Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Metode Berbasis Aktivitas dan Proyek kepada Peserta Didik di SMP Negeri 04 Menggala Larosa, Setiaman; Hasibuan, Serepina Yoshika; Walean, Rudy Roberto; Marbun, Saedo; Ritonga, Nova; Berutu, Pirtondim Berutu; Manalu, Nicolaus
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan program penguatan moderasi beragama yang diprioritaskan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, maka STT Mawar Saron Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Kristen yang berkiprah dalam memajukan Pendidikan Agama Kristen di Indonesia, melakukan suatu pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan penguatan Pancasila. Kegiatan pengabdian berupa sosialisasi dan kegiatan berbasis aktivitas dan proyek. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) dengan mengobservasi temuan-temuan di lapangan berkaitan dengan pemahaman peserta didik tentang Profil Pelajar Pancasila yang ternyata belum dipahami secara konspetual oleh peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan pemaparan materi pada masing-masing jenjang kelas, games, bernyanyi, Yel-yel, kuis dan melakukan proyek berupa prakarya. Indikator keberhasilan kegiatan diukur dengan menyebarkan kuisioner kepada para peserta PkM sebagai evaluasi tim PkM. Kegiatan ini terbukti berfaedah bagi peserta didik dan sekolah yang sekaligus menjadi implementasi kegiatan P5 di sekolah. Melalui kegiatan PkM ini, STT Mawar saron telah berkontribusi bagi masyarakat di sekitar kampus
METODE PEMBERDAYAAN KARUNIA DALAM 1 KORINTUS 12:1-31 BAGI PELAYANAN GEREJA Larosa, Setiaman; Hasibuan, Serepina Yoshika; Daniel, Daniel
Shift Key : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol. 13 No. 2 (2023): Regular Issue, Volume 13 Number 2 (2023)
Publisher : P3M STT Kristus Alfa Omega

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37465/shiftkey.v13i2.392

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk merumuskan metode pemberdayaan karunia rohani berdasarkan analogi tubuh dalam 1 Korintus 12:1-31 untuk pelayanan gereja. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menemukan bahwa metode pemberdayaan karunia rohani berdasarkan analogi tubuh yang dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang karunia rohani kepada setiap jemaat; membentuk kelompok untuk tumbuh bersama dengan beragam karunia rohani; menunjuk pemimpin kelompok untuk mengatur pelayanan karunia rohani; menyatukan setiap kelompok dalam satu komunitas spiritual. AbstractThis article aims to formulate a method for empowering spiritual gifts based on the body’s analogy in 1 Corinthians 12:1-31 for church ministry. The author used a qualitative descriptive method and found that a method of empowering spiritual gifts based on the analogy of the body which is carried out by providing an understanding of spiritual gifts to each congregation; forming a group to grow together with diverse spiritual gifts; appoint group leaders to organize the spiritual gifts ministry; uniting each group in one spiritual community.
Pembinaan Pemuda Kristen Milenial pada Era Artificial Intelligence di Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung Hasibuan, Serepina Yoshika; Larosa, Setiaman; Marbun, Saedo; Walean, Rudy Roberto; Jhoni, Jhoni; Pratama, Andrean Hangga; Kati, Dida Hae; Nael, Yonathan Natan
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.482

