Phibeta, Toni
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Penyelesaian Soal Olimpiade Matematika bagi Siswa SMA Bayt Al Hikmah Pasuruan Manuharawati, Manuharawati; Rahadjeng, Budi; Jakfar, Muhammad; Savitri, Dian; Phibeta, Toni; Faradilla, Anisa'; Hamzah, Ahmad Taufik; Thoriq, Abil Alfath
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 3 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i3.23921

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi utama dalam pembelajaran matematika yang ditekankan dalam Kurikulum 2013. Di luar pembelajaran intrakurikuler, partisipasi dalam kegiatan Olimpiade Matematika dapat menjadi wahana strategis dalam mengembangkan daya nalar, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, di SMA Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan, capaian prestasi dalam ajang tersebut masih terbatas, antara lain disebabkan oleh kurangnya intensitas pembinaan, keterbatasan sumber daya guru pembina, serta belum optimalnya strategi pelatihan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Matematika FMIPA Unesa melaksanakan kegiatan pendampingan penyelesaian soal olimpiade matematika bagi siswa SMA di pondok pesantren tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 13 Juli 2025 dan melibatkan 18 peserta, dengan pendekatan berbasis pemecahan masalah menurut Polya. Rangkaian kegiatan mencakup survei kemampuan awal, pendampingan materi, workshop penyelesaian soal, survei kemampuan akhir, serta evaluasi kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 83,33% peserta mengalami peningkatan skor setelah mengikuti pendampingan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika, khususnya pada topik sistem persamaan linear, pembagian waris, dan kombinatorik.
Pendampingan Pemecahan Masalah Aljabar dan Geometri bagi Guru SD Kabupaten Magetan Manuharawati, Manuharawati; Jakfar, Muhammad; Romadonia, Riska Wahyu; Phibeta, Toni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.17623

Abstract

Tujuan pembelajaran Matematika di SD, antara lain adalah agar peserta didik memiliki kemampuan pemahaman konsep, penalaran, memecahkan masalah, mengkomunikasikan gagasan, dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Memberikan pengajaran tentang bagaimana menyelesaikan masalah, merupakan tugas seorang guru untuk memberikan tantangan atau motivasi kepada para peserta didik agar mereka mampu memahami masalah tersebut, tertarik untuk memecahkannya, mampu menggunakan semua pengetahuannya untuk merumuskan strategi dalam memecahkan masalah, melaksanakan strategi, dan menilai apakah jawaban tersebut benar. Untuk dapat memotivasi para peserta didik yang demikian, maka setiap guru matematika harus mengetahui dan memahami langkah-langkah dan strategi dalam penyelesaian masalah matematika dan terampil dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dari sisi lain, hasil survei pengetahuan awal terhadap 8 Guru SD di Kabupaten Magetan hanya 2 guru yang mendapat nilai 52 dan 1 guru yang mendapat 65 (skala 0-100). Berdasarkan uraian tersebut, tim dari jurusan Matematika Universitas Negeri Surabaya, mengadakan kegiatan “Pendampingan Pemecahan Masalah Aljabar dan Geometri Bagi Guru SD Kabupaten Magetan”. Metode pendampingan yang dilakukan adalah diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Pendampingan secara luring dilakukan pada tanggal 22 Juli 2023 yang diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah SDN Tambran, Achmad Maarif, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan dengan survei kemampuan awal, diskusi terkait langkah-langkah penyelesaian masalah dan strategi pemecahan masalah, diskusi terkait penyelesaian masalah aljabar dan geometri, dan survei kemampuan akhir pemecahan masalah. Kegiatan penugasan dilakukan secara daring sebagai tindak lanjut dari pendampingan secara luring. Dengan demikian dapat disimpulkan ada peningkatan kemampuan pemecahan masalah aljabar dan geometri untuk guru SD di Kabupaten Magetan.
Senior High School Students' Numeracy in Solving Number Content AKM Problems in View of Adversity Quotient Phibeta, Toni; Ekawati, Rooselyna; Wintarti, Atik
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 9 No. 2 (2025): JRPIPM DESEMBER 2025 (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v9n2.p182-196

Abstract

Numeracy is the ability of students to identify information, use mathematical facts and procedures, and evaluate results or mathematical ideas represented in various forms to solve problems in everyday life. Meanwhile, the Adversity Quotient (AQ) refers to a person's ability to endure and persevere through various events that cause difficulties or challenges. The aim of this study is to describe the numeracy skills of senior high school students in solving AKM (Minimum Competency Assessment) questions on number content, viewed from the perspective of Adversity Quotient (AQ). The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The research subjects consisted of one representative student for each AQ category, selected purposively to allow an in-depth exploration of numeracy processes. The research instruments included the ARP (Adversity Profile Response) questionnaire, AKM Number Content Questions (SAKB) (which consist of three contexts scientific, socio-cultural, and personal), and an interview guide. The analysis was based on numeracy indicators that included: identifying information and assessing the problem mathematically, using mathematical facts and procedures, and interpreting and evaluating the results. In this study, the student in the climber AQ category was able to fulfill all numeracy indicators across all question contexts. Meanwhile, the camper category student was unable to identify information and assess the problem mathematically in the scientific context. The student in the quitter AQ category met all numeracy indicators only in the personal context. These findings suggest that understanding students’ numeracy skills by considering their Adversity Quotient can help teachers plan instructional strategies that meet students’ needs. In the future, mathematics education should focus not only on improving numeracy skills but also on fostering students’ persistence and resilience in problem-solving.