and engagement in all studies reviewed, while improvements in student learning outcomes and conceptual understanding of mathematics are also widely reported, albeit with varying degrees of effectiveness depending on the different implementation contexts. These findings indicate that the effectiveness of Matific is highly dependent on the quality of pedagogical integration, teacher readiness, and the availability of technological infrastructure, rather than solely on the platform itself. Penelitian terkait penggunaan platform Matific dalam pembelajaran matematika masih tersebar dengan fokus dan konteks yang beragam. Penelitian bertujuan untuk memetakan penggunaan platform digital Matific dalam pembelajaran matematika melalui Systematic Literature Review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik menggunakan protokol PRISMA. Temuan menunjukkan bahwa Matific paling banyak digunakan pada jenjang sekolah dasar, dengan penelitian yang terkonsentrasi di Brasil dan Indonesia sebagai dua negara dengan jumlah publikasi terbanyak. Platform ini secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi dan keterlibatan siswa pada seluruh studi yang ditinjau, sementara peningkatan hasil belajar dan pemahaman konseptual matematika siswa juga banyak dilaporkan meskipun dengan tingkat efektivitas yang bervariasi bergantung pada konteks implementasi yang berbeda. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas Matific sangat bergantung pada kualitas integrasi pedagogis, kesiapan guru, dan ketersediaan infrastruktur teknologi, bukan semata-mata pada platform itu sendiri.