Abstract

Technology cannot be stopped from progressing from time to time. In the course of its development. Artificial Intelligence is one of the advances in technology that currently dominates human life. Artificial Intelligence or what is known as Artificial Intelligence (AI) is widely used by computer devices for automated programming, such as the Google platform, drones, smart cars and so on. With the convenience provided by this AI service, it makes human work easier. However, AI has a negative influence if it is not used wisely. This can be seen from the performance of the AI system with data accuracy and satisfactory work results as well as efficient and very short time. On the other hand, there is an opinion that AI will make humans lazy because the work they do has been taken over by AI, and will result in a lower quality of human work. Human activities will be replaced by devices that use AI systems and will result in unemployment. Therefore, in this PKM activity it is very important for the millennial generation in the era of Artificial Intelligence to be given guidance and introduction to AI so that it can be used and provide good benefits, especially in terms of following its developments in accordance with the practice of their Christian faith. Based on the evaluation results, PKM activities have positive benefits in developing the spirituality of Christian youth in the AI era. Keywords: technology;  christian youth development; artificial intelligence           AbstrakTeknologi tidak dapat dibendungi kemajuannya dari masa ke masa. Dalam perjalanan perkembangannya.  Artificial Intelligence merupakan salah satu kemajuan di bidang teknologi yang saat ini menguasai kehidupan manusia. Artificial Intelligence atau yang dikenal dengan Kecerdasan Buatan (AI) banyak digunakan oleh perangkat-perangkat komputer guna pemrograman yang otomatisasi, seperti platform google, drone, mobil pintar dan sebagainya. Dengan kemudahan yang diberikan oleh layanan AI ini, membuat pekerjaan manusia lebih mudah. Namun, AI nemberikan pengaruh negatif apabila tidak digunakan dengan bijak. Hal ini telihat bagaimana kinerja yang dilakukan oleh sistem AI dengan keakuratan data dan hasil kerja yang memuaskan serta waktu yang efisien dan sangat singkat. Di sisi lain, ada anggapan bahwa AI akan membuat manusia bermalas-malasan karena perkerjaan yang dilakukan telah diambil alih oleh AI, serta akan mengakibatkan rendahnya kualitas kerja manusia. Kegiatan manusia akan digantikan oleh perangkat yang menggunakan sistem AI dan akan mengakibatkan pengangguran. Oleh sebab itu, dalam kegiatan PKM ini sangat penting bagi generasi milenial di era Artifical Intelligence untuk diberikan pembinaan dan pengenalan AI agar dapat digunakan dan memberikan manfaat yang baik, terkhusus dalam hal mengikuti perkembangannya sesuai dengan pengamalan iman Kristennya. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan PKM bermanfaat positif dalam membina kerohanian pemuda Kristen di era AI.Kata Kunci: teknologi; pembinaan pemuda kristen; arificial intelligence
KONSEP BAPTISAN DALAM KISAH PARA RASUL DAN EVALUASINYA TERHADAP PEMBAPTISAN VIRTUAL Hasibuan, Serepina Yoshika; Walean, Rudy Roberto; Larosa, Setiaman
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v4i1.259

Abstract

One form of church service activity during social restrictions during the COVID-19 pandemic is online or virtual baptism. This virtual baptism has received criticism because it does not follow the Bible's teaching about baptism, especially the Acts concept. This study intends to reveal the Acts concept of baptism and then use it to evaluate the practice of virtual baptism. The research method used is a hermeneutic analysis using research results or studies from other researchers. The object of study is the narrative of the baptism of Peter, Philip, Ananias, and Paul. The results showed that: 1) firstly, baptism is a passive act, so it cannot be done only by the baptismal candidate; 2) baptism is carried out directly involving two parties, both the baptist and the person being baptized; 3) baptism must fulfill the koinonia in the worship of the people. Therefore, virtual baptism is irrelevant even in pandemic conditions.
MAKNA FRASA “JAGALAH HATI” DALAM AMSAL 4 :23 BAGI KAUM MUDA POSTMODERN Cong, Jhoni; Kati, Dida Hae; Hasibuan, Serepina Yoshika
The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/teologi-dan-kependidikan.v10i1.133

