Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Kegiatan Keagamaan dan Pengembangan Ekonomi UMKM di Desa Simpang Tiga Mataraman Kabupaten Banjar Sauqi, Muhammad; Rusdiana, Rusdiana; Munawarah, Munawarah; Rajiannor, Muhammad; Ridhani, Ahmad Lutfhi; Wulandari, Eka; Sahrani, Sahrani; Nursyifa, Nursyifa
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 3 No. 2 Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v3i2.2671

Abstract

Kuliah kerja nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tridarma perguruan tinggi. Program Pengabdian Institut Agama Islam Darussalam Martapura angkatan 2019 tahun 2023 bertempat diberbagai wilayah kabupaten Banjar termasuk Desa Simpang Tiga Mataraman.  Kegiatan KKN ini dimulai dari tanggal 1 Mei sampai dengan 30 Juni 2023. Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian selama 2 bulan, terbentuklah lima program yaitu memakmurkan masjid, mengajar membaca al-quran, kegiatan maulid dan burdah, pembinaan generasi muda, pengembangan ekonomi UMKM. Hasil dari program KKN ini diharapkan dapat membantu masyarakat desa Simpang Tiga Mataraman dengan program pendampingan bidang keagamaan dan pengembangan ekonomi UMKM.
Hadith as The Philosophical Foundation of Lifelong Education Rajiannor, Muhammad; Huda, Nuril; Hudaya, Hairul
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1202

Abstract

This study presents an in-depth review of the concept of Life-Long Education within the framework of the Hadith (sayings and actions) of Prophet Muhammad ﷺ, emphasizing that this idea is not an imported concept but a theological obligation and a solid philosophical foundation within Islam. Although education is often misunderstood as a formal process that ceases upon graduation, the Hadith unequivocally establishes thalabul ‘ilmi (seeking knowledge) as fardhu 'ain (an individual obligation) whose execution transcends age limits, continuing persistently “from the cradle to the grave.” The research method used is a qualitative-descriptive literature review focusing on the thematic analysis of the Hadith, supported by relevant academic literature from the last ten years. The analysis is focused on the meaningful interpretation of key Ahadith (plural of Hadith) concerning thalabul ‘ilmi, tarbiyah (character development), and al-ilm an-nafi’ (beneficial knowledge). The findings of this study indicate that the Hadith provides a holistic framework that successfully integrates intellectual competence and moral integrity, where tarbiyah and the formation of insan kamil (the perfect human being) are the main objectives of the continuous education process.
The Scientific Structure of Islamic Religious Education (PAI) Firdaus, Nehna Puteri; Rajiannor, Muhammad; Husna, Ziyadatul; Noor, Hasni
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1203

Abstract

This research is motivated by the need for students to understand the scientific structure of Islamic Religious Education (PAI) within the national curriculum and its relevance to character formation. PAI is understood as a subject that not only transfers religious knowledge but also internalizes Islamic values in daily life. The scientific structure of PAI encompasses four main branches: Aqidah Akhlak (Islamic Creed and Morals), Fiqih (Islamic Jurisprudence), Al-Qur’an Hadith, and Sejarah Kebudayaan Islam (Islamic Cultural History/ICH). These branches are designed in an integrated manner to develop the students' cognitive, affective, and psychomotor aspects. This study employs a qualitative descriptive method with a literature review approach through the analysis of curriculum documents, textbooks, and academic journals. The results show that PAI material in Junior High Schools (SMP/MTs) focuses on the basic introduction to faith, worship, and morals, while in Senior High Schools (SMA/MA), it is directed more toward deepening, critical analysis, and the application of religious values in the context of modern life. These findings affirm that the scientific structure of PAI plays a strategic role in creating a religious generation with noble morals who are capable of facing the dynamics of modern life.
Trilogi Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an: Analisis Komparatif Al-Ta’lim, Al-Tarbiyah, Dan Al-Tazkiyah Rajiannor, Muhammad; Barni, Mahyuddin
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i1.454

Abstract

Pendidikan dalam pandangan Islam merupakan sebuah mekanisme fundamental dan sangat penting untuk melestarikan kesinambungan peradaban, dengan tujuan utama menanamkan nilai-nilai luhur dan membentuk karakter positif individu secara utuh. Agama Islam memberikan penekanan yang kuat terhadap keharusan menuntut ilmu sebagai sebuah proses sepanjang hayat (long life education), yang berfungsi sebagai modal esensial untuk menjalani kehidupan. Perintah pertama yang diturunkan, “iqra'”, secara eksplisit menegaskan urgensi ini. Dalam wacana keilmuan Islam, konsep pendidikan seringkali merujuk pada tiga istilah terminologis utama, yaitu Al-Ta’lim (pengajaran), al-tarbiyah (pembinaan atau pendidikan), dan al-tazkiyah (penyucian diri). Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan fokus pada analisis etimologis dan terminologis untuk mengupas makna hakiki dari ketiga konsep tersebut, yang sumber acuannya bersumber dari refferensi yang relevan. Temuan penelitian ini menggarisbawahi bahwa secara substansial ketiganya saling melengkapi dan membentuk suatu kesatuan yang integral. Al-Ta’lim berpusat pada aspek kognitif melalui transfer pengetahuan (transfer of knowledge); Al-Tarbiyah mengadopsi pendekatan holistik yang meliputi dimensi moral, spiritual, sosial, dan fisik untuk mencapai pembinaan kepribadian yang seimbang; sementara Al-Tazkiyah berorientasi spesifik pada penyucian jiwa, yang mencakup proses pembersihan dari sifat buruk (al-takhalli) dan pengisian dengan sifat baik (al-tahalli) demi mewujudkan akhlakul karimah. Secara fungsional, Al-Ta’lim bertindak sebagai penyedia basis pengetahuan yang diperlukan. Al-Tarbiyah kemudian berfungsi memastikan ilmu yang diperoleh dihayati dan diamalkan secara nyata. Sementara itu, Al-Tazkiyah bertugas menyempurnakan moralitas dan etika. Sinergi harmonis dari ketiga konsep ini merupakan pencapaian ideal pendidikan Islam, yang bertujuan melahirkan individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban.