Awang, Jellyan Alviani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Religious Violence in Radicalism Content on YouTube Social Media Throughout 2023-2024 Awang, Jellyan Alviani; Tanaem, Norma Selfi; Ibu, Akwila Priska; Hasibuan, Serepina Yoshika; Lakaoni, Judhi Kurniawan
Proskuneo: Journal of Theology Vol 1, No 2 (2025): Proskuneo Journal of Theology
Publisher : STT Transformasi Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/pjt.v1i2.196

Abstract

This study examines the phenomenon of religious-based violence in radicalism content on social media, especially the YouTube platform throughout 2023-2024. This article uses qualitative research with a library approach as a data collection technique that will analyze YouTube content related to religious violence in radicalism content and is supported by reference sources, namely journals, books, Google Scholar, and Semantic Scholar. The rise of content with extreme religious narratives raises concerns about the potential for conflict and social polarization. Through in-depth analysis, this study found that religion should be understood as a social system that contains collective values, where the concept of the Kingdom of God is the basis that emphasizes love and peace. This serves to distinguish between true religious teachings and deviant interpretations that can be used to justify violence. This finding also underlines the importance of viewing religion as a tool for peace that can encourage dialogue and mutual understanding between religious communities, not as a source of violence or conflict. This study emphasizes that implementing a comprehensive understanding of religion in modern public spaces, such as social media, is an important step to reduce the spread of radicalism. It is hoped that this effort can build collective awareness of the importance of prioritizing universal and peaceful religious values, so that society can work together to create a public space that is safe, harmonious, and free from the threat of religious-based violence.
Dialog Kitab Keagamaan Terhadap Kearifan Lokal “Kepercayaan Jingitiu” Sebagai Upaya Memperbaiki Relasi Manusia Dan Alam Awang, Jellyan Alviani
Proskuneo: Journal of Theology Vol 1, No 1 (2024): Proskuneo Journal of Theology
Publisher : STT Transformasi Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/pjt.v1i1.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendialogkan Kitab Keagamaan dengan kearifan lokal dalam kepercayaan “Jingitiu” yang ada pada masyarakat Sabu-Raijua untuk menghasilkan nilai-nilai etika lingkungan agar mengontrol perilaku masyarakat terhadap pegelolaan sumber daya alam.  Penelitian ini dimotivasi oleh meningkatnya aksi eksploitasi yang dilakukan oleh masyarakat akibat kemajuan teknologi. Metode Penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan studi pustaka sebagai pengumpulan data. Kearifan lokal Jingitiu ini menggambarkan keseimbangan antara manusia dan alam. Kepercayaan ini menganggap bahwa penguasa tertinggi adalah alam semsesta yang disebut Lirubala (Tuhan Langit). Semua tata kehidupan manusia yang berkaitan dengan bertani dan menyadap lontar harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan berdasarkan waktu ritual. Penyimpanagan yang dilakukan terhadap ritual ini dipercaya akan mengakibatkan krisis alam seperti kemarau, serangan hama dan bencana lainnya. Penganut kepercayaan dan nilai yang terkandung dalam kearifan lokal ini mulai berkurang seiring berkembangnya zaman. Kitab keagamaan dalam hal ini Alkitab memiliki peran terhadap pembentukan nilai pada masyarakat. Dasar kitab suci maupun bukti-bukti budaya menggambarkan ketergantungan antara manusia dan alam yang saling melengkapi. Dalam membangun kesadaran terhadap etika lingkungan, Kitab keagamaan dapat memberikan dan membentuk makna bagi masyarakat begitupun juga dengan kearifan lokal yang telah tertanam sebagai identitas sosial. Oleh karena itu dialog konstruktif Kitab Keagamaan dan kearifan lokal Jingitiu dapat memperbaiki relasi anatara masyarakat Sabu-Raijua terhadap alam.