Abstract

Postmodern ialah era yang memunculkan sebuah pemahaman baru di kalangan kehidupan masyarakat yakni paham relativisme. Paham ini menyatakan bahwa kebenaran ialah bersifat relative, tergantung pada kondisi kehidupan. Berdasarkan pandangan paham relativisme, kebenaran Firman Allah adalah suatu hal yang tidak mutlak, sebab kebenaran menurut seseorang belum tentu kebenaran menurut orang lain. Hal ini akan membawa pengaruh negatif bagi pertumbuhan iman anak-anak muda Kristen dan dapat membuat mereka menjauh dari kebenaran yang hakiki berdasarkan pengajaran Alkitab. Oleh sebab itu, pada penelitian ini penulis meneliti bagaimana nasihat tentang menjaga hati di Amsal 4:23 dapat dimaknai dalam konteks kaum muda dalam mempertahankan imannya di era postmodern ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan eksegesis ayat dan menemukan makna penting dari frasa menjaga hati. Hasil tafsiran yang ditemukan adalah menjaga hati diimplementasikan dengan berpegang teguh pada kebenaran Alkitab dan bersikap toleran tanpa mereduksi iman. Relativisme tidak bisa diterima sebelum adanya fondasi kebenaran yang kuat dalam hati kaum muda postmodern.
KAJIAN 1 TIMOTIUS 2:11-12 DAN RELEVANSINYA TERHADAP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN KRISTEN DALAM MENJAWAB KEBUTUHAN ZAMAN Hasibuan, Serepina Yoshika
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 1 No 01 (2022): TRACK : JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61660/tep.v1i01.11

Abstract

Polemik tentang kepemimpinan perempuan masih terasa sekalipun emansipasi perempuan sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu di negeri Indonesia. Budaya patriakh yang mendominasi kehidupan tradisi keluarga Indonesia berpengaruh kuat terhadap perkembangan kepemimpinan perempuan di negeri ini, termasuk di kalangan Kristen. Sampai saat ini, masih banyak lembaga Kristen yang secara tidak langsung masih memberlakukan sistem ataupun peraturan yang diskriminatif terhadap kaum perempuan. Berbagai argumentasi yang dianggap Alkitabiah termasuk dari 1 Timotius 2:11-12 sering dijadikan jurus untuk menghambat laju perkembangan kepemimpinan perempuan Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menggali teks 1 Timotius 2:11-12 serta memunculkan tafsiran yang baik dari teks tersebut supaya dapat memberikan pemahaman yang benar tentang kedudukan perempuan berdasarkan persepsi dasar bahwa Allah tidak pernah diskriminatif. Melalui studi literatur yang mumpuni, maka selanjutnya artikel ini memberikan wawasan baru mengenai kepemimpinan perempuan Kristen yang relevan untuk zaman ini sehingga menjawab kebutuhan zaman. Dengan demikian, perempuan Kristen tidak perlu ragu lagi dalam melangkahkan dirinya sebagai pemimpin perempuan yang takut akan Tuhan, handal, dan dapat dipercaya.
Strategi Pelayanan Pastoral bagi Generasi Z menurut Amsal 22:6 Dachi, Yolinus Fajar; Dachi , Yolinus Fajar; Berutu, Pirtondim; Hasibuan, Serepina Yoshika; Tambun, Jonatan Rifai
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i1.123

Abstract

This study aims to formulate a pastoral ministry strategy for Generation Z based on Proverbs 22:6, emphasizing the importance of early faith education and contextual approaches suited to the characteristics of the digital generation. The research offers significant benefits by providing churches and Christian educators with a framework for building relevant, effective faith formation for Generation Z amidst rapid technological and cultural shifts. Using a qualitative descriptive method with a library research approach, data were collected from books, journal articles, and other relevant literature, then analyzed descriptively to provide a deep understanding of the phenomenon studied. The findings reveal that effective pastoral ministry to Generation Z must focus on educational efforts that are continuous and adapted to their digital lifestyle, incorporating digital platforms, social media-based counseling, and relational, flexible communication styles. The exegesis of Proverbs 22:6 confirms that faith education must be active, personalized, and begun early to produce lasting spiritual maturity. The conclusion of this study recommends that churches urgently redesign youth pastoral programs to integrate digital media and contemporary communication methods, ensuring the sustainability and growth of Christian values within Generation Z.
Providensia Allah dalam Dinamika Kehidupan Umat Kristen Berdasarkan Kisah Yusuf: Suatu Analisis Naratif Nendissa, Rivaldo; Altino, Yudi; Lase, Fiktor; Pratama, Adrean Hangga; Hasibuan, Serepina Yoshika
Jurnal Apokalupsis Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Apokalupsis
Publisher : STT Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52849/apokalupsis.v15i2.141

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana memahami dinamika kehidupan orang percaya. Salah satu hikayat terpanjang dalam PL yang terdapat di Kejadian 37-50 menggambarkan dinamika kehidupan seorang yang percaya yakni Yusuf. Artikel ini bertujuan untuk memahami lebih dalam konsep dinamika kehidupan Yusuf sebagai suatu refleksi bagi umat percaya masa kini. Dengan melakukan metode penelitian deskriptif kualitatif dan berdasarkan pada pendekatan studi analisis naratif, peneliti menelisik dinamika kehidupan Yusuf dengan sudut pandang penulis kitab maupun pembaca masa kini meninjau teks tersebut sebagai suatu cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimanika kehidupan ditampilkan penulis untuk menunjukkan providensia Allah di sepanjang kehidupan Yusuf. Karena itu, orang percaya masa kini harus menangkap bentuk providensia Allah dalam dinamika kehidupan sebagai baik di saat suka maupun duka secara seimbang dan meyakini bahwa rencana-Nya tidak pernah gagal.
Keterampilan Kepemimpinan Ester dan Implikasinya Bagi Pemimpin Perempuan Kristen di Pemerintahan Lase, Fiktor; Kapopo, Kristofer; Hasibuan, Serepina Yoshika
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 2 (2025): August
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v2i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan kepemimpinan Ester sebagaimana digambarkan dalam Kitab Ester, serta mengeksplorasi implikasinya bagi pengembangan kepemimpinan perempuan Kristen dalam konteks pemerintahan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi wacana kepemimpinan biblis yang sering kali mengabaikan kajian sistematis tentang tokoh kepemimpinan perempuan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini memadukan analisis tekstual narasi Ester dengan teori keterampilan kepemimpinan Robert Katz, yang mencakup keterampilan teknis, keterampilan manusiawi, dan keterampilan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ester menampilkan integrasi efektif dari ketiga domain keterampilan tersebut dalam menanggapi krisis etnis dan politik di Kekaisaran Persia. Ia menunjukkan ketepatan diplomasi, keberanian moral, visi strategis, serta ketergantungan rohani yang mendalam kepada Allah. Kepemimpinan Ester berhasil menyelamatkan bangsanya dari kehancuran dan menghasilkan transformasi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemimpin perempuan Kristen perlu mengembangkan kompetensi kepemimpinan yang berlandaskan pada keunggulan profesional sekaligus nilai-nilai etis Kristen. Peran pemerintahan harus dipandang sebagai wadah pelayanan, bukan sekadar kekuasaan, dan teladan Ester menawarkan kerangka yang kuat untuk membangun kepemimpinan publik yang transformatif, berprinsip, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
SPIRITUALITAS DIGITAL J. SAGE ELWELL: MENEMUKAN ALLAH DI RUANG DIGITAL BAGI GENERASI Z Cong, Jhoni; Hasibuan, Serepina Yoshika
The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54793/teologi-dan-kependidikan.v11i2.240

Abstract

Technological disruption has drastically transformed many aspects of life, including the way Generation Z engages with and expresses their spiritual practices in the digital age. Therefore, this article seeks to provide insight into how to build digital spirituality for generation Z who are saturated with digital technology. By using qualitative methods through the digital communication theology approach promoted by J. Sage Elwell, researchers found the inevitability of digital space as a sacred medium where generation Z can meet God personally. This study concludes that digital space is a bridge between God and generation Z, mediating spiritual experiences and providing broad accessibility in developing the faith community of generation Z. Thus, finding God in digital space is something important to strive for so that the spirituality of generation Z can continue to grow.